banner-detik
PARENTING & KIDS

Campak di Sumenep Meningkat, 20 Anak Meninggal!

author

Mommies Dailyin 4 hours

Campak di Sumenep Meningkat, 20 Anak Meninggal!

Memantik alarm serius, campak mewabah di sejumlah wilayah Indonesia. Khususnya Sumenep, dilaporkan ada 20 anak meninggal akibat campak.

Fenomena kenaikan kasus campak menjadi sorotan nasional. Penyakit campak merebak di sejumlah wilayah dan diangkat menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Dari awal hingga Agustus kini, sudah tercatat sebanyak 3.400 kasus campak. 

Penyakit campak menjadi ancaman serius dan bisa berakibat fatal. Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 20 anak dilaporkan meninggal dunia hingga Kamis (28/8/2025) akibat campak sejak Februari hingga Agustus 2025. Kasus kematian akibat campak tersebut terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. 

Situasi ini sungguh mengkhawatirkan, terutama karena campak dikenal sebagai penyakit yang sangat menular—satu orang penderita bisa menularkan ke 18 orang lainnya. Apalagi, penyakit ini sangat umum terjadi pada anak-anak. 

BACA JUGA: Ayo Deteksi Dini, Ini 20 Tempat Skrining Kanker Serviks dan Payudara

Apa Itu Campak?

Melansir laman Centers for Disease Control (CDC), campak (measles) adalah penyakit virus menular yang tergolong akut dan sangat menular, terutama di kalangan anak-anak. Penyebab utamanya adalah virus campak, yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae, seperti dikutip dari World Health Organization (WHO).

Foto: CDC

Virus ini ditularkan melalui droplet—cairan yang keluar saat penderita batuk atau bersin. Penularannya sangat cepat, bahkan virus dapat bertahan di udara atau di permukaan hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Jika satu orang terinfeksi, hingga 9 dari 10 orang yang tidak memiliki kekebalan bisa tertular.

Tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga bisa menginfeksi orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Cara Mencegah Terkena Campak

Pencegahan paling efektif adalah melalui vaksinasi MR (Measles-Rubella) yang mencegah campak dan rubella. Imunisasi pun harus diberikan tepat waktu, umumnya seperti ini:

  • Vaksinasi MR dosis pertama: usia 9 bulan
  • Vaksinasi MR dosis kedua: usia 18 bulan

Apabila belum pernah menerima vaksin campak, Kementerian Kesehatan RI mengimbau agar seluruh orang tua atau pengasuh untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat dan mendapatkan vaksinasi campak. 

Tidak hanya anak-anak, tetapi dua dosis vaksin campak juga direkomendasikan bahkan untuk orang dewasa atau petugas kesehatan yang belum memiliki kekebalan. Jadi, jangan tunggu sampai tertular, ya.

Apa Saja Bahaya Campak?

Campak bisa sangat berbahaya dan menimbulkan komplikasi serius, bahkan mematikan. Berikut risikonya:

Gejala ringan: demam tinggi, batuk, pilek, merah dan mata berair, serta bintik putih di dalam mulut (Koplik spots), diikuti ruam tubuh sekitar 3–5 hari kemudian.

Komplikasi serius:

  • Infeksi telinga dan diare berat (umumnya).
  • Pneumonia (penyebab utama kematian anak-anak).
  • Ensefalitis atau radang otak.
  • Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE atau komplikasi fatal yang langka dan muncul bertahun-tahun setelah infeksi campak pada masa kanak-kanak).
  • Kebutaan, dehidrasi berat, dan sistem imun lemah jangka panjang.

campak sumenep

Foto: Freepik

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Kena Campak?

Jika anak atau orang dewasa sudah menunjukkan gejala, segera lakukan:

 

  • Konsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat: terutama bila demam tinggi, ruam menyebar, atau anak tampak sangat lemah.
  • Rawat di rumah: istirahat yang cukup, mengonsumsi banyak cairan dan makanan bergizi.
  • Pantau komplikasi: bila muncul gejala berat jangan tunda ke rumah sakit.

 

 

Vaksinasi pasca paparan juga bisa membantu, diskusikan dengan tenaga medis jika belum divaksinasi lengkap.

Harapan Masyarakat pada Pemerintah dalam Menangani Kasus Campak

Tentunya, kita berharap pemerintah melakukan upaya serius untuk melindungi anak-anak dari ancaman campak. Mulai dari gerakan imunisasi massal di daerah terdampak, peningkatan edukasi tentang vaksin, serta penyediaan fasilitas yang memadai agar diagnosis dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Kabar baiknya, pemerintah memang sudah merespons dengan sejumlah tindakan. Seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Sumenep telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh wilayah Sumenep bagi anak usia 9 bulan–6 tahun, mulai dari 25 Agustus sampai akhir September 2025. Tak hanya itu, pemerintah pun turut merencanakan pembangunan laboratorium diagnosis campak di Madura untuk mempermudah pengawasan.

BACA JUGA: 15 Buah Rendah Gula, Aman untuk Penderita Diabetes

Nah, Mommies sudah memberikan vaksinasi campak untuk anak, belum? Sebab, vaksin tersebut bisa melindungi dan membentuk kekebalan anak dari virus campak. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: Freepik 

Share Article

author

Mommies Daily

-


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan