Agar Anak Perempuan Saya Tidak Menormalisasi ‘Doxing & Bullying’ seperti Michelle Halim

Parenting & Kids

Mommies Daily・6 days ago

detail-thumb

Melihat kasus Michelle Halim yang tengah viral, ini pola asuh yang tepat untuk anak perempuan kita agar tumbuh menjadi perempuan mandiri dan berdaya!

“Selain donatur diilarang ngatur“, postingan viral penuh perdebatan dari seorang influencer dengan ratusan ribu pengikut, Michelle Halim, sering berseliweran di timeline media sosial akhir-akhir ini.

Tidak berhenti disitu, netizen pun mengecam tindakan doxing dan cyberbullying serta body shaming yang dilakukan Miha kepada anak kecil, karena membandingkan antara ketiaknya dengan wajah sang anak melalui postingan di media sosial. Doxing termasuk tindakan pelanggaran privasi serius, karena mencari dan mengeluarkan informasi pribadi atau data seseorang di internet dengan maksud menjatuhkan atau membahayakan.

Tentunya tidak wajar, ya, Moms untuk merendahkan dan melanggar privasi anak yang tidak melakukan kesalahan apapun serta melibatkan anak dalam masalah orang dewasa, seperti diatur di Pasal 52 Ayat (1) UU HAM yang menyebutkan bahwa “Setiap anak berhak atas perlindungan oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara”.

Saat dikritik tentang sikap dan postingannya, Michelle Halim pun menanggapinya dengan negatif, dan malah gaslighting orang lain serta beradu argumen minim substansi.

Sebagai ibu dari anak perempuan, wajar banget jika hal ini membuat kita khawatir, serta berharap kalau anak perempuan kita kelak lebih ethical, memahami risiko dari perbuatannya, bisa memperlakukan dirinya dan orang lain dengan rasa hormat serta menghargai kesetaraan, tidak melihat manusia sebagai objek hingga merasa ‘entitled’, juga tidak materialistis dan hanya mengukur value manusia dari harta yang dimilikinya.

BACA JUGA: 8 Cara Melatih Anak untuk Berpikir Kritis, Jadi Mandiri dan Kreatif

Pola Asuh yang Tepat untuk Anak Perempuan Tumbuh Mandiri dan Berdaya

Foto: Freepik

Lalu bagaimana pola asuh yang tepat untuk anak perempuan kita agar tumbuh menjadi perempuan mandiri dan berdaya tapi tetap bisa menghargai diri dan orang lain dengan baik? Berdasarkan diskusi dengan Rizkia Nurannissa M.Psi.,Psi, (Psikolog Anak, Filial Play Coach Mentor), ada beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh orangtua. Simak, yuk!

1. Bentuk Fondasi Moral yang Kuat

  • Ajarkan empati, integritas, dan pengambilan keputusan yang bijak
  • Contohkan sikap baik, ketulusan, kejujuran serta tanggung jawab

2. Berikan Ilmu Literasi Digital & Media Sosial

  • Didik mereka tentang privasi online, jejak digital dan bahaya penyalahgunaan media sosial.
  • Ajarkan anak untuk berpikir sebelum memposting, menghindari perilaku online yang toxic dan cara filtrasi informasi yang tepat

3. Ajarkan Keterampilan Mengenal & Regulasi Emosi serta Self-Care

  • Bantu anak mengenal, menerima dan mengelola emosi seperti rasa marah, malu, takut, kecewa, atau sedih tanpa bertindak merugikan diri sendiri atau orang lain.
  • Dorong ekspresi diri yang positif melalui menulis jurnal, kegiatan seni atau berdiskusi
  • Ajarkan self-care (usaha menyayangi, merawat dan menjaga diri secara fisik maupun mental) misalnya dengan berolahraga atau berdoa

4. Ingatkan Bahwa ‘Self-Worth’ Berasal dari Dalam Diri dan Biasakan Saling Mengapresiasi, agar Tidak Haus Validasi Eksternal

  • Ingatkan bahwa nilai diri ditentukan oleh karakter dan kecerdasan serta usaha seseorang, bukan kekayaan atau persetujuan dari orang lain
  • Berikan contoh perempuan-perempuan sukses yang mandiri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, termasuk diri Moms sendiri
  • Ungkapkan rasa syukur dan saling mendengarkan serta mengapresiasi satu sama lain diantara anggota keluarga, daripada terus menerus mengejar hal yang belum dimiliki maupun mengejar validasi eksternal

5. Tunjukkan Pola Relasi Sehat & Kemandirian

  • Contohkan pola relasi, misalnya antar suami-istri yang sehat berdasarkan rasa hormat dan kesetaraan, saling menyayangi dan bekerjasama serta berbagi peran dalam keluarga, bukan ketergantungan finansial semata
  • Diskusikan tanda-tanda bahaya dalam hubungan yang melibatkan kontrol finansial atau manipulasi.

6. Tanamkan Rasa Hormat Diri & Batasan Pribadi (Boundaries)

  • Tekankan bahwa kita tidak boleh “dibeli”, karena martabat dan value kita tidak ternilai harganya.
  • Ajarkan cara menetapkan boundaries/batasan sehat dalam bersikap dan berhubungan antar manusia

7. Dorong Kesuksesan yang Berorientasi pada Tujuan Hidup

  • Bantu dan damping anak dalam menetapkan dan berusaha mencapai tujuan hidup yang memberikan makna serta dampak lebih luas, misalnya pekerjaan yang tidak hanya membawa keuntungan finansial atau membantu perekonomian keluarga, tapi juga memberikan dampak positif lebih, misalnya upgrade diri dengan ilmu baru
  • Tunjukkan dan contohkan bahwa kesuksesan sejati adalah tentang apa yang bisa kita berikan ke komunitas (giving back to community), passion, dan integritas, bukan hanya kekayaan materi.
    Semoga para influencer yang lain juga sadar ya bahwa mereka punya tanggung jawab moral, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi sebagai role model yang bisa mempengaruhi anak-anak dan remaja kita, yang memerlukan sosok panutan berkualitas, bukan malah bangga menjadi contoh manusia nirempati yang tidak menjejak bumi.

BACA JUGA: 6 Tugas Sederhana Sepulang Sekolah yang Bantu Anak Lebih Mandiri

Cover: Freepik