Sorry, we couldn't find any article matching ''

5 Penyakit yang Ditandai dengan Bau Mulut, Menurut Dokter Gigi
Kenali berbagai penyakit yang memicu bau mulut hingga tips mencegah dan cara mengatasinya menurut dokter gigi disini. Jangan disepelekan!
Mommies pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki bau napas tidak sedap atau bau mulut? Atau justru Mommies mengalaminya sendiri? Selain membuat lawan bicara menjadi kurang nyaman, bau mulut juga bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang.
Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami bau mulut, seperti mengonsumsi makanan tertentu, kondisi mulut yang kering, atau karena tidak menjaga kebersihan mulut secara maksimal. Namun, bau mulut dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan metabolisme atau penyakit, loh, Mommies!
Lantas, penyakit apa saja yang bisa ditimbulkan oleh bau mulut dan bagaimana cara mencegahnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Mommies Daily berkesempatan untuk bertanya kepada drg. Neneng Eli Ernawati mengenai penyakit yang memicu bau mulut. Simak selengkapnya di sini yuk, Mommies!
Faktor Penyebab Bau Mulut
Halitosis yang berasal dari kata “halitus” yang artinya napas dan “osis” yang berarti keadaan penyakit merupakan istilah untuk menggambarkan napas yang beraroma tidak sedap. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:
- Kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik
- Karies gigi
- Abses
- Impaksi gigi
- Infeksi gusi atau gingivitis
- Mengonsumsi makanan yang berbau tajam
- Merokok
- Mengonsumsi alkohol
- Bernapas melalui mulut
- Penyakit periodontal atau periodontitis
BACA JUGA: Hindari Ambeien, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati
Penyakit yang Memicu Bau Mulut
Dokter Gigi Eli menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu, beberapa penyakit dapat ditandai dengan bau mulut. Berikut ini beberapa penyakit di balik bau mulut, seperti:
1. Diabetes
Seseorang yang mengidap diabetes cenderung memiliki bau napas seperti buah. Kondisi ini disebabkan karena penderita diabetes memiliki mulut yang kering yang menyebabkan gusi mudah berdarah dan terjangkit infeksi. Selain itu, bau mulut yang terjadi pada seseorang yang menderita diabetes terjadi karena kadar insulin yang tidak cukup dalam mengambil gula dari darah sebagai sumber energi, sehingga tubuh membakar lemak dan membentuk asam keton yang menyebabkan bau menyerupai aroma buah.
2. Gangguan Saluran Pencernaan
Gangguan pencernaan yang tidak baik, seperti asam lambung menyebabkan lingkaran otot bawah Esofagus tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan asam lambung keluar dari lambung dan naik kembali ke Esofagus, hingga ke mulut. Kondisi ini menyebabkan asam yang naik sampai dan tertinggal di mulut akan menyebabkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu. Hal ini bisa terjadi juga pada seseorang yang makan terlalu banyak dan tidak teratur dalam berolahraga.
3. Infeksi Amandel
Bau napas tidak sedap atau bau mulut bisa mengindikasikan penyakit infeksi amandel. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan bakteri pada amandel. Pada saat bakteri menyerang jaringan amandel, mereka memproduksi senyawa sulfur yang mudah menguap dan sebagai bagian dari proses limbah bakteri.
4. Infeksi Paru-Paru
Penyakit berikutnya yang menyebabkan bau mulut dan harus diwaspadai adalah infeksi paru-paru. Salah satu masalah pada paru-paru adalah pneumonia dimana komplikasi dari aspirasi paru sehingga menyebabkan pembengkakan atau infeksi di paru-paru dan saluran udara. Kondisi inilah yang menyebabkan sekresi atau lendir yang terdapat pada hidung mengalir ke bagian mulut.
5. Sinusitis
Cenderung penderita sinusitis menyadari bahwa kondisi penyakitnya tersebut bisa menyebabkan masalah bau mulut. Kondisi ini disebabkan oleh lendir yang terinfeksi dari rongga sinus dapat mengalir menuju bagian belakang tenggorokan. Pada saat sinusitis menyerang, penderita tidak dapat mencium dengan baik sehingga tidak dapat mendeteksi apakah mereka mengalami bau mulut atau tidak.
Gejala Bau Mulut

Foto: ArtPhoto_Studio on Freepik
Selain ditandai dengan bau napas yang kurang sedap, bau mulut juga ditandai dengan beberapa gejala lainnya yang meliputi:
- Mulut terasa kering
- Adanya karang gigi
- Lidah berwarna putih
- Adanya sariawan
- Lendir yang mengalir dari hidung ke tenggorokan
- Rasa tidak nyaman, seperti asam dan pahit pada mulut
- Sakit gigi
- Munculnya sariawan
BACA JUGA: Autoimun Bisa Sembuh? Kenali Jenis, Penyebab, dan Gejalanya
Waktu yang Tepat untuk Periksa ke Dokter
Apakah bau mulut dapat membahayakan penderitanya? Berdasarkan penjelasan Dokter Gigi Eli, halitosis atau bau mulut bukan merupakan suatu penyakit, tetapi dapat menjadi tanda adanya penyakit tertentu yang memiliki dampak cukup besar dan dapat mempengaruhi kondisi seseorang.
Meskipun bukan merupakan suatu penyakit, tetapi kondisi ini tetap harus segera diatasi dan jangan dibiarkan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, ya, Mommies! Penderita bau mulut dapat memeriksakan diri ke dokter apabila sudah merasakan adanya gejala bau mulut dan secara rutin melakukan pemeriksaan gigi serta mulut secara berkala yakni 6 bulan sekali.
Tips Mencegah bau Mulut
Berikut ini beberapa tips yang dapat Mommies lakukan untuk mencegah munculnya bau mulut yang mengganggu dan menurunkan rasa percaya diri.
1. Menggosok Lidah dan Gigi Teratur
Tips pertama yang sangat mudah untuk diterapkan adalah dengan menggosok gigi serta lidah secara teratur. Mommies dapat melakukan hal ini sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Perlu diingat juga bahwa menyikat gigi membutuhkan waktu minimal 2 menit.
2. Rajin Mengonsumsi Air Mineral
Dengan rajin mengonsumsi air mineral sebanyak 8-10 gelas dalam sehari, hal ini membantu menjaga gusi agar tetap basah dan metabolisme tubuh dapat tetap stabil. Selain air mineral, Mommies juga dianjurkan untuk mengonsumsi teh hijau, karena memiliki kandungan zat yang dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut.
Dokter gigi Eli juga menganjurkan untuk mengunyah permen karet tanpa gula selama beberapa menit untuk mencegah adanya penumpukan bakteri yang ada di ludah dalam mulut dan tenggorokan.
3. Mengonsumsi Sayur dan Buah
Tips berikutnya yang tidak kalah penting untuk diterapkan sebagai cara untuk mencegah munculnya bau mulut adalah dengan rutin mengonsumsi sayur dan buah-buahan, terutama apel, wortel, dan pir. Ketiga sayur dan buah tersebut memiliki kandungan gizi yang melimpah, rendah kalori, dan berserat tinggi.
Serat-serat tersebut, terutama yang ada pada buah pir berfungsi sebagai sikat gigi alami yang dapat membantu meningkatkan kebersihan rongga mulut dan mengurangi penumpukan plak pada permukaan gigi.
Selain itu, pir juga memiliki kandungan vitamin, mineral, serta air yang cukup banyak yang dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Rasa asam serta manis yang ada pada buah pir dapat meningkatkan volume air ludah yang bisa membantu membersihkan bakteri dimana cukup berbahaya bagi mulut.
4. Menerapkan Pola Hidup Sehat
Pola hidup mempengaruhi kondisi tubuh seseorang, itulah mengapa pentingnya untuk Mommies menerapkan pola hidup sehat dan mengubah kebiasaan buruk. Hindarilah kebiasaan merokok dan minum minuman alkohol karena kedua hal tersebut dapat memperburuk kondisi kebersihan mulut dan memicu munculnya radang gusi. Selain itu, alkohol juga dapat mengurangi produksi air ludah yang dapat mengiritasi jaringan mulut, sehingga menimbulkan bau napas tidak sedap.
Cara Mengatasi dan Mengobati Bau Mulut

Foto: lookstudio on Freepik
Berdasarkan penjelasannya, Dokter Gigi Eli juga memaparkan bahwa terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mengobati masalah bau mulut. Hal ini dapat dilakukan dengan mengeliminasi faktor penyebab bau mulut itu sendiri, seperti:
- Membiasakan diri untuk mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula
- Untuk para perokok, dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C secara rutin
- Rutin membersihkan gigi dan lidah secara menyeluruh dan baik
- Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi
- Menggunakan obat kumur yang mengandung bahan penetral bau seperti cetylpyridinium chloride (CPC), zinc chloride, atau chlorhexidine.
- Beberapa kondisi bau mulut yang disebabkan perut kosong atau puasa, hanya dapat diatasi dengan cara makan.
Pada kondisi tertentu dimana bau mulut terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan berkelanjutan, Mommies perlu melakukan tindakan tertentu, seperti:
- Pada penderita yang memiliki kondisi mulut dimana terdapat banyak karies gigi yang besar, maka penting untuk melakukan perawatan saluran akar gigi dan ditambal. Namun, apabila sudah tidak bisa dilakukan perawatan, maka sebaiknya harus dilakukan pencabutan gigi dan sisa-sisa akar yang tertinggal.
- Pada penderita yang memiliki banyak kalkulus atau karang gigi, disarankan untuk melakukan perawatan scaling di dokter gigi.
- Penderita yang menggunakan gigi palsu lepasan, disarankan untuk melepasnya pada malam hari dan membersihkan kotoran yang melekat pada gigi palsu untuk menghindari munculnya bau mulut.
- Rutin menyikat gigi dengan sikat gigi yang sesuai dan cara yang benar.
BACA JUGA: Terbongkar! Ini 10 Kesalahan Saat Mandi yang Sebenarnya Tidak Boleh Dilakukan!
Itulah penjelasan lengkap dari Dokter Gigi Eli terkait penyakit yang memicu bau mulut. Mulai sekarang, rutin menjaga kesehatan gigi dan mulut yuk, Mommies! Karena masalah bau mulut yang terjadi bisa menjadi salah satu tanda adanya penyakit tertentu yang diderita. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, ya.
Penulis: Nariko Christabel
Cover: benzoix on Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS