11 Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Emosional Rendah, Serta Cara Atasi

Parenting & Kids

Mommies Daily・26 Dec 2023

detail-thumb

Kecerdasan emosional anak usia dini sudah bisa dilihat, loh, Mommies. Coba cek apakah anak justru memiliki kecerdasan emosional yang rendah?

Istilah kecerdasan emosional atau Emotional Intelligence (EI) bukan lah hal baru. Namun, kini masyarakat mulai paham akan urgensi pengembangan emosi anak sejak usia dini. Sama halnya dengan kecerdasan otak, kecerdasan emosional anak sejak dini akan membuat mereka tumbuh jadi pribadi lebih baik.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk menjadi cerdas tentang perasaan, baik itu perasaan kita sendiri dan juga orang lain. Hal ini melibatkan kemampuan untuk memperhatikan, memahami, dan bertindak berdasarkan emosi dengan cara yang efektif.

Konsep ini dipopulerkan oleh buku tahun 1995, Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Penulisnya, psikolog Daniel Goleman, menggambarkan kecerdasan emosional memiliki lima bagian dasar, yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial.

Jika masih sulit untuk dipahami, contoh kecerdasan emosional anak kira-kira seperti ini:

Aby kesulitan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Alih-alih berteriak dan menyerah, dia memberitahu ibunya betapa frustrasinya dia dan meminta bantuan.

Atau

Susi mendapat kabar yang mengecewakan dari Tini dan membatalkan rencana mereka untuk main. Susi mengerti mengapa temannya tidak ingin bersosialisasi dan membuat rencana lain.

Terlihat simpel, ya , Mommies? Namun percayalah tak banyak anak yang bisa mengembangkan kecerdasan emosi mereka dengan sempurna di usia dini.

Jika orang tua dan orang sekitarnya tidak bisa membantu, maka anak akan cenderung memiliki kecerdasan emosional rendah.

BACA JUGA: Agar Anak Punya Kecerdasan Emosional Tinggi, Jangan Katakan Kalimat Ini!

Ciri-ciri Anak Mempunyai Kecerdasan Emosional Rendah

Anak Mommies mungkin memiliki kecerdasan emosional yang rendah jika mereka kesulitan dalam menjalin hubungan, karena kurangnya minat atau kepedulian terhadap kondisi emosional orang-orang di sekitarnya.

Berikut tanda-tandanya:

  1. Menolak untuk bertanggung jawab atas perasaan mereka dan malah menyalahkan keadaan emosional mereka pada orang lain.
  2. Kesulitan dalam menjalin hubungan karena kurangnya minat atau kepedulian terhadap kondisi emosional orang-orang di sekitar mereka.
  3. Mereka sering bertindak impulsif dan tanpa kendali karena perasaan yang sulit.
  4. Sering memperdebatkan suatu hal dan menolak untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang lain.
  5. Karena mereka mengalami kesulitan dalam memahami emosi orang lain, mereka mungkin mengatakan sesuatu yang tidak sensitif saat melihat orang yang kesulitan.
  6. Sering menghindar dari situasi yang penuh dengan emosi, untuk menghindari dampak emosional.
  7. Mereka juga sering menyembunyikan emosi mereka yang sebenarnya.
  8. Anak dengan kecerdasan emosi rendah sering kali kesulitan untuk memahami dan mengendalikan emosi mereka.
  9. Mereka mungkin menyerang secara reaktif tanpa memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan atau mengapa mereka begitu kesal.
  10. Anak dengan kecerdasan emosi rendah ingin dia yang selalu utama. Ia mungkin akan marah saat ada anak lain yang mendapatkan posisi juara dibandingkan dia.
  11. Anak dengan kecerdasan emosi rendah biasanya memiliki empati rendah. Jika keluarganya sakit dan ada hal yang harus dibatalkan, ia mungkin akan marah dan tidak mau mengerti.

BACA JUGA: Kata Psikolog, Ini Cara Tepat Mengasah Kecerdasan Anak yang Punya IQ Tinggi

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosi Anak

Sebagai orang tua, peran Mommies adalah membantu anak untuk mengembangkan kecerdasan emosi mereka. Berikut cara-caranya.

1. Doronglah permainan yang memfasilitasi pembelajaran sosial-emosional

Ada aplikasi untuk itu! Ada juga sejumlah strategi bermain dan permainan untuk keluarga yang dapat mengajarkan empati dan kesadaran emosional kepada anak sambil bersenang-senang.

2. Bantu anak menyebutkan perasaan mereka

Anak dapat mulai mengartikulasikan dan mengekspresikan emosinya dengan lebih baik dengan cara yang sehat ketika mereka tahu apa itu emosi.

3. Berikan contoh empati

Lakukan yang terbaik untuk menunjukkan bahwa Mommies memahami atau tertarik untuk memahami emosi orang-orang di sekitar, terutama pada anak.

4. Teruslah berlatih!

Ini adalah sebuah maraton, bukan perlombaan. Belajar dan meningkatkan kecerdasan emosional adalah sebuah perjalanan seumur hidup.

Memulai pengembangan kecerdasan emosi anak sejak dini dan terus berlatih secara konsisten akan mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang sehat dan cerdas secara emosional.

BACA JUGA: 15 Sopan Santun di Tempat Umum yang Harus Diajarkan kepada Anak Remaja

Ditulis oleh: Imelda Rahma

Cover: Image by jcomp on Freepik