10 Kata yang Menggambarkan Perempuan Indonesia, Hebat dan Inspiratif!

Self

Ficky Yusrini・22 Dec 2023

detail-thumb

Seperti di film superhero namun di kehidupan nyata, ini beberapa kata yang dapat menggambarkan para perempuan di Indonesia.

Sebelum menemukan karakter perempuan Indonesia, kita harus pahami dulu, siapakah perempuan Indonesia? Apa itu Indonesia? Sudah lama sekali kita kehilangan kepribadian, identitas, sebagai bangsa, sebagai Indonesia. Indonesia sebagai negara, sebagai bangsa, dengan segala kebudayaan, sejarah, kekayaan tradisi, nilai-nilai keluhuran, dan sebagainya.

Semua seolah tinggal cerita, karena faktanya kita jarang sekali menemukan karakter keluhuran bangsa kita, bahkan remah-remahnya pun susah ditemukan, tergerus oleh rasa rendah diri sama bangsa lain, malu, miris sama kelakuan masyarakatnya di masa sekarang, lebih bangga sama budaya luar. Ini yang perlu kita renungkan kembali. 

Dalam sejarah yang terekam, kita juga tidak banyak menemukan kiprah para pahlawan perempuan. Sangat sedikit jumlahnya. Entah karena memang tidak ada yang mencatat, atau, ada catatannya tapi sengaja tidak diangkat.

Padahal, studi-studi tentang para tokoh perempuan Indonesia di masa lalu ini sangat penting, supaya kita-kita, generasi saat ini maupun generasi mendatang, bisa meneladani, dan setidaknya menjadikan sebagai acuan bagaimana berkarakter dengan jati diri Indonesia. Sehingga ketika bicara satu karakter, tentunya ada rujukannya, ada sosoknya, dan bukan hanya tentang karakter perempuan di Indonesia.  

Namun demikian, bukan berarti tidak ada sama sekali karakter perempuan Indonesia. Mari kita telusuri kembali, dari jejak-jejak yang ada. 

BACA JUGA: Mengenal 10 Pahlawan Perempuan Indonesia dan Perjuangan Mereka

Kata-kata untuk Para Perempuan Hebat

1. Bijaksana

Merunut jauh ke belakang, sewaktu bangsa ini masih sebagai Kerajaan Majapahit, pernah dipimpin oleh sosok perempuan yang cerdas dan bijaksana. Ratu Tribhuwana Tunggadewi, yang menjadi penguasa Majapahit pada abad 14, mampu membawa Majapahit pada masa keemasan. Ratu Tribhuwana dikenal sebagai pemimpin yang tangguh dan punya tingkat kesadaran tinggi.

2. Keberanian

Kisah-kisah kepahlawanan seperti Cut Nyak Dien, adalah kisah tentang keberanian. Ia berani mempertaruhkan zona nyamannya, sebagai istri, sebagai ibu, sebagai bangsawan, tidak memikirkan kesenangan diri dan keluarga saja, dan memilih untuk berjuang, melawan kesewenang-wenangan, dan keberanian menghadapi norma sosial pada zamannya.

3. Cerdas

Seperti RA. Kartini yang banyak membaca buku, yang waktu itu semua berbahasa Belanda, untuk memperkaya wawasannya, dan kecerdasan itu bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk dibagikan ke kaumnya, kaum perempuan pada zamannya, agar sama-sama maju dan terbebas dari keterbelakangan. 

4. Militan

Seperti yang ditunjukkan oleh Sukarni Kartodiwirjo, perempuan asal Blitar yang turut berperan dalam kemerdekaan. Tanpa Sukarni, Indonesia mungkin tak akan memproklamasikan diri tanggal 17 Agustus 1945. Ia mewakili angkatan muda, menjadi salah seorang yang menculik Soekarno-Hatta dan memaksa kedua pemimpin itu menyatakan bahwa Indonesia sudah merdeka.

5. Kreatif

Penuh daya cipta, juga kemampuan mengatur strategi. Seperti yang ditunjukkan Nyi Ageng Serang, perempuan bangsawan yang juga melahirkan anak-anak bangsawan yang menjadi pejuang bangsa, salah satunya Ki Hajar Dewantara. Ia turut berperan dalam mengatur strategi perang melawan kolonialisme. 

BACA JUGA: Kuis Tes Pengetahuan tentang Pahlawan Nasional, Seberapa Tahu Anda?

6. Patriotik

Dari kata patriot, sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa. Seperti yang ditunjukkan oleh Laksamana Malahayati, pejuang dari Kesultanan Aceh di abad 16. Mengikuti jejak ayahnya yang seorang Sultan Aceh, Malahayati memimpin sekitar 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan) dalam peperangan di lautan.

7. Aktif

Pernikahan tidak seharusnya membuat perempuan kehilangan identitas dan sibuk dengan urusan keluarga saja. Inilah yang ditunjukkan oleh Maria Walanda Maramis, pahlawan asal Minahasa. Setelah menikah, Maria aktif menulis opini di surat kabar setempat bernama Tjahaja Siang.

Tulisannya banyak menyoroti tentang peran ibu dan perempuan dalam kehidupan. Ia dan beberapa rekannya mendirikan Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya atau PIKAT, yang memiliki misi, mendorong para ibu untuk aktif, berani mengutarakan pikiran, dan berperan dalam Pendidikan anak. 

8. Bersemangat

Selalu bersemangat dalam menjalankan apa pun peran dan profesi yang ditekuni. Tidak ada peran yang tidak penting. Seperti yang ditunjukkan Rasuna Said, perannya sebagai guru memimpin Kursus Putri, tidak membatasi ruang geraknya dalam peran-peran yang lain. Ia juga aktif di dunia politik, mahir berpidato dan berani membahas penindasan yang dilakukan pemerintah Belanda. Ia juga tidak takut dengan konsekuensi dari sikap kritisnya, harus menjalani hukuman penjara.

9. Berempati

Perempuan Indonesia sering dikenal memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain, berbeda dengan nilai Barat yang cenderung indivualistik. Hal ini misalnya ditunjukkan oleh Siti Walidah dikenal pula sebagai Nyai Ahmad Dahlan. Ia bukan hanya memberi support suami dalam menjalankan pergerakan untuk memberantas kebodohan, tetapi ia juga aktif terlibat menggerakkan kaum perempuan, dengan mendirikan organisasi perempuan untuk berjalan seiringan dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikan suaminya.

10. Progresif

Berpikiran maju, melampaui zaman, tidak berdiam pada keterbatasan. Itulah yang ditunjukkan oleh Martha Christina Tiahahu, pahlawan asal Maluku yang punya banyak akal dan tidak gentar pada musuh. Ia terlibat dalam pertempuran dan berani melempar batu ke musuh ketika amunisi habis.

Tak hanya keberaniannya, Martha juga dikenal sebagai pemimpin yang progresif. Ia meyakini bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa, dan ia berjuang tanpa kenal lelah untuk melepaskan tanah airnya dari belenggu penjajahan. Semangatnya menginspirasi para perempuan untuk ikut serta dalam perjuangan melawan penjajah.

BACA JUGA: Kuis: Tebak Tokoh Pahlawan Indonesia, Masih Ingat Sejarahnya?

Cover: Photo by Moose Photos on Pexels