Mengenal Bakteri Mycoplasma Pneumoniae yang Sudah Terdeteksi di Jakarta

Parenting & Kids

Katharina Menge・06 Dec 2023

detail-thumb

Setelah sebelumnya merebak di Singapura, bakteri Mycoplasma Pneumoniae kini sudah terdeteksi ada di Jakarta. Mari kita kenali fakta tentang bakteri ini.

Di akhir November lalu, kasus pneumonia di Singapura mengalami peningkatan yang sangat signifikan hingga mencapai angka 22 ribu kasus dan diketahui disebabkan oleh bakteri Mycoplasma Pneumoniae. Kasus ini juga kembali mewabah di China dan mengalami peningkatan di AS, Inggris, dan sekarang sudah kembali naik ke Indonesia.

Dilansir dari Detik News, per tanggal 5 Desember 2023, tiga anak di DKI Jakarta dilaporkan terpapar bakteri mycoplasma pneumoniae. Setelah kembali muncul ini, Kementerian Kesehatan RI sekarang sedang memverifikasi laporan tersebut dengan menguji sampel di laboratorium.

Dari laporan di DKI, diketahui data dari RS swasta melihat bahwa gejala klinis pasien mengarah ke mycoplasma pneumoniae. Tiga anak yang terpapar tersebut belum diketahui usia hingga jenis kelaminnya. Kondisi ketiganya pun tidak membutuhkan perawatan intensif alias nihil gejala berat.

Sambil berjaga-jaga, rasanya penting bagi Mommies untuk lebih memahami tentang bakteri mycoplasma pneumoniae dengan detail untuk menjaga kesehatan anggota keluarga di masa depan.

BACA JUGA: Fakta Pneumonia Misterius yang Menular di China

Apa itu Bakteri Mycoplasma Pneumoniae?

Dilansir dari National Library of Medicine, Mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang dapat menginfeksi manusia dan biasanya menyebabkan infeksi saluran pernafasan bagian atas.

Penyakit ini juga bisa menyebabkan pneumonia, dan merupakan salah satu penyebab paling umum dari pneumonia atipikal. Banyak infeksi luar paru yang disebabkan oleh infeksi Mycoplasma pneumoniae. Namun, hubungan sebab akibat masih belum diketahui

Dokter dari Rumah Sakit Anak Beijing menjelaskan bahwa Mycoplasma pneumoniae merupakan mikroorganisme patogen dengan ukuran antara bakteri dan virus. Karena kurangnya dinding sel, ia memiliki kemampuan alami untuk melawan antibiotik yang menargetkan sintesis dinding sel.

Mycoplasma pneumoniae utamanya ditularkan melalui droplet dan kontak langsung, dengan masa inkubasi satu hingga tiga minggu. Anak-anak berusia sekitar lima tahun adalah kelompok yang paling mudah tertular penyakit ini.

Apa Gejala Terserang Mycoplasma Pneumoniae?

Jika terpapar bakteri Mycoplasma pneumoniae, maka biasanya akan menunjukkan gejala berikut ini!

  1. Demam ringan,
  2. Batuk kering
  3. Sesak napas ringan (terutama saat beraktivitas)
  4. Kelelahan
  5. Rasa tidak nyaman

Pada anak-anak di bawah usia 5 tahun yang terkena infeksi Mycoplasma pneumoniae mungkin memiliki gejala yang berbeda dengan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Sebaliknya, mereka mungkin mengalami gejala seperti flu berikut:

  1. Bersin
  2. Hidung tersumbat atau berair
  3. Sakit tenggorokan
  4. Mata berair
  5. Mengi
  6. Muntah
  7. Diare

Kentika bakteri Mycoplasma pneumoniae sudah menyebabkan pneumonia (infeksi paru-paru), maka bisa muncul gejala berikut ini!

  1. Demam dan menggigil
  2. Batuk
  3. Merasa lelah
  4. Sesak napas

Begitu seseorang terinfeksi bakteri tersebut, gejalanya biasanya muncul setelah 1 hingga 4 minggu.

Pencegahan Penularan Mycoplasma Pneumoniae

Orang dapat menyebarkan Mycoplasma Pneumoniae kepada orang lain melalui batuk atau bersin. Jadi, sebaiknya waspadai orang-orang di sekitar Anda yang menunjukkan gejala di atas. Setelah terinfeksi, diperlukan waktu hingga 4 minggu bagi tubuh seseorang untuk menunjukkan gejala terpapar.

Sangat disarankan untuk menjaga kebersihan diri dan juga sekitar. Berikut beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan!

  1. Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu saat batuk atau bersin
  2. Masukkan tisu bekas ke dalam keranjang sampah
  3. Jika Anda tidak memiliki tisu, batuk atau bersin ke lengan atas atau siku, jangan ke tangan
  4. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik
  5. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol
  6. Tidurlah 6 hingga 8 jam per malam
  7. Makan makanan yang seimbang
  8. Praktikkan kebersihan yang baik dengan mencuci tangan sebelum makan atau setelah berinteraksi dengan orang yang terinfeksi.

BACA JUGA: Pneumonia pada Bayi, Ini Gejala dan Cara Diagnosanya

Cover: Freepik