banner-detik
#MOMMIESWORKINGIT

ART Masih Mudik dan Terpaksa Mengajak Anak Ke Kantor? Jangan Lakukan 6 Hal Ini, Ya, Mommies

author

Sisca Christina26 Apr 2023

ART Masih Mudik dan Terpaksa Mengajak Anak Ke Kantor? Jangan Lakukan 6 Hal Ini, Ya, Mommies

ART masih mudik, cuti sudah habis, nggak ada pilihan lagi selain mengajak anak ke kantor. Walau kantor cukup mendukung untuk bawa anak, tetap perhatikan dos dan don’ts-nya, ya, moms.

Ketika seorang ibu mengajak anaknya ke kantor, kebanyakan personil kantor sudah mahfum. Pasti sudah tak ada lagi bala bantuan yang bisa diharapkan untuk menajaga anak, sehingga jalan ninja terakhir harus mengajak anak ke kantor.

Walau kebanyakan kantor sudah ramah ibu, dan senang-senang aja kedatangan balita lucu nan ngegemesin yang bisa jadi “mainan” teman-teman kantor, tetap ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Jangan sampai membuat suasana di kantor jadi nggak nyaman, atau mommies jadi nggak fokus kerja. Supaya tetap nyaman, ini hal-hal yang sebaiknya mommies hindari saat mengajak anak ke kantor.

6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Mengajak Anak Ke Kantor

Membawa anak terlalu banyak

Selama mommies bisa menjaga lingkungan kantor tetap aman, membawa lebih dari satu anak sebetulnya masih lumrah. Terutama jika anak sudah cukup besar dan bisa kooperatif. Sulitnya, jika anak sama-sama balita, dan mungkin lagi seru-serunya main atau terkadang berselisih. Selain bisa menyebabkan suasana kantor jadi heboh dan membuat pekerja lainnya terganggu, mommies pun jadi kerepotan.

Jika mommies memiliki lebih dari dua anak bisa mempertimbangkan untuk berbagi tugas dengan suami. Misalnya si sulung ikut ke kantor suami, si anak tengah dan si bungsu ikut ke kantor mommies.

Tidak memberi tahu atasan

Sebelum memboyong anak ke kantor, beri tahu atasan terlebih dahulu. Ini agar atasan aware dengan kondisi mommies. Setidaknya, ia jadi bisa memaklumi kalau di hari tersebut mommies bakal lebih repot bekerja sambil memomong anak. Ia juga bisa mempersiapkan diri dengan situasi kantor yang mungkin akan lebih ramai.

Baca juga: Rekomendasi Yayasan Infal dan Kisaran Biayanya Saat ART Masih Mudik

Meminta rekan kerja jadi pengasuh

Pada umumnya, teman-teman di kantor pasti senang kedatangan tamu kecil. Bahkan, nggak keberatan untuk membantu menjaga sesekali jika mommies terdesak harus meninggalkan ruangan. Namun, bukan berarti mommies jadi mengandalkan teman kantor buat menjaga anak. Mereka juga memiliki pekerjaan yang harus dituntaskan.

Jadwal meeting padat dan sedang banyak deadline

Saat mengajak anak ke kantor, pastikan kondisi mommies sedang agak longgar. Kalau deadline sedang ketat, atau padat meeting, mommies malah bisa keteteran sendiri.

Tidak memberi pengarahan kepada anak

Anak perlu dipersiapkan dan diarahkan sebelum diajak ke kantor. Jika tidak, anak bisa saja kaget dan tidak nyaman atau mungkin terlalu excited sehingga rewel dan membuat mommies kerepotan. Beri tahu kepada anak bahwa ia akan diajak ke kantor mommies yang situasinya sangat berbeda dengan di rumah. Ini bisa jadi hal yang seru buatnya. Namun, ada hal-hal yang harus dipatuhi, sebab ia tak akan bisa melakukan hal sebebas di rumah.

Melepas anak bebas di kantor

Walau si kecil menggemaskan dan disukai teman-teman kantor, tetap jaga anak dalam jarak pandang mommies. Hindari anak eksplor ke seluruh ruangan kantor, mampir ke meja teman-teman mommies, berlari-lari di ruangan kantor dan melakukan apapun yang berpotensi mengganggu ketenangan kantor.

Siapkan berbagai kegiatan yang bisa dilakukan anak sambil duduk tenang, misalnya bermain puzzle atau lego, mewarnai, dan sejenisnya. Bila memungkinkan, mintalah ruangan khusus yang bisa dipakai untuk anak selama di kantor. Selain untuk berkegiatan, juga bisa untuk anak tidur siang.

Baca juga: Kuis: Fakta Ibu Kartini, Benar atau Salah?

Image by Freepik

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan