Pintar ngemong adik, eh tapi jadinya suka bossy juga. Itu tuh salah dua kebiasaan anak sulung pada umumnya. Mommies bisa relate?
Bukan hanya pola asuh dan genetik yang bisa memengaruhi sifat dan karakter anak. Ternyata, urutan lahirpun bisa memengaruhi sifat hingga kebiasaan anak. Memang, sih, korelasi antara urutan lahir dengan sifat anak ini belum disepakati oleh semua psikolog. Namun, coba perhatikan, si sulung pasti punya gaya yang berbeda dengan si bungsu, yang dipengaruhi oleh perannya masing-masing sebagai kakak dan adik.
Menurut psikolog Dr. Seda Gragossian, seperti dilansir dari Bustle.com, anak sulung sering dikaitkan dengan karakter kepemimpinan dan punya kepribadian yang kuat. Mereka bertanggung jawab dan cenderung teliti.
Anak sulung punya banyak karakter baik yang bisa bikin orang tua bangga. Namun, ada juga kebiasaan anak sulung yang bikin orang tua inhale-exhale. Apa saja sifat dan kebiasaan anak-anak sulung itu?
Lebih mandiri
Waktu bayi, anak pertama memang jadi pusat perhatian mama papa. Begitu adik (adik)-nya lahir, fokus orang tua terbagi ke anak tengah dan anak bungsu. Akhirnya, sadar atau tidak, orang tua jadi makin mengandalkan si sulung untuk bisa mandiri. “Kakak bisa sendiri, kan, ya? Mama urusin adik dulu, ya.”
Si kakak yang ngemong
Kalau jarak usia si sulung dan si bungsu jauh, pasti si kakak sering diminta bantuan mama papa untuk bantu jaga adik. Menyadari dirinya lebih tua, lebih besar dan lebih kuat, timbul empati anak sulung untuk membantu, menjaga dan melindungi adik-adiknya.
Lebih kuat
Anak pertama adalah anak yang kuat baik fisik maupun mental. Terutama saat kanak-kanak, di mana perbedaan ukuran tubuh dengan adiknya cukup menyolok. Dari segi mentalpun mereka umumnya lebih kuat dalam menghadapi persoalan.
Kakak yang pemberani
Si sulung merasa wajib untuk berada di garda terdepan untuk melindungi sang adik. Jika ada orang yang ingin isengin sang adik, dia akan maju menghadapi si pengganggu.
Suka memimpin dan mengarahkan
Dalam kegiatan berkelompok mereka ingin menjadi orang yang memimpin dan memberi arahan kepada tim. Mereka suka jika orang lain mengikuti instruksinya. Menurut studi dari University of Georgia, ini karena anak pertama cenderung memiliki jiwa kepemimpinan.
Baca juga: Sifat Umum Anak Bungsu dan Cara Tepat Orang Tua Mengasuh Mereka
Suka bertingkah bossy
Karena berjiwa pemimpin tadi, ditambah suka bertugas untuk menjaga adik, jadi timbul kebiasaan untuk memerintah adik-adiknya. Mereka ingin adik-adiknya menuruti perkataannya, dan kesal jika nggak diindahkan.
Merasa lebih tahu
Karena merasa paling tua dan tahu lebih banyak hal lebih dulu, anak sulung kadang bisa merasa lebih pintar. “Bukan begitu caranya, tapi begini, kan kamu belum tahu,” begitu katanya kepada sang adik.
Ikut-ikutan marahin adik
Kalau mama atau papa lagi menegur adik, si kakak terkadang bisa ikut-ikutan. Dia merasa sudah cukup besar untuk punya wewenang yang sama dengan orang tua, padahal belum, hehehe.
Baca juga: Agar Anak Perempuan Tidak Memiliki Princess Syndrome, Orang tua Perlu Lakukan Hal Ini
Bersikap iseng
Terkadang, karena tahu ia lebih besar, ia jadi suka berbuat iseng terhadap adiknya. Ia tahu, sang adik nggak akan bisa melawan karena lebih kecil. Tapi, pada umumnya sikap isengnya masih bisa ditolerir, sih. Hanya saja orang tua perlu mengarahkan supaya nggak kebablasan.
Ingin diprioritaskan
Anak pertama terkadang merasa lebih berhak mendapat ini dan itu lebih dulu dibanding sang adik. Misalnya laptop, “Kan aku lebih butuh untuk belajar dan mengerjakan tugas. Kalau adik, kan belum perlu.”
Itulah beberapa kebiasaan anak sulung. Tapi, tentunya nggak semua anak sulung otomatis punya semua kebiasaan ini, lho, ya. Setiap anak tetap unik dengan karakternya masing-masing. Jenis kelamin anak dan kebiasaan di keluarga pun bisa ikut memengaruhinya.
Baca juga: Ini 7 Hal yang Penting Diajarkan ke Anak Laki-laki