banner-detik
#MOMMIESWORKINGIT

7 Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Memergoki Perselingkuhan di Kantor

author

Fannya Gita Alamanda14 Feb 2023

7 Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Memergoki Perselingkuhan di Kantor

So, tanpa sengaja Mommies mengetahui 2 orang rekan kerja yang salah satu atau keduanya sama-sama sudah menikah ternyata menjalin affair atau perselingkuhan di kantor. Apesnya lagi, Mommies pun kenal pasangan mereka masing-masing. Duh!

Sedihnya, ini pemandangan yang banyak terjadi di kantor- kantor. Meski biasa, ini tetap bukan hal yang boleh dianggap wajar. Di sepanjang kita berkarier kemungkinan besar Mommies pernah mergokin teman kerja yang berselingkuh dengan sesama rekan kerja (atau bahkan bos). Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan ketika terpaksa mengetahui rahasia yang sebenarnya kita sendiri nggak kepingin tahu? 

1. Setel wajah pura-pura santai Anda

Ketika melihat seorang teman kantor menjalin affair atau perselingkuhan di kantor dengan rekan kerja kalian, bagaimana cara untuk menanggapi tanpa terlihat menghakimi, tapi juga tidak membenarkan perselingkuhannya? Hal terakhir yang Mommies butuhkan adalah dipaksa terlibat dalam hubungan terlarang itu. Menurut psikolog Meredith Fuller, respons pertama yang kita lakukan sangatlah penting.

“Saat dia tahu Anda sudah tahu dan memutuskan untuk duluan bicara dengan Anda, alih-alih memberi respon negatif, tanyakan bagaimana perasaannya,” saran Fuller. Cara ini memberi Mommies kesempatan untuk memahami perasaannya. Mungkin saja dia mengalami konflik batin. Sadar bahwa affair ini memang mengasyikkan sekaligus sangat menakutkan. Dengan begitu, Mommies bisa mendorongnya untuk terbuka tanpa menghakimi.

2 .Sarankan untuk cari bantuan

Jika melihat salah atau atau kedua pelaku perselingkuhan di kantor merasa bersalah, itu bagus. Mommies bisa ingatkan dia untuk cari bantuan profesional seperti psikolog atau penasihat perkawinan jika ia sudah menikah. Mereka adalah sumber bantuan yang tepat. “Di lubuk hati kebanyakan orang, setelah keseruan affair mereda, mereka bakal menyadari bahwa hubungan semacam ini lebih menjanjikan banyak masalah ketimbang sebaliknya,” kata Fuller. 

Merekomendasikan mereka untuk mencari bantuan profesional juga cara yang tepat jika tidak ingin terlibat terlalu jauh. Bayangkan jika Mommies juga kenal suami dan istri kedua si rekan kerja. Lagi pula, jika Mommies salah bicara malah pertemanan bisa rusak, suasana di kantor pun jadi runyam.

BACA JUGA: Tanda Sebelum Terjadi Perselingkuhan yang Perlu Diwaspadai, Menurut Studi 

3. Tetap netral

Tetapi bagaimana jika si rekan kerja maksa menanyakan pendapat Anda yang sebenarnya? Patuhi pepatah ini: stay neutral or stay out of it. Jangan katakan apa pun yang bisa menyakiti perasaannya. Jangan menghakimi tindakannya karena orang-orang tertentu justru akan semakin nekat. Anda bisa menjadi pendengar yang baik tanpa menjadi supporter atau mengkompromikan nilai-nilai moral Anda sendiri. 

4. Jangan menjadi si pemberi kabar

Worst case scenario: rekan kerja selingkuh dan sialnya, Mommies juga kenal pasangan mereka masing-masing. Apa yang harus dilakukan? Jangan menjadi si pembawa pesan! Mommies tentu tahu kan, biasanya orang yang menyampaikan kabar justru bakal jadi sasaran tembak. Tapi jangan juga menunjukkan sikap bahwa Mommies seolah berpihak kepada para peselingkuh. Jadi, mesti bagaimana, dong? 

Coba terapkan cara ini: “Saya nggak akan ngadu, tapi kalau saya ditanya, saya nggak akan berbohong.” Dengan begini, mereka tahu Mommies tidak menghakimi tindakan mereka, tapi di sisi lain, Mommies ingin mereka tahu Mommies memegang prinsip yang berbeda dan tidak mau berdusta demi menutupi perselingkuhan mereka. 

Tiga pilihan lain untuk menunjukkan sikap saat terjadi perselingkuhan di kantor

Mommies punya 3 pilihan lain untuk menghadapi perselingkuhan rekan kerja yaitu dengan katakan pendapat secara langsung, memberi clues, atau memutuskan bahwa itu bukan urusan Mommies dan tidak komentar apa pun. Tentu dengan konsekuensinya masing-masing.

5. Memutuskan untuk berbicara secara langsung

Mommies dapat menyampaikan dengan cara seperti ini: “Hei, kalau saya salah, tolong abaikan omongan saya. Tapi apa benar kamu dan si A berpacaran? Kalau benar begitu, mungkin kamu belum tahu bahwa si A sudah punya istri/suami. Saya nggak ada niat usil. Ini urusan kalian. Saya cuma mau kasih tau fakta itu.”

Pendekatan ini tentu ada risikonya. Jika ternyata dia sudah tahu selingkuhannya sudah menikah dan tetap melanjutkan perselingkuhan itu, yang terjadi kemudian hubungan kalian akan menjadi canggung. Dan dia bakal penasaran bagaimana pandangan Mommies terhadap dirinya, khawatir Mommies akan menghakiminya.

Namun di sisi lain, jika ternyata salah satu pihak tidak tahu teman selingkuhnya sudah menikah, Mommies mungkin telah membantu dia terlepas dari hal buruk yang akan dan bisa terjadi.

6. Menyampaikan secara tidak langsung (memberinya sinyal)

Misalnya, Mommies bisa seolah-olah sambil lalu bilang kalau Mommies kenal suami/istri selingkuhan teman kerja itu atau tahu tempat tinggalnya. Cara ini lumayan aman karena bisa dianggap sebagai obrolan basa-basi di pantry. Contoh: “Baguslah kalau teman sekantor bisa akrab seperti kamu dan si A. Anaknya si A selalu juara kelas katanya. Istrinya juga cantik dan baik.”

Memang ada beberapa orang yang tidak suka memberi clue alias lebih suka berterus terang. Tapi untuk situasi tertentu, kita memang harus fleksibel. Tentu dengan harapan akan ada kesempatan-kesempatan berikutnya untuk memberi petunjuk-petunjuk lain dan membuat si teman sadar bahwa Mommies dan banyak rekan kerja yang lain tahu dan tidak suka dengan perselingkuhan mereka.

7. Memutuskan bahwa semua ini bukan urusan Anda.

Well, dua rekan kerja Mommies itu adalah orang dewasa yang pasti tahu konsekuensi dari tindakan mereka, termasuk akibatnya terhadap rumah tangga dan reputasi mereka di kantor. Jika Mommies putuskan untuk sama sekali nggak mau ngomong apa pun dan tidak ingin ikut campur, nggak ada juga yang boleh menyalahkan Mommies meskipun ada risiko orang-orang beranggapan Mommies nggak peduli.

BACA JUGA: MD Ask the Expert, Dampak Perselingkuhan Orangtua terhadap Anak, Apa Kata Psikolog Anak?

Cover: Image by user15285612 on Freepik

Share Article

author

Fannya Gita Alamanda

-


COMMENTS