5 Bentuk Gaslighting yang Sering Dirasakan Ayah di Tempat Kerja, Nomor 5 Paling Menyebalkan

Work & Career

Dhevita Wulandari・08 Nov 2022

detail-thumb

Gaslighting ternyata sering terjadi di tempat kerja, bukan hanya pada ibu bekerja, tapi juga pada ayah. Ini 5 bentuk gaslighting yang sering dirasakan ayah.

Istilah gaslighting umumnya terjadi pada pasangan dalam sebuah hubungan, namun ternyata istilah ini juga ada dan terjadi di tempat kerja. 

Gaslighting adalah kondisi memanipulasi seseorang sehingga orang lain merasa ragu pada dirinya sendiri. Para pelaku gaslighting akan membuat korban selalu merasa bersalah dan berpikir bahwa dia lah si ‘penjahat’ atau dia lah yang ‘gila’.

Sementara, mengutip dari Purewow.com, gaslighting yang terjadi di tempat kerja adalah ketika seseorang mengabaikan apa yang kita ketahui sebagai kebenaran dan membuat kita mempertanyakan fakta kebenaran tersebut. Atau dengan kata lain, mereka memutarbalikkan informasi, kata-kata, dan perilaku secara sengaja dan tidak sengaja untuk membuat kita merasa bingung, meremehkan perasaan, dan menghalangi kita dari kesuksesan. Pelakunya bisa berasal dari sesama rekan kerja maupun atasan di kantor.

Bukan hanya pada ibu bekerja, gaslighting pun ternyata dialami dan  dirasakan oleh para ayah di tempat kerja. Ini beberapa bentuk gaslighting yang sering dirasakan para ayah.

BACA JUGA: Perusahaan Ramah Ayah di Indonesia, dari Cuti Melahirkan 6 Minggu Hingga Bantuan Biaya Bayi Tabung

1. Selalu mendapat feedback buruk dalam pekerjaan

Padahal sudah bekerja dengan sungguh-sungguh dan teliti, namun tetap saja diberikan penilaian buruk dan negatif atas apa yang sudah dikerjakan. Hal ini merupakan salah satu bentuk gaslighting yang bisa terjadi pada ayah. Jika ini yang terjadi, berarti atasan atau bos di kantor sedang memanipulasi lewat jabatan dan kekuasaan yang dimilikinya. Jangan hilang semangat dulu, untuk memastikan hal tersebut Ayah bisa bertanya pada rekan kantor lainnya apakah memang kinerja yang sudah dilakukan buruk atau tidak seperti yang dikatakan oleh atasan.

2. Tidak diikutsertakan dalam rapat penting

Sering tidak diikutsertakan dalam rapat padahal Ayah merasa punya andil dan merupakan bagian dari tim tersebut, namun tiba-tiba diberikan tugas mengenai hasil rapat yang bahkan Ayah tidak tahu detailnya seperti apa? Bisa jadi Ayah memang sedang di-gaslighting oleh atasan dan rekan kerja. Untuk mengetahui siapa dalang dibalik situasi ini, cobalah untuk cari tahu penanggung jawab rapat tersebut.

3. Merasa tidak senang dengan pencapaian atau prestasi

Hasil kerja keras Ayah akhirnya dipuji oleh atasan, bahkan sampai diberikan kenaikan jabatan. Hal ini tentu saja membuat gaslighter tidak senang melihat prestasi yang Ayah dapatkan di tempat kerja. Sebagai manipulator handal, ia akan mengatakan kata-kata yang membuat Ayah merasa prestasi ini tidak ada artinya dan biasa saja. Yang awalnya Ayah merasa senang dan bangga pada diri sendiri, akibat kata-katanya Ayah malah berpikir yang sama atau bahkan merasa kalau kerja keras Ayah sia-sia.

4. Digosipkan dengan rekan kerja

Untuk merusak reputasi Ayah di kantor, si gaslighter bisa saja membuat gosip kedekatan Ayah dengan rekan kerja wanita. Ia akan membuat Ayah dipandang tidak baik oleh rekan kerja lainnya. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang yang iri dan tidak suka dengan Ayah, sehingga sebaiknya jangan langsung termakan gosip dan emosi. Coba tanyakan pada orang lain darimana gosip tersebut didengar, dan cari sumbernya. Ketika sudah menemukan si pelaku penyebar gosip tidak benar, Ayah berhak berbicara dan mengatakan bahwa ia pembohong dan penyebar berita palsu.

5. Membebankan kesalahannya pada orang lain

Salah satu sifat buruk gaslighter adalah ia akan membebankan kesalahannya pada orang lain. Ia tidak akan mau bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat dan akan mencari objek yang ia rasa lemah dan mudah dipengaruhi untuk dibebankan oleh kesalahan tersebut.

BACA JUGA: 5 Kelebihan Punya Atasan Laki-laki yang Sudah Berkeluarga, Apa Saja?

Cover image: Photo by Yan Krukov on Pexels