banner-detik
SELF

Sifilis Pada Perempuan. Ternyata Bisa Berakibat Fatal.

author

dewdew15 Sep 2022

Sifilis Pada Perempuan. Ternyata Bisa Berakibat Fatal.

Ada 4 tahapan penyakit Sifilis pada perempuan. Ketahui gejalanya dan cara penanganannya agar tak berkembang menjadi fatal.

Seringkali orang menganggap bahwa Infeksi Menular Seksual (IMS) Sifilis hanya terjadi pada pria saja. Eits, jangan salah, ternyata sifilis pada perempuan juga banyak, lho. Sifilis umumnya menyebar melalui hubungan seks vaginal, oral, hingga anal. Namun begitu, wanita hamil yang terinfeksi sifisilis sangat mungkin menyebarkan sifilis ke bayinya. Pada dasaranya Sifilis mudah diobati, jika segera ditangani terutama pada tahap awal. Sayangnya, tanpa pengobatan, sifilis akan berkembang hingga tahap akhir dan dapat merusak organ tubuh Anda, menyebabkan penyakit parah dan bahkan kematian.

Gejala Sifilis pada perempuan

Penyakit Sifilis memiliki 4 tahapan dan setiap tahap memiliki gejala yang berbeda.

Stage Primary: Pada area vulva, vagina, leher rahum, anus, rektum, bahkan lidah atau bibir (bila tertular melalui oral seks) akan muncul luka. Terkadang ada lebih dari satu luka yang terasa keras, bentuknya bulat, kecil, dan tidak nyeri. Waktu antara infeksi sifilis dan munculnya luka dapat berkisar antara 10 hingga 90 hari (waktu rata-rata adalah tiga minggu). Pada tahap ini, Sifilis dapat ditularkan ke orang lain melalui kontak dengan luka selama hubungan seks vaginal, oral, atau anal. Sakit biasanya berlangsung tiga sampai enam minggu dan hilang dengan sendirinya. Tetapi jika infeksi sifilis tidak diobati, dapat berlanjut ke tahap kedua.

Stage Secondary: Tahap kedua dimulai saat luka mereda atau hingga beberapa minggu setelahnya. Biasanya akan muncul ruam pada satu atau lebih area tubuh. Beberapa atau semua gejala di bawah ini dapat muncul:

  • Ruam kulit dengan bintik-bintik kasar, merah, atau coklat kemerahan. Ruam mungkin muncul di perut, dada, telapak tangan, atau bagian bawah kaki Anda. Ruam biasanya tidak gatal.
  • Muncul luka di tenggorokan, mulut, atau leher rahim
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar 
  • Rambut rontok 
  • Sakit kepala dan nyeri otot
  • Penurunan berat badan
  • Merasa kelelahan

Stage Inactive/Latent: Tahap tidak aktif, atau laten, sifilis dimulai ketika gejala dari tahap pertama dan kedua hilang. Sifilis tahap laten dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Selama tahap ini, infeksi menetap di tubuh meskipun Anda tidak merasakan tanda atau gejala. Di tahap ini, penderita Sifilis tidak dapat menularkan sifilis kepada orang lain. Tetapi selama tahun pertama masa laten, gejala tahap kedua (seperti ruam atau sakit) dapat kembali pada sebagian perempuan. Nah, jika di saat tersebut luka muncul, Sifilis tetap dapat ditularkan.

Stage Late/Tertiary: Pada tahap akhir, Sifilis dapat melukai organ tubuh, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian. Kerusakan ini dapat menyebabkan masalah saraf, kelumpuhan, kebutaan, tuli, demensia, dan masalah kesehatan lainnya. Sifilis stadium lanjut bahkan dapat menyebabkan kematian. 

Baca juga: Ciri-Ciri Vagina Sehat yang Harus Kamu Ketahui

Penanganan Sifilis pada perempuan

Segera ke dokter spesialis kulit dan kelamin jika mommies menemukan gejala Sifilis. Pada umumnya, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mengobati sifilis di semua tahap. Berapa banyaknya, tentu dokter yang akan menentukan. Semuanya tergantung ada di tahap mana Sifilis yang Anda alami.  Hindari melakukan hubungan seks sampai luka sipilis benar-benar hilang. Pastikan suami juga dites, ya. Jika mereka menderita Sifilis, ia juga butuh pengobatan.

Yang perlu diingat, Sifilis dapat disembuhkan jika ditangani sejak dini. Jika dibiarkan, Sifilis dapat merusak jantung atau otak yang sangat mungkin menyebabkan kerusakan permanen jika tidak diobati. 

Photo by Alexandru Zdrobău on Unsplash

Share Article

author

dewdew

Mother of Two. Blogger. Make-Up Lover. Skin Care Amateur. Beginner Baker. Entrepreneur Wannabe. And Everything in Between. www.therusamsis.wordpress.com


COMMENTS