Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Ini 7 Fakta Tentang Dirinya Saat Menjadi Orang tua

Lifestyle

Katharina Menge・09 Sep 2022

detail-thumb

Kabar Ratu Elizabeth II meninggal dunia tinggalkan banyak kenangan, termasuk fakta tentang dirinya sebagai orang tua yang banyak melanggar aturan kerajaan tapi pantas jadi panutan!

Keluarga kerajaan Inggris kini tengah berduka pasca meninggalnya Ratu Elizabeth II pada Kamis (8/9) waktu setempat di Balmoral, Skotlandia. Diketahui sebelumnya Ratu Elizabeth II berada di bawah pengawasan medis setelah dokter istana mengkhawatirkan kondisi kesehatan beliau.

Tentu ada banyak hal yang menjadi kenangan akan sosok Ratu Elizabeth II, mulai dari kebaikannya kepada rakyat Inggris, gaya kepemimpinannya, segala kebijakannya, hingga gaya parenting dia dalam membesarkan anak-anaknya, yaitu Raja Charles III, Pangeran Andrew, Adipati York, Anne, Putri kerajaan, dan Pangeran Edward, Earl dari Wessex.

Keluarga Kerajaan dikenal memiliki banyak aturan dan tradisi yang mengejutkan, dan semua anggota Keluarga Kerajaan diminta untuk patuh akan hal tersebut. Namun dalam hal pengasuhan anak ternyata Ratu Elizabeth II punya cara tersendiri dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu.

BACA JUGA: 5 Pendidikan Tambahan yang Harus Dijalani Keluarga Kerajaan Inggris

Fakta Ratu Elizabeth II Saat Menjadi Orang Tua

Sudah jadi rahasia umum kalau gaya pengasuhan Ratu Elizabeth II banyak melanggar protokol kerajaan utama. Tentu saja hal itu dia lakukan demi membesarkan keempat anak-anaknya menjadi pribadi dan penerus kerajaan yang terbaik. Intip aneka faktanya di bawah ini!

1. Awalnya takut jadi orang tua

Ratu Elizabeth II digambarkan sebagai orang yang percaya diri, tetapi seperti kebanyakan ibu yang baru lainnya, dia gugup menjadi seorang ibu. Bukan karena dia memiliki lebih banyak tanggung jawab di pundaknya daripada kebanyakan ibu lain, tetapi dia juga tidak mendapatkan banyak bimbingan dan pendampingan dari ibunya.

Robert Lacey, sejarawan dan penulis The Crown: The Official Companion, mengatakan kepada Town & Country, bahwa sang Ratu takut ketika memulai perjalanannya sebagai seorang ibu. Namun dia bertumbuh dari pekerjaannya dan kehadiran anaknya berturut-turut membantu menghilangkan ketakutannya.

2. Memilih menyusui sendiri anak-anaknya

Dikutip dari Guardian, pada tahun 2013 lalu sejarawan Amy License mengungkapkan bahwa gagasan bagi para bangsawan untuk menyusui anak-anak mereka adalah fenomena yang relatif baru dan digagas oleh Ratu Elizabeth II. Sang Ratu yang menyusu ketika dilahirkan memilih untuk menyusui anak-anaknya juga.

Selama berabad-abad yang lalu, wanita kerajaan tidak lebih dari figur simbolis yang bertugas melahirkan anak demi anak untuk mengamankan sebuah dinasti. “Menyusui itu adalah kontrasepsi alami,” jelas Amy. Jadi ketika lahir sang bayi akan disusui oleh orang lain sehingga Ratu bebas untuk kembali menjalankan tugas Kerajaan dan hamil lagi anak selanjutnya.

Namun Ratu memilih untuk menyusui anak-anaknya sendiri sehingga dia jadi sosok pertama yang melanggar protokol Kerajaan Inggris yang telah ditegakkan selama ratusan tahun.

3. Meminta Pangeran Philip mendampinginya melahirkan

Dalam bukunya My Husband and I: The Inside Story Of 70 Years Of Royal Marriage, Ingrid Seward, pakar kerajaan mengungkapkan bahwa Pangeran Philip memegang tangan Ratu ketika dia melahirkan Pangeran Edward.

“Sang Ratu, yang pada saat itu berusia 37 tahun, meminta suaminya untuk berada di sana. Ratu rajin membaca majalah wanita yang menekankan pentingnya melibatkan ayah dalam persalinan dan menjadi terpesona oleh gagasan itu,” ungkap Inggrid.

Fakta itu membuat Pangeran Philip menjadi ayah kerajaan pertama dalam sejarah modern yang menyaksikan kelahiran salah satu anaknya.

4. Menjalani empat persalinan yang berbeda

Untuk menjadi orang tua dari empat anak ternyata bukan jalan yang mudah bagi Ratu Elizabeth II. Beliau diketahui melahirkan keempat anaknya dengan cara yang berbeda-beda.

Setelah 30 jam persalinan, Pangeran Charles lahir melalui operasi caesar pada tahun 1948 di Istana Buckingham. Dua tahun kemudian, Putri Anne lahir di kediaman kerajaan bernama Clarence House di London, karena istana sedang direnovasi setelah perang.

Untuk kelahiran Pangeran Andrew pada tahun 1960, ratu dimasukkan ke dalam Twilight Sleep dan Andrew lahir menggunakan forsep. Untuk Pangeran Edward di tahun 1964, Pangeran Philip mendampinginya untuk menyaksikan kelahiran anak bungsunya sambil memegang tangan istrinya.

5. Ajarkan anak-anaknya mencintai alam

Ratu Elizabeth II dikenal karena kecintaannya pada alam dan hewan. Sejak muda, dia sangat tertarik dengan kegiatan menunggang kuda dan sering menikmati kegiatan di luar ruangan, seperti piknik atau sekadar jalan-jalan sore di pekarangan. Baik itu pekarangan dan taman rumahnya di Istana Buckingham atau Kastil Windsor atau Balmoral atau Sandringham.

Ratu menyukai gagasan menikmati kehidupan di luar tembok istana. Hebatnya lagi adalah kenyataan bahwa dia juga telah mewariskan kecintaannya pada alam itu kepada anak, cucu, hingga cicitnya. Pangeran Charles diketahui sangat suka berkebun sementara Putri Anne dan putrinya, Zara Tindall, gemar berkuda. Ketiga cicitnya, anak dari Pangeran William, juga dikenal mencintai alam.

6. Memilih sekolah yang berbeda untuk anaknya

Baik Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip setuju bahwa anak-anak mereka tidak akan menjalani home schooling di rumah seperti anak-anak kerajaan sebelumnya. Namun keduanya memutuskan untuk mengirimkan anak-anak mereka ke boarding school atau sekolah asrama.

Pangeran Philip ingin Charles dikirim ke sekolah Gordonstoun di Skotlandia, tempat dia sekolah dulu. Dilansir dari The News, kala itu Ibu Suri menentang mengirim Charles begitu jauh dari rumah. Beliau menulis surat kepada Ratu Elizabeth II di tahun 1961 yang isinya melarang kepergian Charles ke sekolah asrama. Namun keputusan pasangan tersebut sudah bulat.

7. Tidak suka dipanggil Mummy di depan umum

Karena tugasnya sebagai seorang pemimpin negara, Ratu Elizabeth II sepertinya tidak suka dipanggil ‘Mummy’ oleh anak-anaknya di depan umum. Meski sudah berusia lanjut, beliau ternyata masih tidak nyaman dengan panggilan sayang dari anak-anaknya itu.

Pada pesta ulang tahunnya yang ke-92 di Royal Albert Hall tahun 2018 lalu, Pangeran Charles naik ke atas panggung untuk bersulang kepada ibunya. Awalnya dia memanggilnya “Yang Mulia,” tapi kemudian dia memanggilnya “Mummy.” Pada saat itu, mata Ratu menjadi sangat lebar dan dia memutarnya, membuat para penonton tertawa. Tampaknya dia tidak menyetujui istilah itu di depan umum!

Selamat jalan, Ratu Elizabeth II! Semoga jasa dan pelajaran baik dari dirimu selalu dikenang.

BACA JUGA: 38 Inspirasi Nama Bayi yang Berasal dari Nama Keluarga Kerajaan Inggris

Cover: USA Today