Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Menghangatkan ASI Perah

#MommiesWorkingIt

RachelKaloh・04 Aug 2022

detail-thumb

Mommies, coba cek, apakah masih sering melakukan kesalahan ini ketika menghangatkan ASI perah?

Menyiapkan ASI Perah (ASIP) bisa dibilang memang agak tricky alias, ya, memang nggak bisa sembarangan! Proses menghangatkan ASI perah yang salah dapat mengubah kualitas ASI. Itulah sebabnya, ibu bekerja perlu memberikan brief yang jelas dan lengkap pada support system-nya, siapapun yang akan menjaga bayi dan memberikan ASI selama ia bekerja. Sebisa mungkin, hindari kesalahan-kesalahan berikut ini!

Tidak memindahkan ASI di kulkas secara bertahap

ASIP yang beku di freezer perlu terlebih dahulu dipindahkan ke kulkas bagian bawah (chiller), lakukan ini di malam hari sebelumnya. Kemudian ketika mengeluarkan ASIP, diamkan dulu beberapa menit di suhu ruangan. Mendekati jam minum bayi, kira-kira 15 menit sebelum minum, hangatkan ASIP dengan perubahan suhu secara bertahap. Siram wadah ASI dengan air keran yang mengalir, kemudian, rendam ASIP dengan air hangat.

Mengeluarkan ASIP secara acak, tidak sesuai tanggal

Di sinilah pentingnya mencatat tanggal dan jam pada kantong ASIP yang digunakan, agar Mommies maupun pengasuh bayi bisa menjadwalkan ASIP yang mana dulu yang perlu diberikan pada bayi. Memang, sih, tidak ada aturan yang sebaku itu dalam hal pemberian ASIP. Namun, buat ibu yang sehari-harinya bekerja di kantor, pemberian ASIP secara berurutan akan sangat membantu. Meski ASI beku bisa bertahan bahkan hingga 6 bulan di freezer, dengan adanya tanggal pada kantong ASIP, pemberian ASI akan lebih mudah dilakukan karena sudah ada jadwalnya.

Tidak membuat jadwal minum bayi

Umumnya, bayi mulai mengonsumsi ASIP di usia 3 bulan ke atas, yang mana permintaan menyusunya tidak lagi seperti bayi baru lahir. Buat Ibu yang mendapatkan cuti melahirkan 6 bulan, bayi bisa dilatih untuk minum ASIP sebelum kembali bekerja. Meski permintaan menyusunya tidak lagi setiap dua jam, sebaiknya tetap buat catatan jadwal minum bayi. Hal ini, kembali lagi, untuk memudahkan pengasuh saat memberikan ASIP. Dengan demikian, kecil kemungkinan buat ASI dikeluarkan terlalu lama di suhu ruangan yang dapat membuatnya cepat basi. 

Membiarkan ASI terlalu lama di suhu ruangan

Meski sudah dijadwalkan, ada kalanya bayi menolak ASI saat jam menyusu datang. Ketika hal ini terjadi, perhatikan bahwa ASI yang sudah dihangatkan dan siap diminum punya keterbatasan waktu untuk disajikan. Bila dalam waktu dua jam ke depan bayi masih menolak, terpaksa ASI tersebut harus dibuang dan diganti dengan ASI yang baru. Selain karena ASI tersebut sudah melalui proses penghatanan, kita tidak bisa tahu persis apakah suhu ruangan stabil dan kualitas ASI tetap terjaga. 

Menerapkan jeda dalam pemberian 1 botol ASI

Seperti disebutkan di atas, ASI yang terlalu lama di suhu ruangan tidak bisa kita jamin kualitas dan keamanannya, demikian pula ketika menerapkan jeda dalam pemberian ASI. Sebaiknya, dalam 1x jadwal minum, ASI langsung dihabiskan. Ketika bayi berhenti minum, hindari menyimpan ASI untuk jeda waktu 30 menit sampai dengan 1 jam, karena kualitas ASI bisa berubah. Lebih baik, buang sisa ASI dan dalam waktu 1-2 jam ke depan, berikan ASI yang baru.

Yang juga penting, selain memerhatikan cara penyajian ASIP, pastikan wadah tempat menyimpan ASIP, baik yang bentuknya botol kaca, botol plastik, maupun kantong, semua dalam keadaan aman dan tidak rusak.

Semangat menyusui, ya, Mommies!

Baca juga: 

Rekomendasi Bra dan Baju Menyusui untuk Ibu Bekerja

MD Review Head to Head: Breast Pump Medela Swing VS Opia Pearl

Baby powder photo created by wirestock – www.freepik.com