banner-detik
SELF

7 Hal yang Saya Sesali Tidak Saya Lakukan di Usia 20-an

author

Sisca Christina12 Jul 2022

7 Hal yang Saya Sesali Tidak Saya Lakukan di Usia 20-an

Nomor satu dan lima adalah hal yang paling saya sesali karena tidak sempat saya lakukan sejak usia 20-an. Kalau mommies gimana?

Banyak keinginan, sedikit waktu. Itu tuh yang jadi kendala dari dulu buat melakukan banyak hal saat usia masih belia. Selain kurang waktu, juga kurang tekad, jadinya waktu berlalu tanpa bisa terlaksana. Sekarang? Nyesheelllll! Hahahaha.

Untungnya, sih, nyeselnya nggak sampai ke ubun-ubun. Sebagian besar diterima dengan lapang dada. Habis, mau apa lagi? Paling bisanya kejar sekarang apa yang bisa dikerjakan. Kalau nggak bisa? Ya sudah, move on aja!

Kira-kira ini nih beberapa hal yang saya sesali karena nggak sempat atau nggak kepikiran buat dilakukan sejak dulu di kala usia masih belia.

Rutin skincare-an

Dulu, saat usia 20-an, skincare yang saya pakai itu ngikutin ibu saya aja. Padahal ibu saya juga nggak tau-tau banget. Yang penting pakai susu pembersih (iya, dulu masih jamannya pakai susu pembersih, bukan micellar water!), cleanser, penyegar (toner) dan pelembap (moisturizer). Boro-boro kenal serum-seruman, pakai sunscreen aja nggak! Sudah gitu, nggak benar-benar mengenal dan mengerti jenis kulit sendiri. Jadi produk yang dipakai belum tentu sesuai dengan jenis kulit, hikss. Suka facial sih di klinik kecantikan, tapi treatment di rumah sehari-harinya nggak telaten. Andaikan dari dulu sudah rajin skincare-an, pasti kulit saya sekarang udah glowing ampun-ampunan!

Rutin olahraga

Kalau aja sejak usia 20-an saya sudah rutin berolahraga, pasti tubuh di usia sekarang jadi lebih fit. Biar bagaimanapun, punya berat badan ideal tentunya bikin badan lebih sehat, di samping lebih kece!

Baca juga: 9 Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan di Usia 40-an agar Tetap Sehat dan Awet Muda

Belajar menyetir mobil

Salah satu hal yang saya sesali nggak dilakukan saat usia 20-an yaitu menyetir mobil. Akibatnya sekarang saya kesulitan untuk pergi ke mana-mana sendiri, walau jaraknya nggak begitu jauh. Kalau saja bisa nyetir sendiri, sekarang enak bisa antar anak sekolah, les, atau jalan-jalan, nggak bergantung dengan suami. Padahal mungkin dulu lebih enak belajarnya, saat jalanan belum bertambah parah macetnya seperti sekarang.

Berpindah-pindah kerja

Sebelum menggeluti pekerjaan sekarang, saya hanya sempat bekerja di dua perusahaan, dengan periode kerja masing-masing yang lumayan lama. Bekerja di banyak perusahaan berbeda bisa bikin pengalaman dan pengetahuan lebih kaya.

Melanjutkan studi pascasarjana

Seharusnya, dari dulu saya kumpulkan niat dan tekad untuk menggapai cita-cita untuk melanjutkan studi S2. Mungkin karena saya sudah dua kali kuliah juga, D3 dan S1, jadi rasanya mau lanjut S2, kok nggak kelar-kelar? Sementara sekarang saatnya menghimpun dana untuk jatah pendidikan anak. Well, saya sudah kubur dalam-dalam cita-cita saya yang satu itu. Mau kuliah lagi rasanya sudah direpotkan dengan pekerjaan, mengurus anak dan rumah tangga. Kok nggak sanggup nambah satu urusan lagi? Ya, sudahlah, hehehe.

Rutin jalan-jalan aka plesiran

Di usia 20-an saya jaraaaannng banget jalan-jalan, ngebolang ke berbagai tempat. Padahal dulu punya cita-cita keliling Indonesia. Tapi saat awal bekerja, kerjaan saya mengharuskan untuk sering lembur. Jadi kurang banget waktu buat healing. Kalau dulu sering-sering plesiran bareng sahabat-sahabat, pasti seru! Sekarang udah syulit ninggalin bocah-bocah pergi lama-lama.

Ikut kursus seni hingga bisnis

Mengikuti workshop ini dan itu, training ini dan itu, belajar ke sana ke mari, kursus-kursus singkat, ikut klub olah raga atau komunitas lain, hingga kursus profesional, adalah salah satu hal yang saya sesali. Sekarang, yang ada sibuk mencarikan kelas-kelas seru buat anak. Tapi, sekarang saya lagi mencoba kembali mencari-cari kegiatan baru, yang dulu belum pernah saya lakukan, biar hidup lebih bervariasi.

Well, walau sedikit menyesal nggak dilakukan sejak dulu, namun better late than never, kan? Masih ada waktu buat rajin skincare-an, rutin olahraga dan melakukan segala hal lainnya yang nggak sempat kita lakukan di masa muda dulu. Memang nggak semua, sih, bisa kita kejar sekarang. Ada beberapa hal yang kita nggak bisa lakukan lagi, karena waktu nggak bisa diputar mundur. Prinsipnya, ubahlah apa yang bisa kita ubah sekarang. Tapi untuk hal-hal yang kita nggak bisa ubah, kita nikmati aja. Setidaknya kita sudah review diri sendiri, dan mau improve diri jadi lebih baik.

Kalau mommies sendiri apa hal yang mommies sesali nggak dilakukan sejak usia 20-an dulu?

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS