Jenis-Jenis KB dan Kelebihan Serta Kekurangannya

Self

RachelKaloh・29 Jun 2022

detail-thumb

Buat yang sedang menunda kehamilan, simak kelebihan dan kekurangan beragam jenis KB berikut ini.

Idealnya, memang hamil itu direncanakan, ya, khususnya buat yang sudah punya anak. Tujuannya, sih, lebih kepada persiapan orangtua saat harus punya anak lagi, baik anak kedua maupun anak ketiga, dan seterusnya. Saya sendiri penganut dua anak cukup dan baru-baru ini memutuskan untuk pasang IUD, setelah sempat mencoba jenis KB lain. Buat membantu Mommies memutuskan mana yang paling sesuai, simak kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis KB berikut ini!

KB Alami

Alias ejakulasi di luar. Tentu saja, untuk jenis KB yang satu ini yang pegang peran besar adalah suami. Banyak pasangan yang mengandalkan KB ini karena sudah merasa cukup mahir dan terbukti bisa mengatur jarak kehamilannya. Namun, risiko tentu saja tetap ada karena kemungkinan untuk sperma terbuang di dalam juga besar.

Kondom

Jenis KB lain yang digunakan oleh pria. Buat sebagian perempuan, bahan kondom bisa terasa tidak nyaman, bahkan tidak sedikit perempuan yang alergi latex. Kemungkinan bocor juga tentu ada, ingat, kan gimana Ross and Rachel di Friends akhirnya bisa punya anak? Meski demikian, kondom adalah alat KB yang paling mudah dicari, harga relatif murah, dan praktis. 

Pil KB

KB jenis ini diperuntukkan bagi perempuan dan merupakan KB hormonal. Artinya, bagi Mommies yang memiliki alergi atau penyakit tertentu dan rentan terhadap obat-obatan hormonal, perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Selain itu, pil KB perlu dikonsumsi secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya agar efektif. Harganya juga beragam, pastikan pilih yang sesuai dengan kebutuhan Mommies, ya, terutama bila masih menyusui. 

Implan

Jika pemasangan dilakukan dengan benar, KB implan dapat mencegah kehamilan selama 3 tahun. Sama seperti pil KB, implan merupakan jenis KB hormonal, di mana hormon progestasional dosis rendah akan dimasukkan ke dalam tubuh untuk mencegah kehamilan. Bentuk implan sendiri berupa batang plastik seukuran batang korek api yang akan dimasukkan ke lengan atas, tepat di bawah kulit. KB implan ini aman bagi ibu menyusui dan bisa dicover oleh BPJS. Namun, tentu saja, tetap berisiko terutama bagi ibu dengan riwayat penyakit tertentu dan yang tidak cocok dengan KB jenis hormonal.

Baca juga: Ingin Memasang KB Tapi Pasangan Tidak Mau? Ini Tips Membicarakannya

IUD

Intrauterine device (IUD) atau yang dulu sering disebut spiral. Sebelum ada KB implan, KB spiral ini menjadi metode yang paling banyak dipilih oleh para ibu. Meski perlu keberanian karena proses pemasangannya mungkin akan terasa tidak nyaman buat perempuan, IUD ini terbilang praktis, karena hanya perlu dipasang sekali untuk jangka waktu yang panjang. Alat ini akan dipasang di rahim, sehingga prosesnya tentu lewat jalur melahirkan. Pastikan jenis IUD yang digunakan adalah IUD non-hormonal, ya. Buat ibu yang maunya serba ringkes dan tidak berefek samping pada hormon, IUD bisa jadi pilihan. Meski tidak murah, biaya IUD bisa dicover BPJS.

KB Suntik

Merupakan kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestogen (progestin). Sesuai namanya, KB ini menggunakan metode suntik secara teratur pada tubuh (wanita). Efektifitas tidak berbeda jauh dengan KB lainnya. Namun tentunya, dari segi harga relatif lebih mahal karena jangka waktunya singkat, harus bolak-balik suntik sekitar sebulan atau 3 bulan sekali. Risiko lain, KB suntik ini dapat memengaruhi siklus menstruasi dan tingkat kesuburan.

KB steril

Baik pria maupun wanita yang sudah bertekad untuk tidak lagi ingin memiliki anak, ada pilihan KB steril. Buat pria, ada vasektomi, yaitu pembedahan melubangi buah zakar untuk menarik saluran penyalur sperma, memotongnya, kemudian mengikat kedua ujungnya, sehingga sperma tidak akan bercampur lagi dengan air mani. Sementara buat wanita, ada tubektomi yang cara kerjanya memotong atau mengikat saluran tuba falopi. Dengan demikian, sel telur yang keluar dari indung telur (ovarium) tidak akan bisa menemukan jalan menuju rahim. KB jenis ini sifatnya permanen, ya!

Yang jelas, apapun jenis KB yang dipilih, semua punya keunggulan maupun risiko yang perlu diketahui sebelumnya.

Baca juga: MD Ask the Expert: Obrolan 18+ Seputar Kontrasepsi dan Vasektomi, Ini Kata Ahli