banner-detik
PARENTING & KIDS

Biaya-biaya Tambahan Saat Anak Sekolah yang Orang tua Wajib Tahu

author

fiaindriokusumo09 Jun 2022

Biaya-biaya Tambahan Saat Anak Sekolah yang Orang tua Wajib Tahu

Biaya tambahan di sekolah ini mulai dari uang kas senilai puluhan atau ratusan ribu hingga biaya wisuda senilai ratusan juta rupiah yang ditanggung bersama-sama.

Biaya tambahan di sekolah seringkali lebih besar dari SPP bulanan, demikian curhatan beberapa mommies yang menjawab pertanyaan saya di Instagram Story. Sebuah pengingat maha penting untuk orang tua ketika mencari sekolah untuk anak: cek biaya – biaya lain di luar uang pangkal dan SPP, plus BIAYA PERGAULAN.

Karena, uang pangkal dan uang bulanan ada batasannya dan kita tahu itu sejak awal, tapi biaya printilan yang kadang membuat kita shock, ahahaha.

Jadi, berikut biaya tambahan di sekolah yang sering muncul dan orang tua wajib tahu agar bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

Photo by CDC on Unsplash

1. Biaya Wisuda

Ada yang wisuda TK menghabiskan biaya sekitar 355 juta. Ada yang wisuda SD dan SMP menghabiskan biaya 300 juta sekian. Umumnya ini sekolah swasta. Kalau sekolah negeri biayanya berkisar di 500 ribu. Biaya ratusan juta ini ditanggung bersama oleh para siswa. Ada yang per siswa kena 1,5 juta rupiah belum termasuk tiket untuk orang tua hadir offline, ada yang per siswa 3 juta rupiah dan ada yang per siswa 1 juta rupiah. Paling menyebalkan ketika melihat rincian biayanya, terus kayak terlalu mahal dan sebenarnya bisa mencari yang lebih murah.

Ada baiknya dari awal sekolah menjelaskan sekaligus memberi rincian untuk apa saja. Atau kasih orang tua beberepa alternatif lokasi wisuda dkk-nya dengan beragam pilihan harga.

Photo by Jason Dent on Unsplash

2. Uang kas

Besarannya tergantung kesapakatan, biasanya berkisar puluhan ribu rupiah per bulan untuk masing-masing anak. Uang kas ini umumnya digunakan untuk membeli hadiah bagi wali kelas saat hari raya seperti Lebaran atau Natal dan saat kenaikan kelas.

3. Uang kedukaan

Saat ada berita duka, baik orang tua atau guru ada yang sakit atau meninggal maka para orang tua lain akan patungan untuk mengumpulkan sumbangan. Untuk nominal umumnya seikhlasnya kok.

4. Kado ulang tahun

Tidak semua sekolah menberikan izin murid untuk merayakan ulang tahun di sekolah, namun ada juga yang masih memberi izin. Nah kalau ada undangan-undangan perayaan ulang tahun, mau tidak mau tentu saja kita harus menyiapkan hadiah untuk yang merayakan ulang tahun.

5. Biaya field trip

Umumnya biaya field trip sudah masuk ke dalam perhitungan biaya-biaya yang kita bayarkan di awal tahun, namun tentu saja kita harus menyiapkan uang jajan untuk si anak ketika mereka bepergian. Misal, anak pergi ke Taman Safari kemudian mampir ke Cimory, bisa jadi si anak ingin membeli camilan.

6. Biaya performance

Namanya juga sekolah, pasti akan ada aktivitas-aktivitas di luar urusan pelajaran. Misalnya, Market Day, Hari Guru, Hari Anak dan masih banyak lagi, di mana di hari-hari tersebut seringkali anak-anak tampil. Jadi dibutuhkan biaya ekstra, entah untuk kostum, membeli bahan-bahan buat mengolah masakan yang akan dijual hingga membuat dekorasi kelas.

7. Biaya ekstrakurikuler

Sekolah akan menawarkan beragam kegiatan ekstrakurikuler dan mewajibkan anak untuk memilih minimal satu kegiatan. Untuk mengikuti kegiatan ini akan ada biaya tambahan. Plus, masukkan juga biaya seragam dan sepatu  (kalau misalnya ikut ekskul sport seperti sepak bola, futsal), atau buku-buku panduan (kalau misalnya ikut ekskul bahasa asing).

Baca juga: Anak Mengikuti Banyak Ekstrakurikuler, Dibatasi atau Didukung?

8. Biaya pergaulan

Nah ini dia biaya yang paling nggak bisa dihitung, hehehehe. Semua bergantung sama kemampuan orang tua menjaga anak agar tidak mudah terkena peer pressure pergaulan dari lingkungan. Misal, ada sekolah yang anak-anaknya terbiasa liburan ke luar negeri, atau yang sepatu hingga perlengkapan sekolahnya semua dari barang branded, setiap minggu nongkrong di mall, ketika anak tidak kita ajarkan untuk merasa cukup, besar kemungkinan dia akan terbawa gaya hidup teman-temannya. Maka biaya pergaulan pun menjadi luar biasa mahal.

Baca juga: Dampingi Anak Remaja Hadapi Peer Pressure, Bagaimana Caranya?

Share Article

author

fiaindriokusumo

Biasa dipanggil Fia, ibu dari dua anak ini sudah merasakan serunya berada di dunia media sejak tahun 2002. "Memiliki anak membuat saya menjadj pribadi yang jauh lebih baik, karena saya tahu bahwa sekarang ada dua mahluk mungil yang akan selalu menjiplak segala perilaku saya," demikian komentarnya mengenai serunya sebagai ibu.


COMMENTS