banner-detik
EDUCATION

Cara Menyiasati Anak Malas PTM Karena Sudah Terlalu Nyaman Sekolah Online

author

Katharina Menge28 Mar 2022

Cara Menyiasati Anak Malas PTM Karena Sudah Terlalu Nyaman Sekolah Online

Pandemi membuat anak-anak jadi sudah terbiasa sekolah online atau school from home, dan akibatnya banyak anak malas PTM lagi. Ada hal yang harus Anda siapkan untuk bantu mereka kembali semangat sekolah.

Setelah kurang lebih dua tahun sekolah online, beberapa anak jadi malas untuk kembali masuk sekolah. Mereka harus bangun lebih pagi untuk bersiap, melewati perjalanan yang mungkin dipenuhi kemacetan, hingga harus berada di sekolah dalam jangka waktu yang lebih lama.

Mungkin bagi orang tua masuk sekolah adalah hal yang normal, tetapi tidak bagi si kecil. Namun yang namanya peraturan sudah mengharuskan kembali ke sekolah, maka mau tak mau anak harus siap. Nah, di sinilah tugas orang tua untuk membuatnya kembali bersemangat masuk sekolah dan mengatasi anak malas PTM.

BACA JUGA: 7 Peraturan Sekolah Paling Aneh dan Tidak Masuk Akal di Dunia, Nomor 5 Bikin Shock

Cara Menyiasati Anak Malas PTM

Tidak semua anak malas PTM, lho. Banyak juga yang bersemangat untuk kembali masuk sekolah. Namun, di sini Mommies Daily akan memberikan tips bagi para orang tua yang anaknya kebetulan sudah sangat menikmati sekolah online dan malas offline.

Intip tipsnya di bawah ini!

1. Kumpulkan kelebihan PTM

Coba buat daftar apa saja keuntungan dan hal-hal menyenangkan yang akan didapatkan oleh si kecil saat masuk sekolah. Mulai dari bertemu dengan teman-teman sekelasnya, yang selama ini hanya berkomunikasi secara online, bertemu guru-guru, bisa melakukan aneka aktivitas di sekolah bersama-sama, dan menikmati kegiatan belajar yang berbeda. Jabarkan hal tersebut pada anak agar dia juga menantikan hal tersebut dan tak sabar masuk sekolah.

2. Mempersiapkan kebutuhan bersama

Libatkan anak dalam mempersiapkan semua kebutuhannya menjelang PTM, seperti seragam yang akan dipakai, peralatan tulis, dan buku-bukunya sesuai jadwal. Posisikan diri Anda sebagai pendamping dan biarkan dia berkreasi dengan semua kebutuhannya, misalnya jenis sampul buku yang dipakai, warna kaus kaki, atau tempat pensil yang akan dibawa. Bisa menentukan kebutuhannya bisa membantu anak bersemangat dan percaya diri menjelang sekolah. Jadi tidak sabar bertemu teman-teman dan pamer semua koleksinya.

BACA JUGA: Daftar Sekolah Inklusi di Jabodetabek dan Kota-Kota Besar di Pulau Jawa

3. Sering membicarakan soal sekolah

anak malas ptm

Dalam berbagai kesempatan Anda bisa membawa nama sekolah dan serunya beraktivitas di sekolah. Contohnya ketika anak mau bermain bola, Anda bisa katakan padanya bahwa lapangan di sekolah lebih luas dan lebih menyenangkan jika bisa bermain dengan teman-teman sekelas. Atau membahas jajanan kesukaan anak yang ternyata di jual di kanton sekolah. Membahas sekolahnya di berbagai kesempatan bisa membuat anak semakin penasaran dan tak sabar untuk masuk sekolah lagi.

4. Mampir ke sekolah

Kembalikan memori anak tentang serunya sekolah dengan mengajaknya mengunjungi sekolah. Siapkan waktu khusus untuk mampir ke sana, setelah sebelumnya melapor ke pihak sekolah atau terkait. Ajak anak berkeliling dan menikmati fasilitas di sekolah, yang sebelumnya dia sukai. Hal itu akan membuatnya mengenang kembali keseruan saat bersama teman-temannya dan malah tak sabar masuk sekolah.

5. Mulai terapkan rutinitas serupa

Beradaptasi dengan kebiasaan baru setelah beebrapa tahun sekolah online itu cukup sulit, terlebih jika anak termasuk yang malas PTM. Daripada dipaksa yang bisa membuatnya semakin malas, koordinasikan dengan pihak sekolah, apakah diadakan hybrid learning sehingga smeentara waktu anak masih belajar dari rumah dulu.

Namun, mulailah menerapkan rutinitas harisn seperti sekolah biasa dalam keseharian anak. Mulai kurangi waktunya santai atau bermain gadget dan atur waktu tidurnya lebih cepat agar dia bisa bangun lebih pagi. Hal ini perlahan akan mempersiapkan anak untuk kembali ke sekolah.

BACA JUGA: Biaya-biaya di Luar Uang Pangkal & Uang Sekolah yang Patut Disiapkan Ketika Anak Masuk SD

Cover: Freepik

Share Article

author

Katharina Menge

-


COMMENTS