Now Reading
Sindaktili pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Sindaktili pada Bayi, Apa Penyebabnya?

siscachristina
Sindaktili pada Bayi

Sindaktili adalah satu dari sekian kelainan bawaan yang dapat dialami bayi. Baca sampai habis untuk ketahui penyebab dan penanganan sindaktili pada bayi.

Sekitar 1 dari 2.500 bayi lahir dengan kondisi sindaktili. Ini adalah kondisi di mana jari-jari bayi menyatu (dempet) atau berselaput. Dua atau lebih jari yang dempet ini bisa terjadi di jari mana saja, namun paling sering terjadi di antara jari tengah dan jari manis. Umumnya bayi dengan sindaktili mengalami kondisi ini di kedua tangannya (bilateral). Angka kejadian sindaktili cenderung lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dari pada bayi perempuan, dan bayi kulit putih ketimbang bayi kulit hitam atau Asia.

Ada tiga jenis sindaktili, yaitu:

  • Sindaktili sederhana: jari-jari hanya disatukan oleh kulit dan jaringan lunak.
  • Sindaktili kompleks: tulang-tulang di bawahnya juga bergabung bersama.
  • Sindaktili rumit: terdapat tulang ekstra, dan tendon serta ligamen telah berkembang secara abnormal.

Pada kebanyakan kasus, jari-jari yang menyatu hanya dihubungkan oleh kulit; jarang tulang-tulang ikut menyatu.

Penyebab Sindaktili

Sindaktili terjadi ketika bayi berkembang di dalam rahim. Saat janin berusia enam hingga delapan minggu, jari-jari tangan dan kaki bayi terpisah. Jika dua atau lebih jari tidak terpisah di rentang usia kehamilan ini, maka terjadi sindaktili.

Seringkali sindaktili ini diturunkan dari keluarga. 10 hingga 40 persen bayi yang mengalami sindaktili mewarisi kondisi tersebut dari orang tua. Dalam beberapa kasus, kondisi ini merupakan bagian dari sindrom genetik seperti sindrom Polandia, sindrom Apert atau sindrom Carpenter.

Gambar: Boston Children Hospital

Diagnosis Sindaktili pada Bayi

Sindaktili sering didiagnosis saat lahir. Namun, terkadang dapat terdeteksi lebih awal yaitu pada saat USG prenatal. Sebelum menentukan pengobatan, dokter akan menggunakan sinar-x untuk melihat struktur yang mendasari jari-jari bayi dan menentukan apakah tulangnya menyatu. Dokter juga akan melakukan serangkaian tes genetik dan mengevaluasi bagian tubuh lain seperti lengan, bahu, dada, kaki, kepala dan wajah bayi untuk mencari tanda-tanda kelainan lainnya.

Baca juga: Sindrom Saethre-Chotzen, Ketika Bentuk Kepala dan Wajah Anak Mengalami Kelainan

Pengobatan Sindaktili

Jika tidak diobati, jari berselaput dapat mengganggu pertumbuhan jari dan fungsi tangan serta ketangkasan anak kelak.

Pada sindaktili sederhana, pengobatan dilakukan dengan operasi untuk memisahkan jari-jari yang menyatu. Biasanya, operasi disarankan untuk dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun. Ini penting agar anak memiliki fungsi tangan yang maksimal untuk mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar di masa balita kelak.

Jika ada beberapa jari yang menyatu, anak akan membutuhkan lebih dari satu operasi.

Sindaktili sederhana yang terjadi pada ibu jari atau kelingking, operasi untuk memisahkan jari-jari dianjurkan selama tahun pertama usia bayi. Panjang ibu jari dan kelingking berbeda secara signifikan dari jari-jari tetangganya; pemisahan dini akan memungkinkan semua jari yang terkena untuk berkembang lebih normal dan tumbuh sama.

Sindaktili kompleks juga harus ditangani pada usia 1 tahun. Perbaikan dini dapat mencegah penyatuan tulang jari yang menyebabkan deformitas jari yang memburuk, dan memungkinkan jari untuk tumbuh.

Dua minggu dan enam minggu setelah operasi, anak akan diperiksa oleh ahli bedah tangan. Setelah itu, selama beberapa tahun, si kecil juga perlu diperiksa kembali untuk memastikan tangannya pulih dan bertumbuh dengan normal, begitupun dengan perkembangan fungsi tangannya.

Sumber dan gambar: Boston Children’s Hospital, Children’s Hospital of Philadelphia

Baca juga: Anakku Lahir dengan Sindrom Pierre Robin Sequence

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top