Now Reading
8 Informasi Tentang Car Seat yang Wajib Diketahui Orang Tua 

8 Informasi Tentang Car Seat yang Wajib Diketahui Orang Tua 

Dhevita Wulandari

Banyak orang yang belum menganggap penggunaan car seat untuk bayi dan anak sebagai kewajiban. Padahal, itu memiliki manfaat penting bagi keselamatan. Berikut 8 informasi tentang car seat yang orangtua wajib ketahui.

Salah satu barang dalam mobil yang wajib dan penting dimiliki dalam perjalanan jika mempunyai bayi atau anak kecil adalah baby car seat. Baby car seat merupakan kursi mobil khusus yang digunakan bayi atau anak usia tertentu untuk melindungi mereka selama berada di dalam mobil. Desainnya dibuat untuk menjaga keselamatan Si Kecil saat bepergian.

Namun di Indonesia, penggunaan car seat belum dianggap wajib bagi sebagian orangtua. Padahal, banyak manfaat baik dan aman jika car seat digunakan di dalam mobil.

Berikut informasi tentang car seat yang wajib diketahui:

1. Car seat harus selalu di jok belakang

Menempatkan car seat di jok belakang dapat mengurangi tingkat kematian anak jika terjadi kecelakaan sebesar 75%. Kursi mobil khusus anak yang diletakkan di jok belakang dapat melindungi belakang leher, kepala, dan tulang belakang Si Kecil dengan maksimal. Jika diletakkan di jok depan, kemungkinan buruk yang dapat terjadi adalah anak akan kesulitan bernapas apabila kecelakaan terjadi karena adanya airbag yang mengembang.

BACA JUGA: 10 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Car Seat

2. Car seat harus sesuai usia dan ukuran anak

Tidak boleh asal, ternyata penggunaan kursi mobil khusus anak harus sesuai dengan usia dan ukuran badan mereka. Berikut panduannya:

  • Pada bayi dan balita, gunakan kursi mobil khusus jenis rear-facing-only (hanya menghadap ke belakang) dan rear-facing-convertible (menghadap ke belakang-konvertibel).
  • Pada balita dan anak-anak prasekolah, gunakan kursi mobil khusus ​forward-facing convertible (konvertibel menghadap ke depan) dan forward-facing with harness (menghadap ke depan dengan sabuk pengaman)
  • Pada anak usia sekolah, gunakan kursi booster.

3. Seat belt atau sabuk pengaman belum tentu aman bagi anak

Sabuk pengaman dapat menjaga orang dewasa jika terjadi kecelakaan, tetapi kurang aman melindungi anak. Balita masih belum pas dengan ukuran sabuk pengaman karena kemungkinan melewati dagu dan bagian perut anak. Apabila terjadi kecelakaan, sabuk pengaman yang melewati perut atau leher anak dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ vital mereka. Si Kecil juga bisa terangkat ke atas atau meluncur turun dari bawah ikat sabuk pengaman. Inilah mengapa menggunakan car seat sangat penting digunakan sesuai usia dan ukuran anak.

4. Menghadap ke belakang lebih baik

car seat

Gambar dari Swandoo

Kursi mobil khusus bayi atau anak yang menghadap ke belakang merupakan cara paling aman digunakan saat berkendara. Menurut American Academy of Pediatrics, car seat untuk anak di bawah usia 2-4 tahun yang menghadap ke belakang akan meminimalisir sebagian besar benturan dan mampu menopang kepala, leher, serta tulang belakang. Jika menghadap ke depan, kemungkinan kepala terlempar ke depan bisa terjadi dan akan mengakibatkan cedera tulang belakang dan kepala.

5. Kemiringan kursi mobil harus tepat

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh The National Highway Traffic Safety Administration (NTHSA) pada 2011, diketahui bahwa 46% kursi khusus anak tidak dipasang dengan benar dan 20% dari semua pengemudi tidak membaca petunjuk tentang cara memasangnya.

Car seat harus dipasang dengan kemiringan yang benar agar kepala anak tidak condong terlalu jauh ke depan. Juga tidak terlalu bersandar karena akan membuat anak merosot dari seat belt jika terjadi kecelakaan. Untuk bayi, kemiringan kursi yang tepat adalah 45 derajat. Sementara untuk balita, sudut kemiringannya 35 derajat.

BACA JUGA: Rekomendasi Car Seat Bayi dan Balita

6. Pemasangan kursi khusus anak yang tepat dapat mengurangi risiko kematian

NTHSA memperkirakan bahwa pemasangan kursi khusus anak yang benar dan tepat dapat mengurangi risiko kematian saat terjadi kecelakaan. Pada bayi, risiko kematiannya berkurang hingga 71% dan pada anak usia 1-4 tahun sebesar 54%. Namun, pada anak yang tidak menggunakannya, risiko kematian hanya berkurang 31%. Maka dari itu, sebaiknya serahkan pemasangan kursi mobil khusus anak pada petugas resmi atau setidaknya mintalah untuk diajari cara memasangnya dengan benar.

7. Hindari membeli car seat second hand atau preloved

Membeli kursi mobil khusus bekas yang harganya lebih murah memang menjadi hal yang sangat menggiurkan bagi orangtua, tetapi hal ini tidak disarankan. Dilansir dari todaysparent.com, hampir seluruh pabrik pembuat kursi mobil khusus untuk anak tidak menganjurkan penggunakan produk keluaran lama terkait dengan prosedur keselamatan. Apalagi, jika kursi mobil tersebut pernah mengalami kecelakaan. Meski terlihat sama dan tidak ada kerusakan pada bagian luar, tetapi bisa saja terdapat kerusakan pada bagian dalam yang tidak terlihat secara langsung.

8. Tidak mendudukkan anak di sebelah pengemudi atau memangkunya sambil menyetir

Mungkin akan terlihat lucu saat anak berada di sebelah kursi pengemudi atau bahkan memangkunya saat pengemudi menyetir mobil. Namun, hal ini tidak disarankan dan sangat berbahaya bagi anak.

 

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top