Fakta-fakta Microsleep dan Bahayanya Saat Menyetir

Physical Wellness

gitalarasw・10 Nov 2021

detail-thumb

Meskipun berlangsung singkat, microsleep atau kondisi tertidur selama beberapa detik, bisa mengancam nyawa diri sendiri dan orang lain. Ketahui lebih lanjut tentang fakta-faktanya berikut. 

Pernahkah saat menonton film, Mommies tidak sadar selama beberapa waktu dan adegan sudah berpindah jauh? Atau ketika sedang menyetir, Mommies tersentak ketika mobil mulai tidak stabil? Kedua hal tersebut bisa terjadi saat Mommies mengalami microsleep.

Pada beberapa kasus, kondisi tersebut bisa sangat membahayakan, bahkan bisa menghilangkan nyawa diri sendiri maupun orang lain. Mari ketahui lebih lanjut tentang microsleep.

Apa itu microsleep?

Microsleep merujuk kepada episode tidur yang berlangsung kurang dari 30 detik dan sering kali kita tidak menyadarinya. Umumnya, saat mengalami microsleep, otak bergerak dengan cepat antara tertidur dan terjaga. Padahal, di kondisi tidur yang umum, biasanya otak butuh waktu setidaknya satu menit untuk memproses bahwa kita sedang dalam “mode tidur”.

mengatasi mata lelah

Tanda-tanda

Mommies kemungkinan mengalami microsleep, jika:

  • Terbangun karena sentakan tubuh atau kepala yang jatuh ke depan
  • Menguap dan mengedip berlebihan, reaksi tubuh alami untuk tetap terjaga
  • Tidak sadar apa yang baru saja terjadi
  • Kesulitan memproses informasi
  • Bahaya microsleep saat menyetir

    Saat sedang berada di rumah, microsleep mungkin hanya menjadi sesuatu yang menjengkelkan, tetapi tidak berbahaya. Namun, pada situasi lain, kondisi tersebut bisa mengancam nyawa diri sendiri dan orang lain. Mengemudi ketika mengalami microsleep merupakan bahaya umum dan sering kali menyebabkan kecelakaan fatal.

    The National Highway Traffic Safety Administration memperkirakan bahwa sekitar 6.000 kecelakaan fatal yang terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh supir yang kelelahan dan mengantuk. Dalam sebuah survei, 4% pengemudi yang menjadi partisipan, mengaku bahwa mereka tertidur saat menyetir, setidaknya satu kali dalam 30 hari terakhir.

    Microsleep sangat berbahaya bagi pengemudi karena butuh waktu sedikit untuk melakukan kesalahan fatal. Jika kita tertidur tiga detik dengan kecepatan 60 mil/jam, mobil bisa oleng atau jalan ke arah yang salah sebanyak 90 meter. Ini memungkinkan mobil keluar jalur atau bahkan melawan arus yang tentunya sangat rentan menimbulkan kecelakaan.

    [caption id="attachment_112945" align="aligncenter" width="615"]bahaya microsleep saat menyetir Ilustrasi kecelakaan. Gambar dari sini.[/caption]

    Penyebab microsleep

    Gangguan tidur

    Gangguan tidur merupakan penyebab utama microsleep. Sebuah studi menemukan fakta bahwa 20% pengemudi membutuhkan sekitar 1,5 jam tambahan untuk tidur di malam hari sebelum melakukan perjalanan keesokan harinya. Namun, jam kerja yang panjang membuat mereka sulit mendapatkan hal ini.

    Kurang tidur bisa membuat Mommies mengalami microsleep. Dan waktu tidur yang tidak cukup, menimbulkan masalah fisik dan mental, termasuk:

  • Diabetes
  • Apnea tidur
  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu juga bisa memicu microsleep. Antihistamin merupakan salah satu jenis obat yang dapat menyebabkan kantuk.

    lelah dan mengantuk

    Cara mencegah

    Istirahat sebentar dapat mengurangi risiko microsleep. Lakukan langkah berikut ketika Mommies merasa mengantuk:

  • Ubah apa yang sedang dilakukan: Setengah jam melakukan kegiatan monoton dapat memengaruhi tingkat fokus kita. Untuk mengembalikan kesiagaan, Mommies bisa beralih sejenak dari kegiatan yang sedang dilakukan. Bangun dari posisi duduk dan kemudian bergerak bisa sangat membantu.
  • Power nap: Terkadang, kita tidak bisa menahan rasa kantuk. Tidur sebentar selama 20 menit sudah sangat membantu. Pasang alarm jika memang Mommies tidak ingin kelewatan tidur.
  • Mengobrol: Percakapan membangunkan sel-sel otak. Berbicara dengan orang lain juga mempercepat pernapasan dan membantu memompa oksigen ekstra ke aliran darah.
  • Konsumsi kafein: Jika rasa kantuk tidak bisa ditahan, Mommies bisa mengonsumsi kafein. Biasanya, efeknya akan muncul setelah 30 menit. Namun, jangan lakukan ini sebelum tidur karena justru akan mengganggu waktu tidur dan membuat mengantuk keesokan paginya.
  • Untuk pencegahan jangka panjang, sebaiknya perbaiki pola dan kebiasaan tidur. Jangan sampai tidur di bawah tujuh jam. Pastikan juga untuk rutin berolahraga, menghindari makanan berat, kafein, nikotin, dan alkohol beberapa jam sebelum tidur.

    Sumber: webMD, Healthline

    BACA JUGA:

    Sindrom Sleeping Beauty: Kelainan Langka yang Bikin Anak Tidur Berbulan-Bulan

    Jangan Membiarkan Bayi Tidur di Car Seat