Now Reading
Fakta-fakta Kanker Prostat, Ini yang Perlu Diketahui

Fakta-fakta Kanker Prostat, Ini yang Perlu Diketahui

kanker prostat

Kanker prostat merupakan jenis kanker yang umum terjadi pada pria. Biasanya menyerang kelenjar prostat yang berada di antara penis dan kandung kemih. Ketahui lebih lanjut tentang jenis kanker ini.

Belum lama ini, presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikabarkan mengidap kanker prostat. Ia pun akan segera menjalani pengobatan dan perawatan di luar negeri, tepatnya di Mayo Clinic Amerika Serikat.

Berbicara tentang kanker prostat, hal pertama yang menjadi karakteristik penyakit ini adalah ia paling sering menyerang laki-laki. Diketahui bahwa ada satu dari sembilan laki-laki yang didiagnosis kanker ini.

Tidak hanya itu, faktanya pada 2019, American Cancer Society (ACS) memprediksi bahwa ada sekitar 174.650 diagnosis kanker prostat baru dan 31.620 kematian akibat penyakit ini.

BACA JUGA: Kanker Usus Besar: Faktor Risiko, Gejala dan Cara Pencegahan

Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini masih bisa disembuhkan dengan perawatan yang efektif–terutama saat kanker masih ada di tahap awal. Pemindaian secara rutin memungkinkan dokter untuk memantaunya sebelum menyebar.

Gejala

Biasanya, tidak ada gejala yang muncul di tahap awal. Perlu dilakukan screening untuk melihat apakah ada perubahan yang mengarah ke kanker. Screening melibatkan tes yang mengukur level PSA (prostate specific antigen) dalam darah. Kandungan PSA yang tinggi biasanya menandakan adanya kanker.

Seseorang yang memiliki kanker prostat akan mengalami:

  • kesulitan memulai dan mengontrol buang air kecil
  • keinginan kencing di malam hari
  • darah pada urine atau sperma
  • rasa sakit saat buang air kecil
  • rasa sakit saat ejakulasi
  • sulit mengontrol ereksi
  • tidak nyaman saat duduk

Gejala yang lebih parah meliputi:

  • tulang retak, terutama di sekitar pinggul, paha, atau bahu
  • edema, bengkak pada kaki
  • penurunan berat badan
  • selalu merasa lelah
  • sakit punggung
  • perubahan kebiasaan buang air besar

Faktor risiko

Dokter tidak benar-benar tahu alasan mengapa kanker prostat terjadi. Namun, beberapa faktor risiko ini mungkin bisa memicunya:

Usia

Risiko meningkat setelah usia 50 tahun. Meskipun ada usia muda yang terkena penyakit ini, tetapi jarang yang menyerang pria di bawah 45 tahun.

Keturunan

Jika dalam keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit kanker prostat, maka ada kemungkinan mengalaminya juga.

Faktor genetik

Fitur-fitur yang diwariskan, termasuka perubahan pada gen BRCA1 dan BRCA2 akan meningkatkan risikonya. Mutasi pada gen-gen tersebut juga meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan. Pria yang lahir dengan sindrom Lynch juga memiliki risiko tinggi terkena kanker prostat.

Faktor lainnya

  • pola makan
  • obesitas
  • merokok
  • paparan terhadap zat kimia
  • peradangan pada prostat
  • penyakit menular seksual
  • vasektomi

Perawatan

Perawatan untuk kanker prostat akan bergantung pada tahapan kanker, dibanding faktor lainnya. Jika kanker masih kecil dan belum menyebar, dokter akan menyarankan ini:

Pemantauan yang hati-hati

Dokter mungkin akan mengecek kadar PSA dalam darah, tetapi belum mengambil langkah apa pun. Kanker prostat berkembang secara perlahan, tetapi efek samping mungkin lebih besar sehingga butuh perawatan segera.

BACA JUGA: Pria Juga Bisa Kanker Payudara, Begini Gejalanya

Bedah

Seorang ahli bedah juga biasanya melakukan prostatektomi. Mereka dapat mengangkat kelenjar prostat menggunakan laparoskopi atau operasi terbuka.

Terapi radiasi

Terapi akan dilakukan dengan melihat berbagai faktor. Dokter akan mendiskusikan opsi terbaik bagi individu. Ada brakiterapi dan terapi radiasi konformal yang bisa menjadi pilihan. Sementara itu, kemoterapi dan terapi hormonal akan dilakukan saat kanker prostat sudah mulai parah dan berpotensi menyebar.

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top