Now Reading
Cacingan Pada Anak, Bagaimana Gejala dan Cara Mengatasinya?

Cacingan Pada Anak, Bagaimana Gejala dan Cara Mengatasinya?

Cacingan pada anak bisa dicegah dengan beberapa hal. Namun sebelumnya, ketahui dulu apa penyebab dan tanda-tanda jika Si Kecil cacingan.

Anak-anak memiliki kebiasaan untuk memasukkan jari-jari kotor mereka ke dalam mulutnya. Tidak heran jika Si Kecil mengalami risiko terkena penyakit yang berasal dari parasit, seperti cacingan. Sesuai dengan namanya, penyakit cacingan pada anak disebabkan oleh telur dan cacing kremi kecil yang masuk ke dalam tubuhnya.

Cacing ini dapat bertahan hidup di karpet, pakaian, mainan, tempat tidur, kursi toilet, dan barang-barang lainnya selama dua hingga tiga minggu. Mereka juga dapat menyebar dengan cepat di daycare dan ruang kelas. Tidak heran jika cacingan kerap terjadi kepada anak berusia 5-10 tahun.

BACA JUGA: Gangguan Makan Pica, Keinginan Mengonsumsi Benda yang Bukan Makanan

Cacing biasanya masuk ke dalam usus besar dan bertelur, kemudian berkembang di sekitar lubang anus sehingga menimbulkan rasa gatal. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cacingan pada anak, simak penjelasan berikut.

Cacingan pada anak

Tanda-tanda dan gejala

Kebanyakan, cacingan tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Namun, ada juga beberapa anak yang mengalami hal ini:

  • Rasa gatal di bagian bawah tubuh (bokong atau alat kelamin), biasanya lebih parah di malam hari
  • Bokong berwarna kemerahan atau cokelat pada kulit berwarna cerah, sementara pada kulit gelap berwarna abu-abu
  • Merasa gelisah

Gejala langka-nya meliputi:

  • Muncul cacing kecil berukuran 8-13 mm dan berwarna putih saat mengeluarkan tinja
  • Sakit perut
  • Mengalami vulvoganitis
  • Mual dan muntah

Jika anak Mommies mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya segera memeriksakan ke dokter.

Perawatan

Cacingan pada anak biasanya mudah disembuhkan dan tidak termasuk ke dalam penyakit serius. Dokter kemungkinan akan memberikan obat antiparasit yang juga bisa didapatkan dari apotek. Si Kecil akan diminta untuk mengulang dosisnya lagi setelah dua minggu untuk memastikan cacing sudah benar-benar hilang.

Jika anak didiagnosis cacingan, Mommies juga sebaiknya memberikan obat antiparasit untuk seluruh anggota keluarga. Sebab, ada kemungkinan telur dan cacing menyebar dengan mudah di antara anggota keluarga. Jauhkan juga Si Kecil dari sekolah atau penitipan anak untuk sementara untuk menghindari penyebaran.

BACA JUGA: Sabun Cuci Tangan dan Hand Sanitizer Favorit Komunitas Mommies Daily

Mencegah cacingan pada anak

Cara terbaik untuk mencegah cacingan pada anak adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Si Kecil agar terhindar dari cacingan:

  • Cuci sprei, mainan, pakaian, dan handuk anak secara teratur untuk menghilangkan telur cacing yang menempel. Jika perlu, sebelumnya rendam dulu dengan air hangat. Mommies juga sebaiknya membersihkan permukaan benda yang rentan terkena cacing kremi, seperti karpet dan dudukan toilet.
  • Potong kuku anak dan jangan biarkan mereka memiliki kuku panjang. Cacing kremi diketahui cenderung berkeliaran di bawah kuku anak. Oleh sebab itu, memotongnya dapat mencegah mereka terkontaminasi cacing tersebut. Ajarkan juga anak agar tidak memiliki kebiasaan menggigit kuku.
  • Biasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi.
  • Bersihkan diri setiap hari, termasuk semua anggota keluarga. Jangan menggunakan pakaian dan celana dalam yang sama selama beberapa hari.
  • Ketika anak keluar rumah, gunakan alas kaki yang bersih dan nyaman untuk mengurangi risiko penularan.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang cacingan pada anak. Lebih baik mencegah daripada mengobati ya, Mommies!

 

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top