banner-detik
BEHAVIOR & DEVELOPMENT

5 Binatang yang Aman untuk Dipelihara Balita

author

AnitaThaTha29 Oct 2021

5 Binatang yang Aman untuk Dipelihara Balita

Hubungan manusia dan hewan bisa sangat erat layaknya sahabat, seperti beberapa binatang yang aman dipelihara balita berikut ini.

Memelihara binatang atau mengadopsinya bisa mendatangkan manfaat baik bagi Si Kecil, di antaranya mengajarkan anak tentang tanggung jawab dan agar mereka belajar berempati. Bagi Mommies yang berencana memilihkan binatang peliharaan untuk buah hati kesayangan, berikut ini beberapa pilihan yang aman.

  • Kucing
  • Tidak semua kucing cocok untuk dijadikan sahabat Si Kecil. Ini karena ada beberapa jenis kucing yang tak segan mencakar atau menggigit tangan yang hendak menyentuhnya. Dalam sebuah situs yang membahas A-Z mengenai kucing, ada 10 jenis yang memungkinkan untuk dipelihara si kecil. Beberapa jenisnya tidak tersedia di Indonesia, tetapi lima di antaranya tersedia di Indonesia dan terkenal jinak serta tidak takut dengan orang baru yang ditemuinya. Mommies atau Si Kecil bisa memilih kucing jenis: persia, maine coon, siamese, ragdoll, dan exotic.

  • Ikan
  • Ketika kecil, beberapa anak biasanya memilih ikan sebagai hewan peliharaan. Akuarium berbentuk toples bulat pun tak lepas untuk ditempatkan di dalam kamar, lengkap dengan filter untuk memastikan sirkulasi air selalu dalam keadaan bersih. Namun, seminggu sekali akuarium harus tetap dibersihkan, supaya si ikan-ikan terjaga kesehatannya. Tentunya kegiatan ini dapat dibantu oleh suami agar bisa menjadi kegiatan bonding juga bersama Si Kecil.

  • Kelinci
  • Hewan dengan bulu yang halus dan badannya yang gempal ini memang sangat menggemaskan untuk menjadi pilihan binatang yang aman dipelihara balita di rumah. Hindari memelihara kelinci yang berusia 2 bulan, karena kesehatannya masih sangat rentan.

    Oleh sebab itu, sebaiknya pilih kelinci yang minimal berusia 3 bulan. Pakan kelinci terbaik adalah rumput dan wortel. Namun, Mommies masih bisa memberi kangkung dan kubis asalkan tidak berlebihan karena kedua jenis sayuran tersebut mengandung gas yang cukup tinggi dan mengakibatkan air seni kelinci berbau menyengat.

    BACA JUGA: Orangtua, Jangan Biarkan Anak Menyakiti Binatang

  • Burung
  • Si Kecil juga bisa memilih burung untuk dijadikan hewan peliharaan, selain kicauannya yang bisa memberikan suasana berbeda pada rumah, warna warni dari bulunya juga bisa menjadi referensi Si Kecil belajar mengenal aneka warna.

    Sebaiknya, pilih kandang yang agak besar supaya burung peliharaan dapat lebih bebas mengepakkan sayapnya. Ajak Si Kecil untuk membersihkan kandang secara rutin agar dia paham bahwa konsekuensi dari memelihara hewan berarti juga harus merawat kebersihan kandangnya.

  • Anjing
  • Jika Anda hendak mengadopsi anjing, pilih anjing yang disesuaikan dengan kondisi dan ukuran rumah. Karena anjing large breed  (golden, herder, pitbull, rotwailer, dalmation, dan lain-lain) tentunya butuh ruang yang lebih besar dan luas terutama bagian pekarangan untuk meluapkan energi dan "nafsu" motorik anjing. Selain itu, perhatikan betul faktor kebersihan anjing, lingkungan dan kandanganya, rutin cek ke dokter hewan untuk vaksin dan mengecek kesehatan gigi, mulut, telinga dan kuku.

    Pastikan juga anjing tidak mengonsumsi makanan yang sama dengan kita. Jika Si Kecil memilih anjing jenis besar, pastikan ia selalu dalam pengawasan ketika bermain bersama hewan kesayangannya itu. Karena terkadang anjing tidak bisa mengendalikan luapan emosi bahagia mereka.

    Apapun jenis hewan peliharan yang hendak diadopsi, pastikan Mommies dan Si Kecil memiliki komitmen yang besar untuk menjaga mereka dengan segenap kasih sayang. Karena mereka juga makhluk hidup, yang pantas hidup secara layak :)

    Cover image: Freepik

    Share Article

    author

    AnitaThaTha

    Panggil saya Thatha. I’m a mother of my son - Jordy. And the precious one for my spouse. Menjadi ibu dan isteri adalah komitmen terindah dan proses pembelajaran seumur hidup. Menjadi working mom adalah pilihan dan usaha atas asa yang membumbung tinggi. Menjadi jurnalis dan penulis adalah panggilan hati, saat deretan kata menjadi media doa.


    COMMENTS