Now Reading
Orangtua, Jangan Biarkan Anak Menyakiti Binatang

Orangtua, Jangan Biarkan Anak Menyakiti Binatang

Jangan beralasan ‘namanya juga anak-anak’ untuk mendiamkan perilaku anak yang hobi menyiksa binatang. Kalau kita berdiam diri, ya jangan komplein saat si binatang melawan balik dan menyakiti. 

Patah hati banget menyaksikan berita mengenai anjing bernama Canon yang akhirnya mati saat dipindah. Saya nggak masalah dengan orang-orang yang tidak suka binatang atau membenci binatang, itu hak mereka. Urusan mereka. Tapi ketidaksukaan atau kebencian bukan alasan untuk menyakiti bahkan menghilangkan nyawa.

Di lingkungan rumah, banyak anak-anak sekitar yang menganggap saya galak. Alasannya? Karena saya sering menegur mereka ketika mereka usil terhadap binatang. Mulai dari menimpuk ayam, mengikat kaki kucing dengan tali rafia, atau melempari anjing dengan batu (padahal anjingnya lagi duduk anteng di dalam halaman rumah). Saya bisa murka.

Tidak jarang mereka mengadu ke orang tuanyaa. Saya tidak peduli. Kalau orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya untuk berhenti menyakiti binatang, ya saya saja yang mendidik . Dan saya paling benci kalau ada orangtua meminta pemakluman atas sikap anaknya, karena menganggap usia anak masih terlalu kecil untuk diberitahu. Nggak boleh begitu. Mau berapa pun usia anak, dia wajib diberi tahu, bahwa menyakiti mahluk hidup itu salah!

Memangnya, ada orang tua yang mau, kalau ada anjing mengigit anaknya, terus saya minta pemakluman karena namanya juga anak anjing ……! Nggak mau pasti!

Ini juga kebiasaan yang saya tanamkan ke anak-anak saya sejak kecil. Bahwa binatang itu bukan untuk disakiti mau setidak suka bagaimana pun mereka. Nggak susah mengajarkan anak untuk menghargai binatang, tinggal kitanya mau atau nggak. 

Orangtua, Jangan Biarkan Anak Menyakiti Binatang - Mommies Daily

Agar kelak saat anak kita dewasa mereka tidak berubah menjadi manusia yang hobi menyakiti hewan, saya terapkan hal-hal ini ke anak-anak saya:

1. Kasih contoh yang nyata buat anak-anak. Kita sendiri juga jangan kasar ke binatang. Mau sebenci apa pun kita sama binatang tapi ya jangan juga kita menendang, memukul atau menyakiti binatang. Mending menjauh kalau memang ada binatang yang kita benci.

2. Jangan bicara negatif tentang binatang. Jangan membuat anak beranggapan bahwa anjing mengonggong itu berisik, kucing itu hobi mencakar, kelinci itu bau dst-nya. Karena anak akan berpikir kalau binatang itu hanya merepotkan dan tidak menyenangkan.

3. Jangan pilih-pilih hewan kalau ingin bersikap baik. Nah, ini lumayan susah sih, secara kalau melihat tikus saya bawaannya mau lempar sandal :D. Jangan bersikap baik hanya kepada hewan peliharaan yang normal, seperti anjing, kucing, kelinci, ikan atau burung. Sesederhana, jangan mukul laba-laba atau membunuh cacing yang kita temui.

4. Ajak anak sesekali ke tempat penampungan hewan. Waktu itu saya pernah mengajak anak-anak saya dan keponakan ke Pondok Pengayom Satwa di Ragunan, Jakarta Selatan. Tak hanya melihat hewan yang terabaikan, namun mereka juga melihat kuburan hewan. Melihat bagaimana pemilik hewan berduka dengan kematian hewan peliharaannya.

5. Ajak anak ke dokter hewan dan minta dokter hewan itu bercerita bagaimana kondisi hewan-hewan yang ada di sana dan pengobatan apa yang mereka butuhkan.

6. Ajak anak melihat binatang di alam liar. Duh, saya nggak ngomongin tentang safari di Afrika, hahaha, tapi macam melihat bagaimana ayam mencari makan, bagaimana ulat berjalan di daun atau belalang yang melompat di rerumputan.

7. Hindari menonton sirkus.  Kita bisa menjelaskan, bahwa ada beberapa binatang di sirkus yang harus mendapat ‘punishment’ agar mereka patuh terhadap pawangnya, dan itu menyedihkan.

8. Berikan tanggung jawab untuk anak memelihara binatang jika usianya sudah cukup. Bisa dimulai dari ikan, yang perawatannya nggak ribet, atau kucing maupun anjing. Karena memelihara binatang juga bisa mengajarkan anak berempati.

9. Sesekali awasi ketika anak berinteraksi dengan binatang. Bisa jadi anak nggak ada maksud menyakiti, hanya karena gemas, dia megang binatang terlalu kencang, eh binatangnya kesakitan. Nah, dengan mengawasi, kita jadi bisa memberitahu begitu si anak salah.

10. Kasih binatang waktu untuk sendiri. Ternyata nggak hanya kita yang butuh me time, namun binatang juga butuh kok. Terutama ketika mereka sedang tidur, ya ingatkan anak untuk tidak menganggu.

Umur berapa pun anak, mereka bisa banget diajar untuk menyayangi binatang. Dan, umur berapa pun anak, mereka nggak pantas dibiarkan jika menyakiti binatang. Sekarang, pilihan di tangan kita orangtuanya. Tapi, kalau kita cenderung berdiam diri ketika anak menyiksa binatang, ya jangan komplein saat si binatang melawan balik dan menyakiti kita. 

Baca juga:

Binatang yang Aman Untuk Dipelihara Balita

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top