Membersihkan Vagina Setelah Berhubungan Seks, Perlukah?

Lifestyle

gitalarasw・25 Oct 2021

detail-thumb

Apakah Mommies selalu membersihkan vagina setelah berhubungan seks? Hal ini terkadang dilupakan, tetapi sebenarnya perlukah kita melakukannya?

Setelah berhubungan seks, hal terakhir yang mungkin Mommies pikirkan adalah membersihkan vagina. Karena masih terlena dengan kenikmatan atau terlalu kelelahan, Mommies kerap mengabaikannya. Bahkan, ada yang ketiduran setelah seks sehingga bagian membersihkan diri menjadi terlupakan. Namun, sebenarnya, perlukah mencuci vagina setelah bercinta?

Dilansir dari Insider, Dr. Allison Hill dan Dr. Yvonne Bohn, dokter obgyn dari Las Angeles Obstetricians and Gynecologists, mengungkapkan bahwa penting untuk menjaga kebersihan dan merawatnya setelah melakukan aktivitas seksual untuk mencegah infeksi.

Selain itu, membersihkan vagina setelah bercinta bisa menjaga keseimbangan pH vagina dan meminimalisasi infeksi saluran kemih.

BACA JUGA: Waspadai 8 Tanda Vagina Tidak Sehat Berikut

Cara alami yang bisa dilakukan adalah buang air kecil setelah berhubungan seks. “Kosongkan kandung kemih setelah seks untuk membuang bakteri yang mungkin telah didorong ke dalam uretra saat berhubungan intim. Sebab, jika dibiarkan, itu dapat menyebabkan infeksi kandung kemih,” ungkap Hill dan Bohn.

Selain dengan buang air kecil, Mommies bisa membersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan sabun berformula lembut untuk menghilangkan keringat, air mani, dan bakteri. Sebaiknya, saat menyeka vagina, lakukan dari depan ke belakang sehingga vagina tidak terkontaminasi dengan bakteri dari dubur.

Nah, saat membersihkan vagina, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Produk pembersih vagina yang mengandung pewangi bisa mengganggu keseimbangan pH

Tidak ada yang salah dengan bau alami vagina. Meskipun banyak orang yang merekomendasikan menggunakan produk pewangi, tetapi itu bisa membahayakan kesehatan seksual kita.

“Jaringan vulva dan vagina adalah yang paling sensitif di tubuh jadi coba untuk hindari produk beraroma kuat. Umumnya, itu memiliki pH dasar yang sangat tinggi,” kata Dr. Mary Jane Minkin, seorang profesor klinis ginekologi.

2. Jangan melakukan douching

Douching merupakan cara mencuci vagina dengan menyemprotkan cairan atau larutan khusus ke dalam vagina. Menurut Hill dan Bohn, ini berbahaya karena dapat menghilangkan ‘bakteri baik’ dari vagina dan mengganggu keseimbangan pH.

Douching diketahui tidak bisa mencegah kehamilan atau penyakit menular seksual. Sebaliknya, cara tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi, bahkan komplikasi kehamilan.

Vaginal Sunbathing - Mommies Daily

3. Keringkan area vagina dengan benar

Setelah mencuci vagina, sebaiknya Mommies mengeringkannya dengan handuk bersih dan baru. Ini karena vagina yang tidak kering sempurna dapat membuatnya lembap dan mengarah ke infeksi jamur serta saluran kemih.

Gunakan juga celana dalam yang tidak terlalu ketat dan terbuat dari material breathable seperti katun. Celana dalam dengan kain yang terlalu ketat seperti nilon dapat menimbulkan iritasi.

BACA JUGA: Kenali 3 Masalah Kulit Vagina dan Cara Mengatasinya

4. Menjaga kesehatan vagina

Untuk mencegah penumpukan bakteri, penting untuk memeriksa pH vagina secara berkala. Ketika pH terlalu tinggi, bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi. pH vagina yang normal biasanya berada di angka 4. Jika Mommies ragu mengeceknya sendiri, sebaiknya konsultasi dengan dokter.

Mommies juga bisa menjaga kesehatan vagina dengan mengonsumsi makanan probiotik. Dengan caara tersebut, bakteri baik kembali ‘terisi’ dan bisa membantu mempertahankan pH yang sehat. Makanan kaya probiotik meliputi yoghurt, acar kubis, tempe, kimchi, serta kefir.

Yang paling penting, periksa ke dokter jika Mommies mengalami rasa sakit pada vagina, atau bahkan ketika mengalami pendarahan.