Now Reading
Ingin Bertanam Hidroponik? Berikut Cara yang Bisa Dilakukan

Ingin Bertanam Hidroponik? Berikut Cara yang Bisa Dilakukan

Mommies Daily

Punya lahan sempit tapi ingin berkebun? Hidroponik bisa jadi jawabannya! Selain sebagai hobi, bisa juga sumber penghasilan tambahan, lho!

Berbagai cara menanam tanaman saat ini sudah semakin berkembang dan dapat dilakukan dengan banyak cara. Menanam tanaman atau berkebun pun dapat dilakukan di mana saja misalnya untuk orang-orang yang tinggal di kota maupun yang mempunyai lahan rumah yang sempit. Salah satu ilmu berkebun atau menanam yang dapat dilakukan adalah hidroponik.

Hidroponik termasuk teknik menanam yang unik karena tidak menggunakan tanah. Lalu kalau tidak dengan tanah, ditanam dengan menggunakan apa?

BACA JUGA: 7 Tanaman Indoor yang Menjadi Tren, Manakah Favorit Anda? 

Jika Mommies penasaran dengan apa itu hidroponik hingga bagaimana cara melakukannya, simak hasil obrolan Mommies Daily bersama Maimunah, dari komunitas Mandaya Nusantara Regional Jakarta berikut. Komunitas ini sering memberikan pelatihan tentang bertanam dengan sistem hidroponik yang bisa diimplementasikan di kemudian hari.

Apa itu hidroponik?
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. “Jadi, media tanamnya bukan tanah, melainkan air, dan yang terpenting adalah kebutuhan nutrisinya terpenuhi,” ungkap Mbak May, panggilan Maimunah.

May menyebutkan bahwa hidroponik sangat mungkin dilakukan oleh pemula seperti kita dan sangat cocok bagi masyarakat di lingkungan perkotaan yang lahannya sangat terbatas. Sebab, pertama, selain tidak butuh tanah, kita bisa menempatkannya di sela-sela area rumah di mana pun (teras, selasar antar-bangunan, bahkan rooftop) dan memakai sistem dengan penyusunan secara vertikal.

Yang asyik, hasil panennya bisa sangat berguna. Untuk skala hobi, kita bisa saja menanam bunga untuk hiasan rumah. Jika Mommies termasuk yang suka menanam sayuran, jika membutuhkannya bisa langsung petik di teras atau area rumah. Bisa juga diberikan sebagai hadiah ke teman dan keluarga. Akan bangga sekali rasanya memberi hadiah dari panen hasil kebun sendiri, lho, Mommies. Atau, kalau Mommies ingin lebih serius, hasilnya juga bisa dijual dan cukup menjanjikan sebagai tambahan uang dapur.

Kelebihan dan kekurangan

Menurut May, hidroponik memiliki beberapa kelebihan, berikut di antaranya:

  1. Penggunaan lahan lebih efisien.
  2. Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah.
  3. Tidak ada risiko untuk penanaman terus menerus sepanjang tahun.
  4. Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih.
  5. Penggunaan pupuk dan air lebih efisien.
  6. Periode tanam lebih pendek.
  7. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah.

Meski begitu, hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan. Yang pertama, sistem ini membutuhkan modal cukup besar. Kekurangan lainnya, jika ada tanaman yang terserang patogen (bakteri penyebab penyakit pada tanaman), dalam waktu singkat seluruh tanaman juga akan terkena serangan tersebut. Ini biasanya terjadi pada sistem tertutup. Kekurangan lainnya adalah kita harus sangat hati-hati pada volume air dan jumlah nutrisi yang diberikan, karena kesalahan pada keduanya bisa menyebabkan tanaman cepat layu dan stres.

Hidroponic

BACA JUGA: 10 Penyebab Tanaman Mendadak Layu dan Cara Mengatasinya

And money will follow…
Pada dasarnya, bertanam hidroponik itu tidak sulit. Achmad dari Symphonic (Simfoni Hidroponik) menjelaskan bahwa menanam hidroponik sangat mungkin dijadikan hobi yang menghasilkan. Yang namanya hobi, mestinya juga tidak terlalu sulit.

“Yang penting selalu perhatian dengan tanamannya, apakah ada masalah atau tidak. Jadi harus dicek selalu,” jelas Acmad.

Achmad adalah pengusaha instalasi hidroponik. Dia menyebutkan, rata-rata saat ini pesanan banyak dari skala hobi. Skala hobi sebenarnya bisa sangat menguntungkan untuk kebutuhan pribadi. “Kita bisa menanam segala jenis sayur. “Misal di lahan 2 x 3 meter saja, kita bisa memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari kita setiap hari dan sepanjang tahun. Mulai dari sawi, selada, pok coy, cabai, tomat, sampai melon. Bibitnya sangat murah dari toko pertanian, sekitar 15 ribu saja per bungkus,” jelas Achmad yang menjual seharga 3-4 juta untuk instalasi lengkap ukuran 2 x 3 meter. Instalasi tersebut bisa kita pakai seterusnya. Yang harus dibeli lagi hanya bibit dan nutrisi untuk unsur haranya.

Hidroponik

Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain untuk kebutuhan pribadi di rumah, hasil tanaman hidroponik juga bisa dijual dan mendapatkan keuntungan.

“Sayuran yang dihasilkan dari sistem hidroponik biasanya jauh lebih bagus dan berkualitas. Karena itu, biasanya harga jualnya lebih mahal. Kalau selada di pasar sekilo mungkin sekitar 20 ribuan, dari hidroponik bisa 75 ribuan per kilo. Ditambah kalau pakai green house, hasilnya lebih bagus lagi dan masa tanam juga lebih cepat.”

So, kalau kelebihan sayuran bahkan sebagian sudah dikirim ke mertua, Mommies bisa menjualnya ke sesama teman. Kalau punya lahan yang lebih luas, bisa ditanam dalam skala lebih besar lagi.

Nah, setelah ini siapa yang mau bertanam hidroponik?

Ditulis oleh: Nina Samidi

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top