Now Reading
Waspadai 9 Gangguan Perut Saat Hamil Berikut Ini

Waspadai 9 Gangguan Perut Saat Hamil Berikut Ini

Mommies Daily

Mommies beruntung jika kehamilan berjalan lancar tanpa hambatan. Namun, pada beberapa kasus, bisa muncul berbagai masalah saat hamil. Salah satunya adalah gangguan perut.

Saat mengetahui sedang hamil, Mommies pasti sangat semangat menyambutnya. Selain karena akan memiliki keturunan, Mommies juga bisa good bye pada nyeri haid. Namun ternyata, masalah nyeri perut tidak berhenti ketika hamil.

Menurut dr. Jimmy Panji, SpOG dari Rumah Sakit Permata Hati Lampung, ada gangguan perut yang kerap dirasakan saat hamil. Dan masalah-masalah ini bisa terjadi pada trimester 1 hingga trimester 3, Mommies. Apa saja ya?

1. Membesarnya rahim

Jangan dikira dengan membesarnya rahim, tidak akan ada masalah perut yang terjadi. Justru rahim yang makin besar membuat Mommies merasa lebih mudah begah, perut lebih cepat penuh dan semakin sulit menarik napas. Semua hal ini terjadi karena rahim yang membesar mendorong organ-organ di dalam maupun sekitar perut.

Gejala: Ibu hamil yang mengalami masalah-masalah akibat membesarnya rahim akan merasakan gejala berupa ketidaknyamanan. Bila mengalami perut begah atau perut terasa penuh, Mommies jadi malas makan. Selain itu, kesulitan bernapas bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat kehamilan sudah cukup besar dan Mommies mudah merasa lelah.

Cara mengatasi: Sebaiknya Mommies banyak istirahat dan siasati dengan makan sedikit tapi sering. Hindari makan sekaligus dalam jumlah besar karena bisa menambah rasa begah dan penuh.

2. Nyeri ligamen

Nyeri ligamen biasanya dirasakan pada daerah perut kanan atau kiri bawah dan bisa saja menjalar hingga ke area paha. Ligamen yang dimaksud di sini adalah ligamentum rotundum yang merupakan salah satu jaringan penyangga rahim. Saat kehamilan sudah mulai membesar, ligamen ini akan meregang. Saat inilah ibu hamil akan merasakan rasa tidak nyaman hingga nyeri.

Gejala: Muncul rasa nyeri pada area perut kanan atau kiri bawah hingga menjalar ke sekitar paha. Meskipun hal ini normal pada ibu hamil, terutama pada kehamilan usia enam bulan ke atas, tetapi rasa nyeri menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas.

Cara mengatasi: Mommies bisa bersujud untuk meredakan rasa nyeri. Lakukan selama kurang lebih 30 detik hingga 1-2 menit, biasanya nyeri akan hilang dengan sendirinya. Cara lain adalah dengan berbaring ke sisi kiri dengan posisi meringkuk seperti bayi. Pertahankan posisi ini selama 30 detik hingga 1-2 menit.

3. Konstipasi

Kontipasi sepertinya menjadi masalah jutaan ibu hamil. Dan menurut dr. Jimmy, hal ini memang normal terjadi di masa kehamilan. Konstipasi muncul sebagai upaya tubuh untuk meningkatkan jumlah makanan yang diserapnya. Selama hamil, pergerakan usus juga lebih lambat serta ada pengaruh hormon yang memicu munculnya konstipasi.

Gejala: Sama seperti gejala konstipasi pada orang yang tidak hamil, yaitu BAB keras dan perasaan seperti tidak tuntas.

Cara mengatasi: Biasakan konsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayur. Selain itu, penuhi juga kebutuhan cairan (minimal 2,5 hingga 3 liter air putih setiap hari) untuk membantu melancarkan pencernaan.

4. Kontraksi palsu

Braxton Hicks merupakan kontraksi palsu yang kerap terjadi pada ibu hamil di akhir masa kehamilannya. Itu terjadi akibat adanya pelebaran rahim. Kabar baiknya, kontraksi palsu ini ternyata tidak berbahaya. Justru baik sebagai latihan bagi ibu dan juga janin sebelum menghadapi proses persalinan sebenarnya.

Agar tidak terkecoh dan kemudian yang terjadi justru bolak balik rumah sakit, ada gejala kontraksi palsu yang harus diketahui, yaitu dengan membedakan intensitas nyeri yang dialami. Jika rahim hanya kencang saja, tapi aktivitas fisik tidak terganggu sama sekali dengan kencangnya rahim tersebut maka bisa dibilang inilah kontraksi palsu. Sebaliknya, bila rahim terasa kencang atau kaku diikuti rasa mulas dan nyeri yang hebat hingga membuat ibu hamil tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa menahan mulas tersebut, artinya Mommies sedang mengalami kontraksi sebenarnya! Segera pergi ke rumah sakit untuk menilai kontraksi tersebut.

Cara mengatasi: Jika mengalami kontraksi palsu, Mommies bisa menarik napas panjang, rileks sebentar, tenangkan diri dan tak perlu mengkhawatirkan apa pun.

Nah, tidak hanya contoh di atas, ada gangguan perut lain yang kerap dialami saat hamil. Untuk lima jenis gangguan perut lainnya, baca di artikel selanjutnya ya, Mommies!

Ditulis oleh: Leriza Putri

BACA JUGA:

5 Cara Mencegah Bayi Stunting Sejak Masa Kehamilan

Atasi Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Ngilu di Pergelangan Tangan Saat Hamil

View Comments (2)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top