Now Reading
Fakta-fakta Hiperglikemia: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Fakta-fakta Hiperglikemia: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

hiperglikemia

Walaupun jarang dibicarakan, tetapi kondisi hiperglikemia sebaiknya tidak diabaikan. Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang hiperglikemia.

Hiperglikemia mengacu pada tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Itu terjadi ketika tubuh tidak memproduksi dan menggunakan cukup insulin—hormon yang menyerap glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Kadar gula yang tinggi sendiri merupakan salah satu penyebab utama diabetes. Jika pengidap diabetes tidak mengatur kadar gula darah dalam tubuh dengan baik, mereka bisa mengalami komplikasi parah yang disebut ketoasidosis diabetik (DKA). Lebih lanjut, jika ketoasidosis tidak mendapatkan perawatan, itu dapat menyebabkan koma diabetes (komplikasi berbahaya dari diabetes.

Berikut ada beberapa hal tentang hiperglikemia yang perlu Mommies ketahui. Mulai dari gejala, penyebab, hingga cara menanganinya.

Penyebab hiperglikemia

Orang-orang akan mengalami kenaikan kadar gula darah setelah mengonsumi makanan dengan gula tinggi. Namun, pengidap hiperglikemia mungkin akan memiliki masalah dalam memproduksi atau menggunakan insulin.

Insulin sendiri merupakan hormon yang diproduksi pankreas yang memungkinkan sel-sel menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi dan berfungsi dengan normal. Ketika insulin rendah atau tidak cukup, diabetes dapat berkembang.

gula darah tinggi hiperglikemia

Ada dua jenis diabetes:

  • Diabetes tipe 1, terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin.
  • Diabetes tipe 2, terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin dengan efektif. Alhasil, glukosa tetap berada di dalam darah dan beredar ke seluruh tubuh.

Makan berlebihan dan kurang olahraga dapat menyebabkan jumlah gula dalam darah selalu tinggi. Akibatnya, efisiensi insulin berkurang karena lebih banyak glukosa yang diterima dibanding yang bisa diproses.

Stres di pekerjaan, kehidupan, maupun hubungan, juga dapat melepaskan hormon yang membuat kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi. Sebuah studi bahkan pernah mengungkapkan kaitan stres dengan kadar gula darah yang tinggi. Beberapa penyakit, seperti flu misalnya, bisa menyebabkan stres yang akhirnya meningkatkan peningkatan gula darah.

Penyebab utama hiperglikemia pada penderita diabetes lainnya adalah dawn phenomenon. Ini merupakan kondisi yang terjadi di pagi hari ketika hormon-hormon tertentu seperti epinefrin, glukagon, dan kortisol, membuat hati melepaskan glukosa dalam darah. Fenomena tersebut biasanya terjadi 8-10 jam setelah penderita diabetes tertidur.

Gejala hiperglikemia

Berikut gejala-gejala yang muncul ketika seseorang mengalami hiperglikemia:

  • Kadar gula darah melebihi 130 mg/dl sebelum makan, atau di atas 180 mg/dl dua jam setelah makan
  • Sering buang air kecil
  • Merasa lebih haus dari biasanya
  • Kelelahan
  • Luka yang tidak kunjung sembuh
  • Penglihatan mengabur
  • Tingginya volume glukosa dalam urine

Cara menanganinya

Harus dilakukan secara berkelanjutan dan mungkin seumur hidup, berikut langkah-langkah untuk mengurangi lonjakan glukosa yang tinggi.

  • Memantau gula darah: Pengidap diabetes sebaiknya memantau kondisi dirinya secara teratur. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa kadar glukosa sebelum mencapai tahap di mana mereka akan menimbulkan gejala.
  • Berolahraga: Aktivitas fisik dapat menggunakan kelebihan glukosa dalam darah. Meski begitu, jika seseorang dengan hiperglikemia berat menemukan keton dalam urine, mereka harus menghindari olahraga karena bisa memecah lebih banyak lemak dan mempercepat ketoasidosis.
  • Mengatur asupan makanan: Mengonsumsi lebih sedikit makanan dan camilan, serta berfokus pada makanan rendah gula, membantu menjaga jumlah glukosa dalam batas wajar. Jika kesulitan mengaturnya sendiri, Mommies bisa meminta bantuan ahli gizi.
  • Mengganti obat: Dokter biasanya akan merekomendasikan untuk mengubah waktu atau jenis obat serta insulin yang dikonsumsi jika itu tidak menurunkan gula darah sebagaimana mestinya.
  • Menggunakan identitas medis: Seseorang yang memiliki hiperglikemia harus mempertimbangkan untuk memakai kalung atau gelang yang memberikan informasi tentang kondisinya, karena dapat berdampak pada pemberian perawatan lain. Identitas medis ini berisi informasi penting, seperti apakah individu tersebut menderita diabetes, alergi, atau perlu menggunakan insulin. Informasi yang terdapat pada identitas medis dapat menyelamatkan seseorang di mana ia tidak bisa berbicara sendiri. Misalnya saat mengalami kecelakaan atau jika mereka memiliki DKA parah.

Itu dia beberapa hal yang perlu diketahui tentang hiperglikemia. Semoga bisa membantu Mommies yang ingin mendapatkan informasi terkait hiperglikemia.

BACA JUGA:

Mengontrol Diabetes dengan 5 Jenis Makanan

Mengenal Hidden Sugar, Si Gula Tersembunyi yang Berbahaya dan Kerap Mengecoh Banyak Orang

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top