Now Reading
7 Fakta Penting Tentang Hipotermia yang Bisa Membahayakan Nyawa

7 Fakta Penting Tentang Hipotermia yang Bisa Membahayakan Nyawa

Faktanya, seseorang juga bisa terserang hipotermia bahkan ketika ia berada di dalam ruangan. Simak fakta-faktanya di sini.

Pada dasarnya, hipotermia adalah kondisi ketika temperatur tubuh menjadi abnormal atau sangat rendah dan ini bisa membahayakan nyawa. Hipotermia dapat terjadi di mana saja, tidak hanya di luar ruangan dan di negara-negara yang memiliki 4 musim. Jika tidak waspada, para orang lanjut usia dapat terkena hipotermia ringan ketika suhu di rumah mereka terlalu dingin. Berikut adalah tujuh fakta penting yang perlu diketahui tentang hipotermia.

1. Ada gejala dan tandanya

Selain menggigil sebagai upaya meningkatkan suhu tubuh, Anda mungkin juga mengalami gejala yang lebih dari itu. Mengutip dari Mayo Clinic, hipotermia dapat memengaruhi fungsi motorik Anda serta kemampuanAnda untuk berbicara dengan benar dan jelas. Anda mungkin juga akan merasa sakit, lelah, lapar, pusing, kebingungan, bernapas pendek-pendek, denyut nadi lemah, kekakuan pada lengan dan kaki, atau kombinasi dari semua itu (walapun mungkin terjadinya nggak bersamaan), serta detak jantung yang meningkat. Jarang sekali seseorang menyadari dia sedang terkena hipotermia karena gejalanya secara bertahap.

2. Anda bisa terkena hipotermia ketika di dalam ruangan

Ketika mendengar kata hipotermia, Anda mungkin membayangkan seseorang sedang meringkuk, menggigil kedinginan di tengah badai salju tanpa tempat berlindung. Tapi kenyataannya, untuk terkena hipotermia tidak melulu harus sedramatis itu. Mayo Clinic mengungkapkan bahwa bahkan ketika seseorang merasa aman di dalam rumah atau ruangan, ia juga bisa terkena hipotermia.

Para lansia bisa saja mengalami hipotermia ringan setelah terlalu lama terpapar suhu dalam ruangan yang umumnya aman-aman saja buat orang dewasa yang lebih muda dan bugar. Jadi, jika ada seorang lanjut usia di rumah Mommies mengeluh kedinginan, coba cek suhu ruangan dan udara di luar rumah, lalu pastikan ia memakai baju hangat, kaus kaki, atau selimut tambahan yang membuat tubuhnya lebih hangat.

3. Perbedaannya hanya beberapa derajat

Perbedaan antara merasa baik-baik saja dan mengalami hipotermia hanya beda beberapa derajat. Kondisi ini bisa terjadi ketika suhu normal Anda (sekitar 37°C untuk kebanyakan orang) turun menjadi di bawah 35°C. Anda berisiko terserang hipotermia jika termometer terus turun di bawah 10°C. Suhu ini berlaku baik untuk udara dan air. Jadi, nggak usah pamer betapa tangguhnya Anda dengan cuma mengenakan T-shirt dan celana pendek saat cuaca sedang dingin.

4. Dehidrasi dan Hipotermia adalah partners in crime

Jika Anda berencana melakukan hiking terutama saat cuaca dingin, bawa persediaan air yang banyak. Jika nanti kelelahan dan tubuh kekurangan cairan tapi persediaan air nggak ada, perjalanan buat senang-senang bisa berakhir jadi masalah karena tubuh rentan terkena hipotermia.

Mengapa Anda perlu air? Karena air mempertahankan kehangatannya lebih daripada zat lain. Dengan punya cukup cairan, tubuh bisa mengatur sendiri suhu yang ia butuhkan. Volume darah di dalam tubuh juga ada kaitannya lho. Jika volume darah Anda normal, tubuh dapat mengedarkan cukup cairan ke otot dan organ dalam Anda agar mereka tetap berfungsi dengan benar.

5. Jumlah kematian akibat hipotermia meningkat

Jumlah kematian akibat hipotermia meningkat di Amerika Serikat dan kelompok yang paling berisiko adalah para lansia, orang dengan gangguan jiwa, mereka yang hidup sendirian, tunawsima, dan mereka yang kecanduan narkoba.  Artikel itu mengutip data dari Center for Disease Control & Prevention (CDC) yang menyatakan bahwa lebih dari 13.400 orang tewas akibat cuaca dingin antara tahun 2003 hingga 2013.

6. Lakukan pencegahan ketika Anda melihat gejalanya

Jika Anda mencurigai seseorang terserang hipotermia karena terlalu lama terpapar dingin, dan Anda tidak paham cara menanganinya (berdasarkan beberapa gejala yang tadi sudah kita bahas), maka segera hubungi nomor telepon darurat. Bagi lansia dan anak-anak, waktu penanganan sangatlah penting karena hipotermia bisa membunuh dengan cepat.

Baca juga: Tips Memandikan Bayi dengan Air Hangat

Selama menunggu bantuan datang, pastikan memindahkan orang tersebut ke area yang terlindungi dan hangat. Pindahkan dengan hati-hati dan perlahan. Gerakan yang sembarangan, kasar, dan mengagetkan bisa menyebabkan detak jantungnya semakin tidak teratur. Jika pakaiannya basah, lepaskan semua lalu bungkus tubuhnya dengan pakaian kering (jika ada) atau selimut.

7. Catat, alkohol tidak mencegah hipotermia

Sebaliknya alkohol dapat menurunkan suhu inti tubuh kita yang mungkin nggak akan kita sadari karena kita merasa hangat dan agak ‘fly’ karena minuman keras. Bahkan setiap satu kali tegukan memicu penurunan suhu tubuh. Alkohol dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit Anda melebar, membawa lebih banyak darah ke permukaan, memberi kita sensasi hangat yang palsu. Lebih banyak alkohol, semakin turunnya suhu tubuh, dan kesadaran yang kian berkurang berarti bahaya mengintai di depan mata.

Baca juga: Hindari 5 Kebiasaan yang Membuat Imun Tubuh Menurun

Photo by Snowy Vin on Unsplash

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top