Now Reading
Waspada 11 Tanda Masalah Sensorik Pada Anak

Waspada 11 Tanda Masalah Sensorik Pada Anak

Tanda Masalah Sensorik pada Anak - Mommies Daily

Ada beberapa tanda bahaya yang menunjukkan bahwa anak mungkin memiliki masalah sensorik yang butuh perhatian ekstra. Berikut 11 tanda masalah sensorik paling umum.

Sebelum mulai membahas daftar ini, kami ingin memastikan Anda paham bahwa beberapa tanda bahaya ini TIDAK berarti anak Anda menderita Autisme, Gangguan Pemrosesan Sensorik, atau diagnosis lainnya. Harapan ditulisnya artikel ini adalah jika Mommies melihat anak berperilaku seperti salah satu di daftar ini, Mommies bisa memberikan dukungan, pengertian, dan kasih sayang yang anak butuhkan.

1. Alami meltdown setiap kali diajak berbelanja. Selalu

Meltdown (berbeda dengan tantrum) adalah dorongan emosi dari anak ketika dia sudah mulai kewalahan akan perasaannya sendiri seperti marah atau menangis, tanpa ia tahu sebabnya. Luangkan waktu sejenak untuk bertanya atau evaluasi apakah penerangan di dalam toko tidak nyaman untuk anak, apakah terlalu banyak orang, terlalu bising, atau ia kelelahan dan ingin tidur bukannya diajak berbelanja. Hal sepele buat orang dewasa belum tentu sepele buat anak-anak. Kita mungkin nggak sadar bahwa cahaya lampu bisa sangat mengganggu bagi anak yang peka terhadap cahaya. Begitu pula dengan suasana ramai.

2. Nggak pernah merasa pusing

Pernah lihat anak-anak kecil melakukan permainan berputar-putar di tempat, terjatuh karena ruangan tempatnya berdiri tampak ikut berputar, lalu bangun sambil terhuyung-huyung? Nah, beberapa anak bisa melakukan hal yang sama tapi beda hasilnya. Setelah menjatuhkan diri, ia dapat bangkit dan berjalan seperti biasa tanpa limbung. Kelihatannya keren ya, tapi ternyata ini tanda bahaya. Apa yang terjadi adalah indra visbular (keseimbangan) anak memproses informasi dengan tidak benar. Jika Mommies tahu Si Kecill mengalami ini segera konsultasikan dengan dokter anak.

Baca juga: Saat Anak Insecure, Lakukan 7 Hal Ini!

3. Membungkuk sepanjang waktu dan tampak lemas

Ini berkaitan dengan poin 2 tadi. Anak-anak yang tidak memproses input vestibular (keseimbangan) dan proprioseptif (gerak antarsendi) dengan baik, seringkali bermasalah dengan kekuatan tulang belakang, perut, panggul, dan pelvis yang buruk. Mereka sering bersandar pada sesuatu dan kesulitan duduk tegak.

4. Kaget saat dibaringkan untuk ganti popok atau mencuci rambut

Ketika anak-anak terlalu banyak memproses input vestibular (sistem indera yang sangat berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh manusia), gerakan-gerakan tertentu bisa membuatnya takut. Seseorang yang mengalami gangguan keseimbangan, pada hipersensitif, bisa takut dengan gerakan sederhana, seperti naik ayunan, menolak digendong, atau naik turun tangga. Ketika tubuhnya dibaringkan telentang itu sangat menakutkan baginya, Bayangkan seperti tubuh seseorang terlempar ke belakang dari atas tebing yang tinggi, kira-kira seperti itulah yang mereka rasakan.

5. Menolak berjalan telanjang kaki di luar rumah

Orangtua tanpa sadar sering bercerita tentang bayi mereka yang duduk di atas selimut dan menolak untuk bergerak karena tak ingin menyentuh rumput atau pasir. Beberapa anak tumbuh dengan tetap seperti itu karena sistem sensorik mereka menjadi peka, beberapa yang lain tidak. Jika anak tidak mau berjalan di atas rumput atau tanah, atau terlihat sangat kesal saat ia melakukan itu, ini merupakan indikasi bahwa mungkin sensitif terhadap tekstur dan sistem indra peraba mereka terlalu banyak memproses sehingga mereka menganggap menyentuh rumput atau pasir akan menyakitkan.

6 tanda lainnya bisa Anda baca di halaman selanjutnya

Pages: 1 2
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top