Now Reading
15 Dukungan yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

15 Dukungan yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

RachelKaloh

Demi menyukseskan Pekan ASI 2021 yang bertema “Ibu Menyusui Tanggung Jawab Bersama”, inilah dukungan yang sampai saat ini masih kami butuhkan.

“Ibu Menyusui Tanggung Jawab Bersama”, kalimat ini selayaknya nggak hanya menjadi tema Pekan ASI tahunan, melainkan sepanjang waktu. Mewakili para ibu menyusui, inilah 15 dukungan yang hingga saat ini masih terus kami butuhkan.

1.Ruang menyusui yang memadai secara merata di seluruh tempat umum.

Oke, lah, di beberapa tempat umum yang baru saja dibangun belakangan ini oleh pihak pemerintah, khususnya, memang sudah menyediakan ruang menyusui yang memadai. Namun, tempat-tempat seperti mall, khususnya yang nggak begitu besar, sepertinya masih darurat ruang menyusui. Ada, sih, tapi tidak sedikit yang kurang memadai. 

2. Ruang menyusui yang memadai di seluruh perkantoran, termasuk rumah yang dijadikan tempat usaha.

Dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, pasal 83 menyatakan: “Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.” Sementara, pasal 128 ayat 3 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, menyatakan: “Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.” Memang, sih, untungnya sebagian dari kita masih WFH, sehingga lebih mudah bahkan untuk menyusui anak secara langsung. Namun, sejatinya saat kita kembali bekerja di kemudian hari, baik di kantor, di mall, di rumah yang dijadikan kantor, ruang menyusui harus selalu tersedia. 

3. Dokter atau konselor laktasi yang melayani konsultasi online bebas biaya

Di era pandemi ini, ibu yang baru melahirkan dan bayi disarankan untuk menunda kedatangan ke rumah sakit maupun klinik, termasuk menunda imunisasi anak. Oleh karena itu, konsultasi online sangat dibutuhkan, terutama yang gratis. Sekarang ini, AIMI melayani konseling menyusui online dengan konsep donASI, Mommies bebas bayar berapapun karena hasilnya akan didonasikan bagi ibu menyusui yang membutuhkan.

4. Konsultasi gratis dengan dokter atau konselor laktasi khusus penanganan Covid-19

Menurut survei nasional yang dilakukan oleh Kemenkes RI dengan dukungan UNICEF, konseling menyusui di masa pandemi hanya menjangkau kurang dari 50 persen ibu dan pengasuh anak berusia di bawah dua tahun. Tentu, fasilitas yang sama dengan poin 3 juga dibutuhkan oleh ibu menyusui yang saat ini sedang menderita Covid-19, baik yang menjalani isoman di rumah maupun di rumah sakit. Akan sangat membantu bila pihak rumah sakit bisa memberikan pelayanan untuk mengakomodir ibu yang masih bisa menyusui, atau mereka yang bisa dipastikan punya segudang pertanyaan selama menyusui sambil isoman di rumah, karena memang tidak ada larangan untuk tetap menyusui saat terkena Covid-19.

Baca juga: 10 Tips Menyusui Aman Saat Pandemi

5. Layanan jasa antar ASI 

Khususnya bagi para ibu bekerja yang mungkin di tempat kerjanya tidak menyediakan peralatan yang memadai untuk menyimpan ASIP, sesederhana kulkas. Good news is layanan ini sudah tersedia di beberapa kota-kota besar di Indonesia. Buat ibu menyusui yang bekerja di sektor kritikal selama PPKM berlangsung, bisa cek Antar ASI Daily Care, JESIKA by JNE, Antarcepat.com, PONG ASI delivery, dan berbagai layanan antar ASI lainnya. 

Baca juga: 15 Tips Pumping Andalan Para Busui

6. Mendapatkan vaksin Covid-19 tanpa syarat tertentu

Awalnya, ibu hamil dan menyusui sempat dikategorikan sebagai kalangan yang belum bisa menerima vaksin Covid-19. Kemudian, akhirnya diperbolehkan dengan sebaiknya menggunakan jenis vaksin tertentu. Namun kini, dilansir Alomedika.com, WHO telah menganjurkan pemberian vaksin CoronaVac Sinovac, Oxford/AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer BioNTech untuk ibu hamil dan ibu menyusui apabila manfaat dinilai lebih besar dari risiko, misalnya pada kelompok yang rentan.

7. Untuk tetap melanjutkan menyusui setelah menerima vaksin Covid-19

Pada ibu menyusui, ajakan untuk tetap menyusui setelah mendapatkan vaksin nampaknya perlu terus digaungkan oleh petugas yang saat itu memberikan vaksin. Hal ini menjadi sebuah cara untuk meyakinkan bahwa mereka tidak perlu menunda pemberian ASI setelah mendapatkan vaksin Covid-19 jenis apapun. 

Pages: 1 2
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top