8 Anak Indonesia yang Menginspirasi, Simak Prestasinya Berikut Ini!

Kids

gitalarasw・05 Jul 2021

detail-thumb

Indonesia memiliki anak-anak hebat dan berprestasi. Simak bagaimana 8 anak Indonesia yang menginspirasi ini menunjukkan kemampuannya di mata dunia.

Mulai dari bidang sains, teknologi, olahraga, hingga musik, anak-anak Indonesia ini menunjukkan prestasinya yang memukau. Mereka bahkan menarik perhatian dunia Internasional dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Berikut 8 anak Indonesia yang menginspirasi.

Joey Alexander

Mungkin Mommies tidak asing lagi dengan nama Joey Alexander, pianis asal Indonesia. Di umurnya yang baru 12 tahun pada 2016, Joey Alexander berhasil tampil di acara penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat, Grammy Awards. Penampilan Joey memukau para musisi-musisi ternama yang hadir di sana. Mereka sampai bangkit dari duduknya dan memberikan standing applause untuk Joey.

Tidak hanya tampil, Joey juga menjadi nominator pada ajang tersebut. Single-nya yang berjudul Giant Steps, berhasil masuk nominasi kategori Best Improvised Jazz Solo. Sementara, albumnya, My Favorite Things, masuk dalam kategori Best Jazz Instrumental Album.

Sebelum prestasinya di Grammy tersebut, pianis cilik yang bernama lengkap Josiah Alexander Sila ini pernah mendapat penghargaan Grand Prix dalam Master-Jam Fest di Ukraina. Pada saat itu, ia baru berusia sembilan tahun dan berhasil bersaing dengan 42 musisi dari 17 negara.

Salman Trisnadi Wajrasena

Salman Trisnadi Wajrasena baru duduk di kelas 1 SD ketika menjuarai lomba Robotic Internasional di Korea Selatan, pada Agustus 2015 lalu. Bocah asal Depok ini berhasil mendapat penghargaan kategori Creative Design. Kesenangan Salman pada bidang tersebut berasal dari lingkungan keluarganya. Ayah Salman merupakan trainer untuk pembelajaran robotic di beberapa sekolah. Salman pun kerap belajar mengutak-atik robot dari sang ayah.

Yuma Soerianto

Yuma Soerianto dikenal karena prestasinya di dunia aplikasi. Ia sudah memiliki ketertarikan pada coding sejak usianya masih 6 tahun. Yuma mempelajarinya dari situ dan kursus online yang diselenggarakan Stanford University.

Kegemarannya pada dunia coding ini tidak sia-sia, pada 2017-2019, selama tiga tahun berturut-turut, Yuma menerima beasiswa Apple Worldwide Developer Conference (WWDC) yang digelar setiap tahunnya oleh Apple. Ketika pertama kali diundang ke konferensi tersebut, usia Yuma baru sepuluh tahun lho, Mommies!

Kini, Yuma telah membuat sekitar 9 aplikasi. Ada Kid Calculator, Weather Duck, Pocket Pokè for Pokèmon, Hunger Button, Let’s Stack, Let’s Stack AR (Augmented Reality), Fireworks Builder AR, Weather Duck for Apple Watch dan Swipy Trash.

Cendikiawan Suryaatmadja

Umur 12 tahun umumnya anak-anak masih berada di kelas 6 SD. Namun tidak dengan Cendikiawan Suryaatmadja. Saat berusia 12 tahun, Diki sudah resmi menjadi mahasiswa jurusan Fisika di Universitas Waterloo, Kanada. Ia pun menjadi mahasiswa termuda di sana.

Diki mengalami beberapa proses akselerasi di sekolah dengan rincian belajar di SD 3 tahun, di SMP 1 tahun, dan 2 tahun di SMA. Diki juga dikenal sebagai anak jenius karena hasil IQ-nya saat itu mencapai angka 189—lebih tinggi dari Albert Einstein (160).

Musa

Musa mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil menjadi juara 3 di ajang lomba menghafal Al-Quran tingkat Internasional di Mesir pada 2016. Saat itu, Musa masih berusia tujuh tahun. Ia berhasil menjadi jura dengan skor 91,17.

Kemahiran Musa dalam menghapal Al-Quran ini berasal dari orang tuanya yang sudah mengajarkan ilmu agama sedari dini. Prestasi Musa menarik banyak perhatian, termasuk Presiden Joko Widodo. Jokowi bahkan memposting tentang Musa di akun resmi Twitter-nya.

Rainie Elena Liem

Rainie Elena Liem merupakan atlet wushu junior. Rainie menunjukkan prestasinya saat membawa pulang medali emas dalam Kejuaraan Wushu Junior Asia ke-10. Anak perempuan kelahiran 15 Juli 2008 ini, berhasil mengalahkan 10 atlet terbaik dari negara-negara Asia lainnya, lho. Hebat banget ya, Mommies!

Nyimas Bunga Cinta

Nyimas menunjukkan bahwa olahraga skateboard tidak hanya untuk anak laki-laki saja. Pada Asian Games 2018, Nyimas berhasil mendapatkan medali perunggu pada nomor nomor street putri dengan perolehan 19,8 poin. Prestasi ini membawanya menjadi skateboarder termuda di Asian Games 2018 yang berhasil membawa pulang medali.

Voice of Baceprot

Voice of Baceprot merupakan band metal asal Garut yang beranggotakan Firda Kurnia (vokal dan gitar), Euis Siti Aisyah (drum) dan Widi Rahmawati (bass). Sejak awal kemunculannya, band ini sudah menarik perhatian karena dianggap berbeda. Voice of Baceprot ingin mengubah stigma perempuan berhijab dan musik metal.

Prestasi dari Voice of Baceprot membuat mereka terpilih menjadi wakil Indonesia yang bertemu secara virtual dengan Duchess of Cornwall pada WOW Festival UK 2021. Band ini juga diundang untuk manggung di Wacken Open Air Festival 2022 bersama Limp Bizkit dan Slipknot.

Nah itu dia, 8 anak-anak Indonesia yang menginspirasi dengan prestasinya. Hebat-hebat sekali ya, Mommies!