Now Reading
Rekomendasi Dokter Urologi Anak di Indonesia

Rekomendasi Dokter Urologi Anak di Indonesia

Jika si kecil butuh penanganan dokter urologi anak, kami punya rekomendasinya di bawah ini.

Kalau bicara soal urologi (cabang ilmu kesehatan yang mempelajari kelainan pada saluran kemih dan genital pada laki-laki dan saluran kemih pada perempuan) kita sering mendengar tentang ISK alias Infeksi Saluran Kemih dialami oleh anak-anak. Padahal selain ISK, masalah seputar urologi anak yang umum terjadi, masih ada dua lainnya, apa saja itu? Setelah itu dilanjutkan dengan rekomendasi dokter urologi anak.

BACA JUGA: 4 KELAINAN GENITAL PADA ANAK LAKI-LAKI YANG PERLU DIWASPADAI

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Dikutip dari website resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dikatakan bahwa ISK perlu mendapat perhatian serius orang tua dan para tenaga medis. Karena ISK dinilai penyakit yang sering menyebabkan gagal ginjal pada anak yang mengakibatkan anak memerlukan tindakan cuci darah (dialisis) dan cangkok ginjal (transplantasi ginjal). 

Gejala biasanya berupa: demam, nyeri pinggang, nyeri ketika berkemih, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan infeksi di seluruh tubuh (sepsis) yang berpotensi menyebabkan kematian. ISK yang terjadi pada perempuan ketika masih anak-anak dapat menimbulkan komplikasi kelak pada saat mereka menjadi ibu hamil. 

Oleh karena itu, ISK pada anak memerlukan tata laksana yang optimal. ISK paling sering disebabkan kuman Escherichia coli (E. coli) yaitu sekitar 60-80 persen. Kuman ini berasal dari saluran cerna. Selain kuman E. coli, ISK dapat disebabkan kuman lain, seperti Klebsiela, Proteus, Enterokokus, Enterobakter, dan berbagai kuman lainnya.

2. Enuresis Nokturnal

Bahasa awamnya mengompol. Sering kali sulit didiagnosis karena mengompol sebetulnya hal yang lumrah terjadi pada anak. Namun menjadi tidak wajar jika hal ini tetap berlangsung setelah si kecil melampaui usia prasekolah (sekitar maksimal 5 tahun). Segera konsultasi ke ahli urologi, ya, moms jika hal ini terjadi pada si kecil. Mengompol juga bisa dikaitkan dengan masalah psikologis, seperti stres atau ketakutan. 

3. Hernia

Hernia disebabkan melemahnya lapisan otot dinding perut. Akibat lemahnya lapisan otot, dinding rongga membentuk kantong dengan lubang kecil dan bisa menyebabkan usus melorot melalui lubang tersebut. Selain itu, melemahnya lapisan otot dinding perut biasanya berkaitan dengan usia, batuk kronis, bawaan lahir, dan cedera di perut. 

Gejala hernia membuat nyeri pada bagian perut bawah, rasa sakit semakin menjadi ketika seseorang batuk, mengejan atau mengangkat beban. Kemudian, gejala hernia lain munculnya benjolan di selangkangan hingga sakit yang menyebabkan demam. Umumnya jenis hernia umbilikal lebih banyak terjadi pada anak-anak.

Berikut rekomendasi dokter urologi anak di Indonesia

1. dr. Gerhard Reinaldi Situmorang, Sp.U, Ph.D.

Tempat praktik: RS St. Carolus Salemba

Jl. Salemba Raya No. 41 Jakarta Pusat

Telepon: 021-3904441 

Pendaftaran Rawat Jalan: 021-23567990

2. Arry Rodjani, Sp.U(K)

Tempat praktik: Siloam Hospitals Asri

Jl. Duren Tiga Raya No.20, RT.4/RW.1, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, 12760.

Telepon: 021-2783 7900

Emergency 1-500-911

3. Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K)

Tempat praktik: Siloam Hospitals Asri

Jl. Duren Tiga Raya No.20, RT.4/RW.1, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, 12760.

Telepon: 021-2783 7900

4. dr. Trisula Utomo, Sp.U(K)

Tempat praktik: RSUP Dr Sardjito

Jl. Kesehatan No. 1 Sekip Sinduadi. Yogyakarta, DIY 55284

Telepon: (0274) 631190, 587333  

Emergency (0274) 583613

08112750500 (Hotline)     

5. dr. G. Reinaldi Situmorang, SpU, PhD

Tempat praktik: RS St. Carolus Salemba

Jl. Salemba Raya No. 41 Jakarta Pusat

Telepon: 021-3904441 

Pendaftaran Rawat Jalan: 021-23567990

Daftar dokter urologi anak di atas memang masih terbilang sangat sedikit. Jika ada masalah terkait saluran kemih si kecil, dan di kota mommies tidak mendapati dokter urologi anak, ada baiknya tetap konsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis anak, untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan awal. 

Baca juga:

Metode Sunat yang Terbaik untuk si Kecil

Berapa Usia Ideal Anak untuk Sunat?

Referensi artikel: 1, 2 & 3

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top