Berapa Usia Ideal Anak untuk Sunat?

Mommies dengan anak laki-laki pasti pernah terpikir: Lebih baik disunat saat bayi, balita, atau saat SD saja?

Dari hasil obrolan sana-sini, usia sunat adalah tradisi keluarga dan kebiasaan di tempat tinggal masing-masing. Ayah saya disunat umur 4 tahun, tapi karena tidak punya anak laki-laki, tradisi sunat saat balita itu tidak diteruskan.

Merawat Luka Pasca Sunat - Mommies Daily

Tapi ada pula teman saya asal Padang yang disunat saat kelas 6 SD karena memang tradisi keluarganya sunat itu sebelum masuk SMP. Bagaimana kalau dari sisi medis? Berapa usia ideal anak untuk sunat?

Saya sempat berbincang dengan dokter spesialis urolog anak Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K) yang menyunat Xylo beberapa waktu lalu. Menurut dr. Irfan, sunat itu boleh dilakukan kapan saja asal anak dalam kondisi sehat. Tidak ada usia ideal karena boleh kapan saja, namun semakin muda anak disunat, proses penyembuhannya akan semakin cepat.

Sunat bisa dilakukan dalam 7 hari setelah bayi lahir asal dalam kondisi sehat, stabil, dan bayi tidak kuning. Dari pengalaman teman-teman saya yang langsung menyunat anaknya saat bayi, luka sunat sembuh sepenuhnya dalam waktu hanya 3-4 hari.

(Baca: Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Anak Disunat)

Namun meski sembuh lebih banyak yang tidak terpikir untuk sunat saat bayi kalau tidak ada kasus tertentu. Rata-rata, orangtua yang menyunat anaknya saat bayi itu karena ada masalah seperti fimosis atau infeksi saluran kencing.

Idealnya, sebelum sunat, konsultasi dulu dengan dokter spesialis urologi anak untuk memeriksa kondisi penis dan testis anak. Menurut dr. Irfan, banyak juga kasus anak dengan micro penis atau kasus lain (bisa dibaca di sini) sehingga penting sekali memeriksakan kondisinya pada dokter spesialis sebelum disunat di klinik biasa.

Jadi, tidak perlu menunggu usia tertentu untuk sunat ya moms! Jika dirasa sudah siap, maka sunatlah secepatnya agar penis bisa dibersihkan dengan maksimal.


Post Comment