banner-detik
HEALTH & NUTRITION

Sering Dikira Jerawat Batu, Yuk, Kenali Molluscum Contagiosum pada Balita

author

Sisca Christina26 Apr 2021

Sering Dikira Jerawat Batu, Yuk, Kenali Molluscum Contagiosum pada Balita

Terkadang beberapa masalah kulit pada anak memiliki gejala yang mirip. Salah satunya molluscum contagiosum, yang sekilas tampak seperti jerawat batu.

Kalau mommies menemukan bintil-bintil atau benjolan kecil pada kulit si kecil berwarna merah muda atau berwarna senada dengan warna kulit dan teksturnya keras, bisa jadi itu molluscum contagiosum. Ini adalah penyakit kulit akibat virus yang bernama poxvirus yang dapat dialami siapa saja, namun lebih sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Penyakit ini menular secara ringan dan umumnya tidak memiliki gejala lain. Bahkan, infeksi kulit ini biasanya akan hilang seiring waktu atau kurang lebih dalam kurun waktu enam bulan.

Bagaimana anak-anak bisa terkena penyakit ini?

Kabar baiknya, molluscum contagiosum tidak berbahaya. Anak-anak bisa tertular molluscum contagiosum melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus. Walaupun infeksi kulit ini jamak ditemukan di seluruh dunia, tetapi dianggap lebih umum di lingkungan yang panas dan lembab.

Bagaimana gejalanya?

Melansir Perdoski, benjolan yang berwarna merah muda atau berwarna kulit ini memiliki gejala berikut:

  • Muncul benjolan-benjolan kecil menyerupai jerawat pada permukaan kulit.
  • Bintil tersebut biasanya berukuran kecil seperti biji kacang hijau dan banyak. Pada bagian tengah bintil berbentuk cekung.
  • Tidak berbahaya, tidak terasa sakit, namun beberapa bintil ada yang terasa gatal.
  • Mudah menyebar ke area kulit lainnya dan mudah menular pada orang lain.
  • Jika pecah, akan keluar cairan kental berwarna putih yang dapat menularkan penyakit ini.
  • Penanganan molluscum contagiosum

    Sebetulnya penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya. Namun dokter akan tetap memeriksa untuk kemudian menangani si kecil sesuai dengan gejala, usia, kesehatan dan tingkat keparahannya. Umumnya, penderita dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus dalam waktu 6-12 bulan. Namun, virus dapat bertahan 4 tahun di tubuh penderita dan meninggalkan bekas luka.

    Pengobatan tambahan bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Menghilangkan tonjolan dengan membekukannya (cryosurgery), bedah laser, memotongnya dengan alat khusus
  • Menggunakan obat-obatan pada kulit seperti salep yang bisa bekerja dengan cara menghancurkan lapisan atas kulit sehingga bintil tersebut ikut terangkat/terkikis.
  • Kalau anak terkena molluscum contagiosum, apa yang harus saya lakukan?

    Sekali lagi, virus di dalam benjolan hanya menular ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Jika anak terkena penyakit ini, lakukan hal berikut:

  • Minta anak untuk tidak menyentuh atau menggaruk benjolan secara langsung untuk menghindari penularan lebih jauh.
  • Jika tak sengaja menyentuh, segera cuci tangan.
  • Tidak perlu membatasi aktivitas anak. Si kecil masih bisa sekolah, bermain atau berolahraga, selama benjolan ditutup dengan perban tahan air untuk mencegah penularan virus ke orang lain.
  • Dorong anak untuk senantaiasa menjaga kebersihan.
  • Kapan harus menghubungi dokter?

    Ketika mommies merasa molluscum contagiosum sudah mulai menyebar ke bagian lain dari tubuh anak, menginfeksi orang lain atau tumbuh di luar kendali pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, maka jangan sungkan untuk menghubungi dokter.

    Baca juga: 6 Fakta Tentang Milia pada Bayi, Sering Dianggap Jerawat!

    Share Article

    author

    Sisca Christina

    Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


    COMMENTS