Now Reading
Ini Panduan dan Cara Stimulasi Balita Usia 1-5 Tahun

Ini Panduan dan Cara Stimulasi Balita Usia 1-5 Tahun

siscachristina
Panduan Stimulasi Balita

Pastikan stimulasi sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak. Ini panduan stimulasi balita yang bisa dilakukan di rumah. Jangan sampai overstimulation, ya!

Lewat usia 3 tahun, kadang orang tua jadi ngeblank ngga tahu mau stimulasi apa lagi untuk anak. Apalagi beberapa anak sudah disekolahkan, atau les ini itu. Terkadang ini membuat orang tua makin berkurang memberi stimulasi kepada anak terutama di rumah. Yuk, giatkan kembali stimulasi untuk anak. Masa balita adalah masa keemasan dalam fase tumbuh kembang anak, sebab otaknya berkembang sangat pesat dalam periode ini. Supaya nggak ngeblank lagi, silakan simak panduan dan cara stimulasi balita untuk usia satu hingga lima tahun berikut ini.

Panduan dan Cara Stimulasi Balita

Usia 1 tahun

Nggak hanya usianya saja yang ditandai dengan angka satu, tapi banyak hal terjadi pertama kali pada anak di usia ini. Seperti, pertama kali melangkah, pertama kali mengucapkan “mama” dengan jelas, dan seterusnya. Seluruh perkembangan si kecil di berbagai aspek terjadi dengan sangat pesat di usia ini. Mulai dari motorik kasar, bahasa, kognitif, emosi hingga motorik halusnya. Untuk mengembangkan kecerdasannya di usia satu tahun ini, mommies bisa menstimulasinya dengan kegiatan-kegiatan berikut ini.

  • Membacakan cerita atau bernyanyi.
  • Memberi perintah-perintah sederhana.
  • Beri tahu nama anak, nama anggota keluarga, nama-nama benda, hewan, buah, sayuran dan seterusnya, lalu minta ia menyebutkannya kembali.
  • Meminta anak berjalan menghampiri orang tua, dengan jarak yang dibuat semakin jauh untuk menambah kemampuan melangkahnya.
  • Menendang bola.
  • Mencoret-coret di atas kertas menggunakan krayon atau pensil warna.
  • Menyusun balok atau puzzle.
  • Memasukkan dan mengeluarkan benda dari wadah.

Usia 2 tahun

Anak semakin ingin tahu banyak hal. Ini karena di usia dua tahun otaknya berkembang secara signifikan. Jumlah hubungan antar saraf telah terbentuk di otaknya tak terhingga. Berikan berbagai stimulasi untuk meningkatkan kecerdasannya, antara lain:

  • Tetap bacakan cerita untuk menambah kosakatanya. Bacakan cerita yang lebih panjang dari sebelumnya dengan isi cerita menarik agar ia mendapat ide-ide baru.
  • Ajak anak mengobrol, rangsang ia bercerita tentang kejadian yang ia alami.
  • Selipkan pertanyaan disertai pilihan untuk mengembangkan kemampuan eksekutifnya. Contoh: “Adik ingin makan dengan tempe atau tahu?”, “Adik ingin bermain bola atau mewarnai?”, dan seterusnya.
  • Mulai lakukan toilet training.
  • Ajak anak ke dapur dan kenalkan dengan berbagai jenis makanan sehat dan cara mengolahnya. Biarkan ia meraba buah-buahan, tempe, memetik bayam, menuang air, mengaduk adonan, sebagai stimulasi sensori dan motorik halusnya.
  • Ajari anak mengenakan dan melepas pakaiannya sendiri.
  • Mulai menerapkan validasi emosi untuk mengembangkan kecerdasan emosinya.

Baca juga: Validasi Perasaan Anak dengan 6 Teknik Ini Untuk Redakan Emosi

Bagaimana dengan usia 3 – 5 tahun? Baca di halaman berikutnya ya Mommies.

Pages: 1 2
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top