banner-detik
KIDS

Ini Panduan dan Cara Stimulasi Balita Usia 1-5 Tahun

author

Sisca Christina15 Apr 2021

Ini Panduan dan Cara Stimulasi Balita Usia 1-5 Tahun

Pastikan stimulasi sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak. Ini panduan stimulasi balita yang bisa dilakukan di rumah. Jangan sampai overstimulation, ya!

Lewat usia 3 tahun, kadang orang tua jadi ngeblank ngga tahu mau stimulasi apa lagi untuk anak. Apalagi beberapa anak sudah disekolahkan, atau les ini itu. Terkadang ini membuat orang tua makin berkurang memberi stimulasi kepada anak terutama di rumah. Yuk, giatkan kembali stimulasi untuk anak. Masa balita adalah masa keemasan dalam fase tumbuh kembang anak, sebab otaknya berkembang sangat pesat dalam periode ini. Supaya nggak ngeblank lagi, silakan simak panduan dan cara stimulasi balita untuk usia satu hingga lima tahun berikut ini.

Panduan dan Cara Stimulasi Balita

Usia 1 tahun

Nggak hanya usianya saja yang ditandai dengan angka satu, tapi banyak hal terjadi pertama kali pada anak di usia ini. Seperti, pertama kali melangkah, pertama kali mengucapkan “mama” dengan jelas, dan seterusnya. Seluruh perkembangan si kecil di berbagai aspek terjadi dengan sangat pesat di usia ini. Mulai dari motorik kasar, bahasa, kognitif, emosi hingga motorik halusnya. Untuk mengembangkan kecerdasannya di usia satu tahun ini, mommies bisa menstimulasinya dengan kegiatan-kegiatan berikut ini.

  • Membacakan cerita atau bernyanyi.
  • Memberi perintah-perintah sederhana.
  • Beri tahu nama anak, nama anggota keluarga, nama-nama benda, hewan, buah, sayuran dan seterusnya, lalu minta ia menyebutkannya kembali.
  • Meminta anak berjalan menghampiri orang tua, dengan jarak yang dibuat semakin jauh untuk menambah kemampuan melangkahnya.
  • Menendang bola.
  • Mencoret-coret di atas kertas menggunakan krayon atau pensil warna.
  • Menyusun balok atau puzzle.
  • Memasukkan dan mengeluarkan benda dari wadah.
  • Usia 2 tahun

    Anak semakin ingin tahu banyak hal. Ini karena di usia dua tahun otaknya berkembang secara signifikan. Jumlah hubungan antar saraf telah terbentuk di otaknya tak terhingga. Berikan berbagai stimulasi untuk meningkatkan kecerdasannya, antara lain:

  • Tetap bacakan cerita untuk menambah kosakatanya. Bacakan cerita yang lebih panjang dari sebelumnya dengan isi cerita menarik agar ia mendapat ide-ide baru.
  • Ajak anak mengobrol, rangsang ia bercerita tentang kejadian yang ia alami.
  • Selipkan pertanyaan disertai pilihan untuk mengembangkan kemampuan eksekutifnya. Contoh: “Adik ingin makan dengan tempe atau tahu?”, “Adik ingin bermain bola atau mewarnai?”, dan seterusnya.
  • Mulai lakukan toilet training.
  • Ajak anak ke dapur dan kenalkan dengan berbagai jenis makanan sehat dan cara mengolahnya. Biarkan ia meraba buah-buahan, tempe, memetik bayam, menuang air, mengaduk adonan, sebagai stimulasi sensori dan motorik halusnya.
  • Ajari anak mengenakan dan melepas pakaiannya sendiri.
  • Mulai menerapkan validasi emosi untuk mengembangkan kecerdasan emosinya.
  • Baca juga: Validasi Perasaan Anak dengan 6 Teknik Ini Untuk Redakan Emosi

    Bagaimana dengan usia 3 - 5 tahun? Baca di halaman berikutnya ya Mommies.

    Usia 3 tahun

    Perkembangan emosi anak semakin terlihat di usia tiga tahun. Selain senang, sedih dan marah, anak sudah mulai tahu rasa malu, takut, heran dan sebagainya. Daya nalar anak juga semakin berkembang. Beberapa orang tua sudah mulai memasukkan anak ke prasekolah di usia ini.

  • Kenalkan si kecil pada warna, huruf dan angka. Metodenya beragam, bisa dengan flash card, menggunakan aparatus Montessori, permainan mencocokkan dan seterusnya.
  • Melukis, mewarnai, menggambar, membuat clay, membuat gambar kolase/mozaik untuk mengasah kemampuan sensori, motorik halus serta merangsang imajinasi dan kreativitasnya.
  • Kenalkan si kecil pada aktivitas berenang, balet, yoga, menari, senam agar motoriknya semakin kuat.
  • Menyusun benda sesuai warna, ukuran, jenis, atau menyusun atau mengurutkan benda dari yang kecil ke paling besar atau sebaliknya.
  • Di dapur, mommies sudah mulai bisa memperkenalkan si kecil untuk mengupas bawang, memotong tempe atau bahan makanan yang lunak, tentunya pakai pisau anak agar aman. Saat dadar telur, biarkan ia menuang ke wajan. Anak juga belajar sains dari mengolah makanan.
  • Di usia ini anak melontarkan banyak sekali pertanyaan, mommies jangan bosan menjawab, ya! Dengan banyak bercerita dan menjelaskan banyak hal padanya, otomatis kosakata anak semakin bertambah.
  • Ajarkan konsep berbagi, bergantian, menolong, meminta dengan sopan saat bergaul dengan teman-temannya.
  • Tetap lakukan validasi emosi untuk mengasah kecerdasan emosinya.
  • Baca juga: 10 Rekomendasi Sekolah Montessori di Tangerang Selatan

    Usia 4 tahun

    Orang tua mulai bisa memberikan stimulasi lanjutan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi di usia ini. Salah satunya, mengajarkan anak untuk mandiri guna mempersiapkannya sekolah. Berikut ini stimulasi yang bisa diberikan pada anak.

  • Membiasakan anak gosok gigi tanpa dibantu. Awal-awal mommies tetap perlu mengecek kebersihannya, namun jika dicontohkan cara menggosok gigi dengan benar secara rutin, maka anak akan terbiasa melakukannya sendiri.
  • Memintanya menyebutkan nama lengkap dan lokasi tinggal.
  • Permainan mencocokkan gambar dengan warna atau bentuknya.
  • Permainan menghitung benda 1-10, misalnya memasukkan 10 buah dari 5 jenis biji-bijian ke setiap mangkok yang berbeda-beda.
  • Menggunting kertas sesuai bentuk.
  • Membandingkan besar/kecil, berat/ringan, banyak/sedikit, panjang/pendek.
  • Tutup hari dengan sesi bercerita sebelum tidur. Minta anak menceritakan seluruh kegiatannya dalam satu hari. Ini akan melatih kemampuan bahasa dan memorinya.
  • Usia 5 tahun

    Kebanyakan anak di usia ini sudah sekolah, minimal TK. Meski sudah sekolah, tetap berikan stimulasi berikut di rumah. Ini beberapa panduan stimulasi anak usia 5 tahun menurut dr. Citra, SpA:

  • Ajak anak bermain bola bersama, berlari, lompat satu kaki, lompat jauh, dan sebagainya.
  • Ajari juga naik sepeda dan bermain sepatu roda.
  • Bermain tebak-tebakan dan mengingat-ingat.
  • Minta anak untuk menulis namanya sendiri.
  • Ajari konsep waktu (jam, hari, bulan).
  • Minta anak menggambar orang lengkap.
  • Ajari anak memasak sederhana, seperti telur dadar, sayur bening, goreng tempe, mulai dari mempersiapkan hingga makanan jadi.
  • Kenalkan aturan-aturan di rumah, di jalan, di sekolah.
  • Latih anak mandi sendiri, menyiapkan peralatan sekolah dan bajunya sendiri.
  • Ajarkan anak makan mie dengan sumpit.
  • Selanjutnya, latih anak untuk memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lain dengan sumpit.
  • Berlatih piano atau gitar berguna untuk mengasah motorik halusnya sekaligus mengembangkan kecerdasan musiknya.
  • Stimulasi di usia balita sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak di usia selanjutnya. Jadi, jangan sampai terlewat, ya, mommies.

    PAGES:

    Share Article

    author

    Sisca Christina

    Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


    COMMENTS


    SISTER SITES SPOTLIGHT

    synergy-error

    Terjadi Kesalahan

    Halaman tidak dapat ditampilkan

    synergy-error

    Terjadi Kesalahan

    Halaman tidak dapat ditampilkan