Ibu Menyusui Boleh Diet? Boleh! Ini Aturan Diet Ibu Menyusui

Lifestyle

dewdew・24 Mar 2021

detail-thumb

Siapa bilang ibu menyusui nggak boleh diet? Ibu menyusui boleh diet dan turun berat badan maksimal 0.5 kg per minggu selama di bawah pengawasan dokter atau ahli gizi.

Selama mengikuti kaidah yang berlaku, menurut Hersanti Sulistyaningrum, S. Gz,M.Gz, ibu menyusui boleh diet, kok. Apalagi bila setelah melahirkan tergolong obesitas. Seringkali orang suka salah kaprah  dengan arti diet. Diet diidentikkan dengan pengurangan jumlah makanan atau minuman yang dikonsumsi. Padahal, diet itu adalah mengatur jumlah, jadwal, dan jenis asupan. Dari sini sudah paham, ya? 

Bagaimana cara mengaturnya? “Bisa dengan mengatur jenis makanannya, bisa juga dengan mengatur persentase jenis zat gizinya. Kalori sendiri bisa didapat dari jenis karbohidrat, protein, lemak. Nah, persentase ini yang diatur,” jelas Hersanti. 

Baca juga: Kontroversi Buku Diet Tya Ariestya

Ibu menyusui boleh diet dengan beberapa syarat

Memang ada pengaruh antara jumlah ASI yang diproduksi dengan pembatasan makanan. Apalagi kalo asupan kalorinya rendah. Jadi kalau kata Hersanti, boleh ‘nyicil’ nurunin berat badan, tapi ada syaratnya.

  • Pilih jenis makanan yang ada unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat.
  • Jumlah asupan makanan sebaiknya dalam porsi kecil tapi sering.
  • Pilih camilan yang sehat seperti buah-buahan.
  • Asupan air putih yang cukup, nggak boleh kurang minum. Idealnya kita minum air putih 2,8 sampai 3 liter per hari.
  • Tetap rutin olahraga, cukup sebentar tapi rutin mininal 3 kali seminggu.
  • Kalau aktivitas fisiknya banyak (terutama saat ngasuh anak), biasanya perlahan akan turun berat badan, kok.
  • Paling penting diingat, semakin sering menyusui, maka pengurangan berat badan semakin terbantu.
  • Asupan makanan setara dengan kebutuhan kalori harian agar tidak terjadi kelebihan kalori dalam tubuh. 
  • Waktu makan teratur (tidak berubah-ubah) dan tidak dianjurkan melewatkan salah satu jam makan, seperti melewatkan sarapan atau melewatkan makan malam. Sesibuk apa pun kita, usahakan makan tepat jadwal.
  • Jadikan pola diet penurunan berat badan secara sehat sebagai bagian dari pola hidup sehat
  • Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi

    Pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, tergantung jenis kelamin, berat badan, tinggi  badan, usia, serta aktivitas fisiknya. Pengaturan makan untuk ibu menyusui bergantung dari BMI atau Body Mass Index si ibu sebelum hamil. Asupan harian yang dibutuhkan saat ibu sedang menyusui adalah total energi expenditure saat sebelum hamil, lalu ditambah 400 kalori agar ASI tetap cukup memenuhi kebutuhan bayi.

    Sebagai contoh, seorang ibu sebelum hamil, memiliki BMI dengan kategori normal, biasanya kebutuhan kalorinya sebesar 1900 kkal, sehingga saat menyusui yang ia butuhkan 1900 kkal ditambah 400 kkal, total jadi 2300 kkal per harinya. 

    Jika sebelum hamil seorang ibu sudah obesitas, hitungannya harus disesuaikan. Dietnya nggak bisa main kira-kira sendiri. Harus konsultasi ke ahli. Buat ibu menyusui, maksimal penurunan berat badan  0,5 kg per minggu. Jadi jelas, diet pada ibu menyusui itu sangat mungkin dilakukan selama dilakukan di bawah pengawasan ahli. Karena diet sembarangan, lalu mengurangi asupan harian, sudah pasti berpengaruh pada produksi ASI. 

    Baca juga: 7 Makanan Yang Terbukti Secara Ilmiah Mencerahkan Kulit