Now Reading
MIS-C pada Anak karena COVID-19, Apa yang Wajib Diketahui?

MIS-C pada Anak karena COVID-19, Apa yang Wajib Diketahui?

Dua dari tujuh organ si kecil berisiko mengalami peradangan jika mengalami MIS-C. Apa saja gejala dan bagaimana cara mencegah MIS-C pada anak?

MIS-C (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children), dikutip dari www.mayoclinic.org adalah sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak. Kondisi serius yang tampaknya terkait dengan COVID-19. 

Walau sebagian besar anak yang terinfeksi virus COVID-19 hanya mengalami penyakit ringan, tetapi pada anak-anak yang terkena MIS-C, beberapa organ dan jaringan – seperti jantung, paru-paru, pembuluh darah, ginjal, sistem pencernaan, otak, kulit atau mata – mengalami peradangan yang parah. Tanda dan gejala bergantung pada area tubuh mana yang terpengaruh.

Rentang usia yang berisiko mengalam MIS-C berusia antara 3 sampai 12 tahun, dengan rata-rata usia 8 tahun. Namun, beberapa kasus juga terjadi pada anak yang lebih besar dan pada bayi.

Lalu bagaimana dengan gejalanya? dr. Adam Prabata dikenal masyarakat karena kontent akun Instagramnya (@adamprabata) sarat dengan mengedukasi followers-nya seputar isu COVID-19, membagi gejala MIS-C ke dalam dua kategori.

Baca juga: Fakta dan Data Terbaru Covid-19 pada Anak

Gejala MIS-C

  1. Demam
  2. Nyeri perut
  3. Muntah
  4. Diare
  5. Nyeri leher
  6. Kemerahan di kulit
  7. Mata merah
  8. Merasa sangat lelah

Gejala MIS-C gawat darurat

  1. Sulit bernapas
  2. Nyeri atau rasa tertekan di dada yang tidak hilang
  3. Kebingungan
  4. Tidak bisa bangun atau tidak bisa terjaga
  5. Kulit, kuku atau bubur berwarna pucat atau kebiruan
  6. Nyeri perut berat

Namun tiap anak dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, ya, mommies. Yang pasti jika sudah menemukan gejala yang masuk kategori “gawat darurat”, dr. Adam menggaris bawahi dalam infografisnya, segera bawa si kecil ke IGD terdekat.

Kriteria anak dinyatakan MIS-C

  1. Demam lebih dari 24 jam
  2. Peningkatan penanda inflamasi
  3. Disfungsi multi-organ (sedikitnya 2 sistem organ, di antara jantung, kulit, saluran cerna, ginjal, pernapasan, darah, dan atau saraf)
  4. Hasil PCR positif atau hasil test antibodi positif COVID-19, atau kontak erat dengan pasien COVID-19 dalam 4 minggu sebelum gejala muncul/
  5. Tidak ada alternatif diagnosis yang meyakinkan. 

Adam mengatakan, MIS-C terjadi mayoritas pada 2-6 minggu setelah infeksi COVID-19. Meski kasus MIS-C terbilang jarang, yaitu diperkirakan terjadi apda 0,14 anak yang terkena COVID-19, dr. Adam berpesan jika terjadi pada anak MIS-C dapat menyebabkan kondisi kritis, hingga menyebabkan si kecil meninggal dunia. Karena itulah, deteksi dini dan penanganan yang sangat segera, sangat penting untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Ada beberapa kemungkinan atau skenario, jika anak mengalami MIS-C

  1. 64-80% kasus MIS-C harus dirawat di ICU
  2. 42-48% kasus MIS-C butuh obat untuk meningkatkan tekanan darah
  3. 13-30% kasus MIS-C butuh alat bantu napas
  4. 2-4% kasus MIS-C meninggal dunia

Cara mencegah anak terkena MIS-C

Cara terbaik untuk membantu mencegah anak terkena MIS-C, pastinya adalah dengan menghindari paparan virus COVID-19 dan mencontohkan kepada si kecil beberapa pedoman yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat berikut ini:

1. Jaga kebersihan tangan. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

2. Hindari orang yang sedang sakit. Lebih spesifik, hindari orang yang batuk, bersin, atau menunjukkan tanda-tanda lain yang mengindikasikan bahwa mereka mungkin sakit dan berisiko menularkan.

3. Menjaga jarak sosial. Artinya, mommies dan si kecil harus berada setidaknya 2 meter dari orang lain saat berada di luar rumah.

4. Kenakan masker wajah di tempat umum. Ketika sulit untuk mempraktikkan jarak sosial, si kecil yang berusia minimal 2 tahun – harus mengenakan masker wajah yang menutupi hidung dan mulut.

5. Hindari menyentuh hidung, mata, dan mulut. Latih si kecil untuk mengikuti petunjuk Anda dan hindari menyentuh wajahnya.

6. Tutupi mulut dengan tisu atau siku saat bersin atau batuk, untuk menghindari penyebaran kuman. Semua poin tadi menjadi lebih mudah jika mommies mengajaknya berlatih sesering mungkin.

7. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh. Contohnya, kenop pintu, sakelar lampu, remote, pegangan, meja, meja, kursi, meja, keyboard, keran, wastafel, dan toilet.

8. Cuci pakaian dan barang lainnya yang kerap digunakan ketika keluar rumah.

Perjalanan sepertinya masih panjang, ya, mommies. Yang bisa kita lakukan berusaha konsisten dengan protokol kesehatan, ketika di mana pun itu. Menjaga kesehatan dengan asupan gizi seimbang, rajin berjemur, olahraga dan tak lupa turut memerhatikan kesehatan mental seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Ini Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Klaster Keluarga Covid-19

Referensi artikel:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mis-c-in-kids-covid-19/symptoms-causes/syc-20502550

https://www.instagram.com/adamprabata/

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top