Now Reading
10 Kesalahan Orang tua Baru Saat Menidurkan Bayi

10 Kesalahan Orang tua Baru Saat Menidurkan Bayi

Menidurkan bayi sering menjadi tantangan untuk orang tua baru. Nah, coba hindari kesalahan orangtua baru untuk urusan membuat bayi tertidur seperti di bawah ini. 

Menidurkan bayi bukan pekerjaan mudah untuk orang tua baru (termasuk pak suami, lho). Jangan tertipu dengan gambaran-gambaran di iklan yang menampilkan wajah bayi tersenyum manis dan tidur dengang nyenyak, ahahaha.  Untuk meringankan tantangan mommies bersama pak suami. Coba yuk telaah 10 kesalahan orang tua baru ini. Satu-satu evaluasi dengan suami, mungkin aja nih, beberapa di antaranya masih dilakukan. 

Selamat praktik, ya, moga si kecil dapat diajak kerja sama. 

1. Melewatkan tanda-tanda bayi ingin tidur

Kenali dan tanggapi dengan cepat isyarat ketika si kecil mulai ngantuk. Ketika ini dapat dilakukan, mommies berpotensi besar telah menyelamatkan diri sendiri dan bayi dari drama menangis dan rewel berjam-jam.

2. Tidak menggunakan alat bantu mesin suara

Mengapa mesin suara penting? Karena hal ini mengingatkan bayi pada suara di dalam rahim dan itu membuatnya nyaman. Mesin suara juga berfungsi untuk menetralkan semua kebisingan di rumah mommies. Mesin suara yang bekerja di kamar bayi juga membuatnya lebih mudah untuk memeriksanya saat dia tidur tanpa membuatnya terbangun!

Mungkin untuk sebagian mommies belum biasa, ya, menggunakan alat bantu mesin suara. Padahal suara yang didengar bayi kita ketika masih di dalam rahim, mirip dengan suara penyedot debu! Namun, pastinya ada batas volume yang disarankan para ahli. Menurut Dr. Harvey Karp, penulis The Happiest Baby on the Block, volume aman untuk bayi adalah sekitar 65-70 desibel, yang merupakan bunyi pancuran air.

3. Terlalu banyak stimulasi

Suara TV, suara orang ngobrol, suara bising di tempat umum – adalah contoh yang dapat menyebabkan bayi mengalami terlalu banyak stimulasi, yang berdampak buruk pada tidurnya.

Jika mommies memiliki bayi yang sering rewel dan tidak bisa tidur, mungkin perlu ditinjau lagi faktor-faktor  di atas. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi semua rangsangan yang mungkin memengaruhi tidur bayi Anda. Bisa mencoba, matikan lampu dan matikan TV sebagai permulaan.

4. Tidak membedong dengan benar

Meski kini sebagian orang tua tidak lagi membedong anaknya, tapi pada faktanya bedong yang dilakukan dengan benar, akan membuat bayi nyaman dan cepat tenang.  Untuk mommies yang nggak mau repot, kini produk bedong yang instan – tidak berbentuk kain, sudah banyak dijual. Semacam kantung tidur, dan bisa ada pilihan, tangan si kecil mau ikut dimasukkan ke dalam bedongan atau tidak. Namun pastikan ukuran bedongan tidak terlalu kecil atau kebesaran.

5. Asupan makanan tidak cukup di siang hari

Hindari membiarkan bayi tidur terlalu lama siang hari, tanpa menyusu. Umumnya bayi yang baru lahir, minta menyusu tiap 3 jam sekali – bahkan ada pula tiap 2 jam sekali. Nah, pastikan bayi mommies mengonsumsi ASI setiap 2-3 jam di siang hari. 

Bahkan pada bayi yang lebih tua dan pemberian makan malam “sesuai permintaan”, tetap disarankan untuk memberi makan bayi setidaknya setiap 3 jam di siang hari untuk membantunya tidur lebih lama di malam hari!

6. Porsi tidur siang tidak mumpuni

Ada anggapan jangan membiarkan bayi tidur terlalu banyak di siang hari. Sebetulnya ini mitos moms. Yang benar adalah bahwa bayi yang tidur lebih nyenyak di siang hari juga tidur lebih nyenyak di malam hari. Kuncinya adalah bayi mendapat cukup makan di siang hari. Mommies pernah mendengar aturan 60-90 menit? Artinya setelah bayi  terbangun selama 60 menit (hingga 90 menit untuk bayi yang sedikit lebih besar), mereka siap untuk tidur siang kembali. 

Tapi sebetulnya akan bervariasi tiap anak, tetap sabar belajar mengamati isyarat tidur anak. Kalau sudah ada ngantuk mau tidur siang, segera lakukan. Jika Anda menunggu terlalu lama, bayi akan masuk dengan cepat ke dalam fase kelelahan.

Mommies bisa mencoba mempelajari “jendela bangun” ideal mereka. Ingatlah bahwa semakin muda bayinya, semakin pendek jendela bangunnya. Bayi baru lahir, misalnya, perlu tidur siang lagi 30-45 menit setelah bangun. Dengan 6-9 bulan, bisa sampai 90 menit.

Tidak menangkap isyarat tidur bayi Anda adalah salah satu kesalahan tidur bayi terbesar dan memperbaikinya bisa menjadi tantangan terbesar bagi orang tua baru.

7. Tidak menetapkan rutinitas tidur

Bayi dan anak-anak menyukai rutinitas. Meski si kecil baru lahir, tidak ada kata terlalu dini untuk memulai. Misalnya diawali dengan konsisten jam tidur malam, diikuti serangkaian ritual lainnya: membuat cahaya kamar temaram, mengenakan si kecil piyama, dan lain-lain. 

8. Waktu tidur yang terlambat

Faktanya bayi butuh waktu tidur lebih awal. Singkirkan pemikiran “jika menidurkan bayi terlalu awal, mereka akan bangun terlalu pagi.” Karena kenyatannya, bayi akan bangun lebih awal, apapun yang terjadi. Kasihan kan, mengondisikan mereka terjaga sampai larut, hanya akan membuatnya terlalu lelah.

Hal ini disebabkan tubuh mereka memproduksi adrenalin dan kortisol, bukan melatonin! Dengan terlalu banyak adrenalin dan kortisol dalam sistem mereka, mereka tidak bisa tidur terlalu lama.

9. Tidak membiarkan bayi terbiasa dengan siklus tidurnya

Siklus tidur bayi sangat berbeda dengan siklus tidur orang dewasa. Bayi membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk bisa tidur nyenyak. Mereka hanya bertahan dalam kondisi tidur lebih nyenyak selama sekitar 20-25 menit. Setelah itu, mereka kembali ke kondisi tidur yang lebih ringan (REM).

Faktanya, bayi menghabiskan sekitar 50% dari tidurnya dalam kondisi tidur yang lebih ringan ini. Ini adalah mekanisme bertahan hidup yang melindungi mereka dari hidup terlalu lama tanpa makan. Tidur REM juga merupakan tidur yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan otak yang cepat. 

Kesalahan umum orang tua baru adalah menggendong bayi Anda terlalu cepat atau tidak mengizinkannya kembali tidur saat ia benar-benar perlu melakukannya. Jika bayi Anda hanya tidur 45 menit dan baru saja makan, dia mungkin perlu tidur lebih banyak.

Tidur siang yang lebih ideal untuk bayi adalah sekitar 1-1 / 2 jam atau dua siklus tidur penuh. Alih-alih menggendongnya, cobalah mengayunnya jika dia dalam buaian, letakkan tangan Anda di dadanya dan ucapkan “ssstt”, tawarkan dot, atau metode menenangkan lainnya untuk membuatnya merasa nyaman dan kembali tidur.

10. Tidak menidurkan bayi di permukaan datar dan kokoh

Dari semua kesalahan oang tua baru saat menidurkan bayi, ini mungkin yang paling sulit diperbaiki. Salah satu penyebabnya, banyak produk bayi yang menggemaskan dan nyaman yang benar-benar membantu bayi untuk tidur dalam waktu singkat. Masalahnya adalah, sebetulnya mereka ada di situasi dan kondisi tidak aman untuk penggunaan jangka panjang.

Demi mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak, American Academy of Pediatrics menyarankan agar orang tua meletakkan bayi telentang di atas permukaan tidur yang rata dan kokoh untuk SETIAP kali tidur.

Baca juga:

Kebiasaan Tidur Bayi Sesuai Usia

Metode Ferber, Latih Anak untuk Tidur Sendiri

Jangan Membiarkan Bayi Tidur di Car Seat

Artikel ini diadaptasi dari:

https://healthymamahacks.net/10-baby-sleep-mistakes-fix/

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top