Now Reading
Ibu Menyusui, Hindari Konsumsi 9 Obat Ini!

Ibu Menyusui, Hindari Konsumsi 9 Obat Ini!

RachelKaloh

Sakit saat masih menyusui tentu mengganggu, karena ibu menyusui tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat-obatan. Baca petunjuknya berikut ini!

Bukan hanya bumil saja yang banyak pantangan, khususnya saat harus mengonsumsi obat-obatan, namun ibu menyusui juga demikian. Meski bayi sudah tidak lagi di dalam rahim kita, namun penggunaan beberapa jenis obat-obatan dapat berpengaruh pada kualitas ASI yang kita berikan pada bayi. 

Dari situs IDAI, pada dasarnya hanya sekitar 1 persen dari obat-obatan yang dikonsumsi ibu menyusui yang akan sampai ke bayi melalui ASI. Demikian pula penuturan dr Meta Hanindita, SpA, “Sebetulnya sedikit sekali jenis obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi selagi ibu sedang menyusui.” Namun, bukan berarti busui boleh minum obat dengan bebas, termasuk obat herbal dan jamu. Yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah:

  1. Apakah penggunaan obat benar-benar dibutuhkan?
  2. Konsultasi dengan dokter anak bila kita sedang mengalami keluhan yang membutuhkan penggunaan obat, karena dokter akan membantu memilih obat yang paling aman.
  3. Selain mengetahui obat yang aman untuk dikonsumsi, dokter dapat membantu mengupayakan penanganan yang tidak menggunakan obat, seperti pemberian kompres hangat sebagai ganti obat antipiretik, menghindari alergen agar tidak perlu menggunakan obat antihistamin, mengonsumsi makanan berserat agar tidak perlu menggunakan obat laksatif.
  4. Apabila Anda tetap memerlukan obat, maka dokter akan membantu Anda memilih obat dengan dosis minim yang masih efektif dengan cara pemberian obat lokal, dan Anda sebaiknya minum obat setelah menyusui.

Dari situs Pregnancy Birthbaby, busui disarankan untuk berhenti menyusui saat minum obat yang membahayakan bayi, dengan sebelumnya tetap memerah ASI untuk diberikan pada bayi selama ibu mengonsumsi obat tersebut.

Beberapa obat-obatan yang sebaiknya jangan dikonsumsi selama masih menyusui:

  1. Obat analgesik atau pengilang nyeri, seperti antalgin, asetosal dan aspirin. Penggunaan parasetamol (asetaminofen) menurut IDAI dapat menyebabkan efek berupa bercak kemerahan di tungkai atas dan di muka bayi, namun tidak ditemukan informasi obat tersebut berefek pada produksi ASI. Sementara kandungan codein pada obat anti nyeri dapat berefek mengantuk pada bayi dan meningkatkan kadar prolactin pada ASI, namun tidak berefek terhadap kemampuan menyusui bila ibu sudah dapat menyusui dengan baik.
  2. Obat anti alergi, seperti chlorpheniramin maleat dan diphenhydramin. Kandungan difenhidramin sendiri dapat berefek kolik pada bayi (terjadi pada 10% kasus) dan mengantuk pada bayi (sebanyak 1 dari 6 bayi). Namun, efeknya terhadap produksi ASI belum diteliti. 
  3. Obat antibiotik, seperti chloramphenicol, ciprofloxacin, doksisiklin, metronidazol, dan tetrasiklin.
  4. Obat anti hipertensi diuretik seperti furosemid, atenolol, klonidin, captopril, nifedin dan verapamil. 
  5. Obat kemoterapi. Menurut dr Sylvia Haryeny, IBCLC, bila ibu menggunakan obat-obatan kemoterapi, perlu disiasati penatalaksanaannya selama ia menyusui bayinya. 
  6. Obat penenang atau obat tidur.
  7. Obat kontrasepsi yang mengandung esterogen.
  8. Obat anti diare, seperti loperamide.
  9. Obat untuk meredakan hidung tersumbat yang mengandung pseudoefedrin, menurut IDAI, obat ini dapat berefek bayi menjadi rewel dan menurunkan produksi ASI setelah 24 jam pemberian secara oral sebanyak 60 mg.

Jadi, pastikan bila Mommies mengalami sakit yang tidak tertahankan, segera kunjungi dokter anak agar tetap bisa menyusui dengan aman. 

Baca juga: Penyebab dan Pilihan Obat Sariawan pada Bayi dan Anak

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top