Now Reading
Pilihan Mainan Edukatif Sesuai Tahapan Usia

Pilihan Mainan Edukatif Sesuai Tahapan Usia

annisast
mainan edukatif

Sedang mencari mainan anak untuk mengatasi kebosanan saat pandemi? Ini pilihan mainan edukatif untuk anak yang bisa jadi rekomendasi sesuai tahapan usia.

Bermain itu adalah tugas anak-anak yang paling penting dan banyak manfaatnya. Anak bisa belajar berimajinasi, bergerak, mengembangkan skill berkomunikasi, dan mengasah keterampilan berpikir.

Bermain itu ada dua macam:

Free play: Anak bebas mau memainkan apapun tanpa aturan yang jelas. Seperti misalnya main Lego namun tidak mengikuti buku. Atau main role play apapun sesuai imajinasinya.

Structured play: Main dengan objektif tertentu misalnya main montessori di rumah. Anak memindahkan (transferring) biji-bijian dengan sendok. Itu structured play karena ada aturannya yaitu memindahkan dari kiri ke kanan.

Nah, mainan edukatif rata-rata berjenis structured play meskipun tetap bisa dimainkan dengan free play. Apa saja jenisnya sesuai tahapan usia?

Baca juga: Berapa Lama Orangtua Sebaiknya Menemani Anak Bermain dalam Sehari?

Ide Mainan Edukatif Sesuai Tahapan Usia

Di bawah 1 tahun

Di usia ini, anak mulai melihat dunia, kenalkan pada berbagai hal yang bisa menstimulasi kelima inderanya. Bisa dengan mainan yang bisa dipegang dengan berbagai tekstur, mainan dengan musik dan berbagai warna, dan jangan lupa mengajaknya bicara dan mengobrol.

1 tahun:

Di usia 1 tahun, anak sudah bisa berjalan dan mulai paham bahwa ia punya kendali atas tubuhnya. Mainan yang cocok adalah blocks untuk ditumpuk, ring warna-warni untuk dimasukkan sesuai ukuran, puzzle kayu sederhana, sampai flash card berbagai hal yang bisa membantunya bicara lebih lancar. Untuk anak yang belum bisa jalan, push walker bisa membantu!

2 tahun:

Di usia ini, anak mulai mengembangkan keterampilan motorik halus. Anak sudah bisa dikenalkan dengan huruf dan angka warna-warni untuk mengenalkan warna, mulai bermain sensory play dengan water beads, belajar memegang sendok dengan benar, atau main lempar tangkap bola.

3 tahun:

Di usia 3 tahun, anak sudah mulai bicara sendiri dan bisa main role play dengan dirinya sendiri. Mainan dokter-dokteran, alat dapur, atau boneka tangan bisa membantu imajinasinya.

Puzzle dan playdoh juga sudah bisa dimainkan dengan baik di usia ini. Jangan lupa balance bike! Balance bike bisa membantu anak belajar keseimbangan dan percaya diri. Belajar mengendarai sepeda roda dua pun jadi lebih mudah.

Baca juga: 10 Rekomendasi Merek Balance Bike untuk Anak

4 tahun:

Di usia 4 tahun, anak sudah bisa main puzzle yang lebih sulit dan mulai bisa bermain Lego dengan bagian-bagian kecil. Ia sudah bisa mengikuti instruksi sehingga bisa membuat Legonya sendiri.

Di atas 5 tahun:

Anak usia 5 tahun sedang ingin tahu banyak hal jadi di luar mainan edukatif, mommies bisa coba science experiment! Banyak sekali ide eksperimen sains di YouTube atau Pinterest yang bisa membuat anak ter-wow-wow. Setelah itu, nonton Youtube bersama untuk penjelasannya sehingga anak bisa punya pemahaman yang utuh.

Anak juga sudah bisa diajari membuat project pribadi! Bisa dibagi dalam 3 tahap. Misal mau membuat pedang-pedangan dari kardus:

Perencanaan: Browsing model pedang yang akan dibuat, gambar desain awalnya.

Eksekusi: Buat pedangnya (masih harus dibantu tentu).

Reporting: Foto hasilnya dan minta anak “mempresentasikan” nya pada orang lain seperti kakek nenek atau om tantenya. Ia harus bisa menceritakan dari mana ide awal, apa kesulitannya, dan apa hasil akhirnya.

Semangat moms!

Baca juga: 4 Hal Seputar Permainan Montessori Yang Perlu Kita Pahami

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top