banner-detik
SELF

5 Kalimat yang Sebaiknya Dihindari Saat Anggota Keluarga Teman Meninggal

author

annisast29 Dec 2020

5 Kalimat yang Sebaiknya Dihindari Saat Anggota Keluarga Teman Meninggal

Pandemi ini, berita duka cita lebih sering datang dari biasanya. Sebagai teman, yuk mulai berempati dan sebaiknya hindari katakan ini pada teman yang sedang kehilangan anggota keluarga karena meninggal dunia.

Kadang kita hanya berusaha basa-basi atau menyemangati, tapi pada akhirnya jadi menyinggung perasaan atau malah toxic positivity. Padahal perasaan sedih dan kehilangan karena meninggal dunia adalah perasaan yang sangat wajar terasa.

Jadi, sebaiknya hindari mengatakan ini saat anggota keluarga teman meninggal dunia.

"Coba kalau …"

"Coba kalau lebih cepat ke rumah sakit …"

"Coba kalau kamu bisa temani kemarin …"

Iya ada lho orang-orang yang masih saja “coba kalau” pada orang yang sedang berdukacita. Apa pentingnya? Coba kalau itu tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula dan malah membuat orang yang sedang berduka merasa bersalah.

"Dia udah di tempat yang lebih baik sekarang"

Pernyataan ini kurang empatik karena kenapa dengan keluarga bukan tempat yang terbaik? Lagipula, terbaik itu menurut siapa? Menurut keluarga yang ditinggalkan, tempat terbaik ya di sini berkumpul bersama.

"Kamu pasti akan baik-baik saja"

Siapa yang tahu orang akan baik-baik saja atau tidak? Kehilangan anggota keluarga terdekat, luka yang terasa bisa sampai bertahun-tahun dan tidak pernah hilang sepenuhnya. Jadi jelas seseorang tidak akan baik-baik saja usai ditinggal paling tidak dalam waktu dekat.

"Setidaknya …"

"Setidaknya, dia udah nggak sakit lagi."

"Setidaknya, kamu punya anak lebih dari satu."

"Setidaknya, kamu bisa ada di sisinya."

Pernyataan apapun yang mencoba melihat sisi baik dengan “setidaknya” sebaiknya dihindari. Validasi saja perasaan sedih yang muncul, tidak perlu langsung dikubur dalam-dalam dan digantikan dengan perasaan senang dengan “setidaknya”.

"Jangan nangis, nanti almarhum sedih"

Ditinggal selamanya tentu sedih dan menangis adalah reaksi yang wajar. Mengapa tidak boleh menangis? Mengapa lebih berempati pada orang yang sudah meninggal dibanding yang masih hidup dan ditinggal?

Jadi harus bagaimana?

- Kirim makanan karena saat berduka, keluarga tetap butuh makan, kan. Akan lebih mudah kalau mereka tak perlu lagi memikirkan makanan.

- Tawarkan bantuan. Apa yang bisa dibantu di saat sulit seperti sekarang?

- Dengarkan. Kadang mereka hanya ingin didengarkan dan dipeluk saja.

- Katakan hal-hal yang empatik seperti “berat banget pasti rasanya ya”, “pasti kangen banget”, atau hal-hal lain yang memvalidasi perasaan yang sedang berduka.

Baca juga:

7 Hal yang Saya Harap Papa Katakan Ke Saya Sebelum Ia Meninggal

Berhenti Katakan 5 Hal Ini Kepada Perempuan yang Tak Ingin Punya Anak

Follow us on Instagram!

Share Article

author

annisast

Ibu satu anak, Xylo (6 tahun) yang hobi menulis sejak SD. Working full time to keep her sanity.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan