Now Reading
Mulai Melanggar Protokol Kesehatan? Hati-Hati Pandemic Fatigue!

Mulai Melanggar Protokol Kesehatan? Hati-Hati Pandemic Fatigue!

annisast
pandemic fatigue

Memasuki bulan ke 10 di rumah, banyak ya sepertinya teman-teman kita (atau mungkin kita sendiri) yang sudah berusaha beraktivitas normal. Kena pandemic fatigue?

Ya paham sih bosan, tapi pandeminya belum berakhir! Beraktivitas normal tentu belum bisa dilakukan karena belum ada tanda-tanda penderita Covid-19 berkurang. Rumah sakit penuh dan tenaga kesehatan juga sudah bertumbangan.

Apa itu pandemic fatigue?

Adalah kelelahan karena sudah terlalu lama terkurung dan tidak sebebas dulu. Kelelahan akibat pandemi ini menyebabkan orang jadi abai dan lalai pada protokol kesehatan.

Banyak di antara mereka yang sudah tidak seketat dulu lagi dalam pemakaian masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Apa yang harus dilakukan?

Butuh kerja sama dari berbagai pihak untuk bisa lagi membuat orang sadar bahwa pandemi masih jauh dari usai jadi pandemic fatigue harus dihindari sebisa mungkin. Pemerintah masih harus tegas dalam menerapkan berbagai peraturan, kantor yang juga harus bisa jadi support system untuk karyawan yang sudah lelah bekerja di rumah, juga diri kita sendiri.

Dari diri sendiri, masih aman kok berjalan-jalan ke luar rumah asal bersama orang serumah dan tidak bertemu orang lain apalagi sampai membuka masker. Bersosialisasi memang hal terberat yang hilang karena pandemi tapi lebih baik bertemu virtual kan daripada jadi tidak bertemu lagi selamanya?

Vaksin sudah ada, kapan pandemi berakhir?

Tidak ada yang tahu. Karena vaksin apalagi harus dilakukan untuk seluruh penduduk adalah program yang sangat besar. Pemerintah masih harus masih memastikan efektivitas vaksin tersebut, lalu harus diketahui juga kondisi daerahnya, dan cakupan vaksinasi, setidaknya 80% penduduk divaksinasi baru penyebaran virus bisa ditekan.

Pun masih ada prioritas dalam pembagian vaksin ini yaitu:

  • Tenaga kesehatan, TNI dan Polri, aparat hukum, dan orang yang terkena contact tracing.
  • Tokoh agama dan tokoh masyarakat serta pelaku ekonomi.
  • Guru, dosen, dan tenaga pendidik lain.
  • Aparatur pemerintah.
  • Masyarakat peserta BPJS lalu masyarakat pada umumnya.

Dan ingat, Indonesia ini ada 268juta jiwa jadi jangan lelah dulu pada pandemi ya! Tetap taat pada protokol kesehatan karena belum ada tanda pandemi akan selesai!

Baca juga:
Berbagai Macam Tes Covid-19, Mana yang Paling Akurat?
Kupas Tuntas Vaksin Covid-19 Sinovac yang Dipakai di Indonesia

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top