5 Kebiasaan Ayah yang Bisa Jadi Contoh Baik untuk Anak

Dad's Corner

annisast・12 Nov 2020

detail-thumb

Bicara role model sebagai orangtua tentu bukan peran ibu saja ya. Ayah juga bisa jadi sangat berperan untuk jadi contoh baik bagi anak.

Apa peran ayah di rumah? Banyak, bagi anak laki-laki, ayah adalah role model pertama tentang gender. Bagaimana laki-laki seharusnya bersikap dan berperilaku.

Bagi anak perempuan, ayah adalah cinta pertama. Bagaimana laki-laki seharusnya memperlakukan dan menghadapi perempuan. 

Apa saja kebiasaan ayah yang bisa jadi contoh baik untuk anak di rumah?

Membicarakan emosi

Ini akan selalu nomor satu. Sejak dulu laki-laki dianggap selalu mengedepankan logika dan tidak mengutamakan perasaan, padahal mereka punya hati lho. Mereka juga merasa sedih, capek, kecewa, dan marah. Terbiasa membicarakan emosi di depan anak membuat anak belajar bahwa emosi itu dibicarakan, didiskusikan, dialihkan dengan aman, bukannya hanya dipendam.

Baca juga: Bergantian Mengasuh Bayi Bisa Hindarkan Ayah dari Risiko Depresi

Pekerjaan rumah tangga bukan hanya tugas perempuan

Rumah ditinggali bersama, diurusnya juga tentu bersama. Menunjukkan ayah sebagai laki-laki juga mencuci piring, tidak sungkan memasak, dan melakukan pekerjaan rumah tangga lain bisa jadi contoh baik untuk anak bahwa setiap manusia memang harus bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Menunjukkan relasi berpasangan yang baik

Anak belajar banyak tentang hubungan romantis dari pasangan pertama yang ditemuinya: Ayah dan ibu di rumah. Jadi bagaimana ayah memperlakukan ibu dan sebaliknya, akan tertanam sebagai pengalaman anak akan hubungan pernikahan.

Lebih lengkapnya pernah dibahas di artikel ini: 5 Hal tentang Pernikahan yang Bisa Jadi Pelajaran untuk Anak di Masa Depan

Punya hobi dengan bertanggungjawab

Ada teman saya yang bercerai karena sang suami gamer sampai membeli komputer khusus game dan sehari-hari hanya bekerja lalu main game, tidak berkomunikasi dengan istri apalagi anak. Punya hobi tentu boleh tapi harus bertanggungjawab ya. Tidak mau juga kan anak putus sekolah misalnya karena lebih suka main game?

Contoh baik tentang work life balance

Ini mungkin tidak bisa dilakukan semua orang dengan lancar tapi tidak ada salahnya diusahakan. Pekerjaan dikejar sampai mana pun tidak akan pernah selesai maka kita sendiri yang harus tahu kapan berhenti bekerja, kapan menikmati waktu bersama keluarga.

Momen bermain, mengobrol bersama anak, bercanda, hujan-hujanan, pasti lebih dikenang oleh anak dibanding uang yang diberi atau mainan yang dibeli. Jadi usahakan selalu seimbang, ya!

Baca juga artikel Hari Ayah Nasional lainnya di sini ya!