Tumbuh kembang anak usia 2 tahun yang Perlu Orang tua Ketahui

Tumbuh kembang anak usia 2 tahun sudah bisa apa aja, sih? Cek di sini, yuk, Mom!

Selain daftar vaksin, ada juga daftar kemampuan anak sesuai usianya, yang bisa kita periksa sendiri. Berhubung anak saya juga masih usia dua tahun, jadi sekarang saya mau bahas mengenai tumbuh kembang anak usia 2 tahun.

Sudah bisa main bareng, walaupun belum bisa sharing

Tiup lilin yang kedua, anak memasuki milestone yang besar. Kalau mau dibuatkan pesta ulang tahun dengan mengundang teman-teman seusianya, sudah cocok, nih! Karena pandemi, virtual birthday party mungkin bisa jadi pertimbangan. Walau demikian, jangan berharap anak akan bisa sharing dan gantian bermain dengan temannya, kemampuannya untuk itu masih terbatas. Namun, di usianya ini, ia akan terlihat lebih tertarik bermain sendiri, dengan teman-teman yang juga bermain di sampingnya. Sudah kepolah, sama apa yang dilakukan temannya dan orang-orang di sekitarnya.

Sudah bisa mengelompokkan mainannya

Yeap, sudah saatnya belikan lemari untuk menyimpan mainan si kecil yang juga ikut bertumbuh, alias makin banyaaak! Si kecil sudah bisa diajarkan untuk mengelompokkan mainannya. Ia pun sudah bisa menyusun sendiri mainan sesuai pilihannya. Setiap selesai bermain, ajak si kecil buat merapikan mainannya dengan mengembalikan mainan sesuai jenisnya, ke tempatnya masing-masing.

Sudah lebih paham akan gambar yang ia lihat

Saat membaca buku, anak akan memperlihatkan kemampuannya, menunjuk ke gambar-gambar yang menarik perhatiannya, yang sudah sering ia jumpai di kehidupan nyata. Dia sudah tahu mana itu kucing, anjing, rumah, pohon, mobil, layangan, dan benda-benda nyata lainnya, sesuai dengan cerita yang ada di buku.

Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun - Mommies Daily

Photo by Kristin Brown on Unsplash

Kemampuan berbicara dan berkomunikasi

“Mama, mau gendong”, “Mama, mau minum”. Ia mulai sadar akan keberadaan dirinya, as a separate person, yang seringkali ia utarakan bersamaan dengan keinginannya, “Maunya pakai baju itu aja”, “Nggak mau yang ini!”, bersamaan dengan ini, ia mulai bisa memahami instruksi sederhana, seperti, “Tuh, ke Ayah, lihat Ayah bawa apa, ya?”, bahkan ketika kita memintanya untuk melakukan sesuatu dan menjelaskan tujuan kita, misalnya, “Sini duduk dulu, Mama mau pasang sepatumu.”

Makin sering bertanya

Silakan hitung berapa kali dalam sehari ia bertanya, “Apa itu?”, rasa penasaran merupakan alasan ia semakin banyak bertanya. Namun, kemampuannya masih terbatas untuk menggambarkan rasa penasarannya terhadap sesuatu, tapi ia butuh penjelasan. Hasilnya, ya, bertanya terus. Tips: bersabarlah dan jelaskan! Orangtua adalah penyumbang pertama kamus si kecil. Semakin banyak kita menjelaskan, maka si kecil akan semakin kaya akan kata-kata. Lelah, memang, ditanya terus-menerus. Tapi, ibaratnya, si kecil adalah secarik kertas putih, mau kita isi dengan apa? Sesekali, kita bisa tanya balik saat ia bilang. “Mama, kucingnya kenapa itu?”, jawab dengan, “Kenapa, ya?” Dengan begitu, kita akan mendapatkan clue, penjelasan seperti apa yang sedang anak cari.

Mulai belajar toilet training

“Mulai belajar”, ya, artinya, ya, belajar terbiasa dulu dari awal, bukan artinya sudah harus bisa. Biasanya, si kecil sudah akan menunjukkan ketertarikannya pada benda baru, termasuk toilet atau potty untuk experience saat pipis atau pup. Bila memang belum tertarik, tidak perlu khawatir, karena pada dasarnya anak dikatakan siap untuk toilet training dalam range usia 18 bulan sampai dengan 3 tahun. Tidak perlu memaksa kalau memang ia belum siap.

Selamat menikmati kejutan si dua tahun!

Baca juga:
Cara Mendisiplinkan Balita, Sulit Bukan Berarti Tidak Bisa
8 Pilihan Training Cups untuk Beralih dari Botol Dot


Post Comment