Now Reading
5 Tanda Tidak Cocok dengan Kontrasepsi yang Digunakan

5 Tanda Tidak Cocok dengan Kontrasepsi yang Digunakan

dewdew

Pakai kontrasepsi memang cocok-cocokan. Efeknya beda-beda di setiap perempuan, tergantung hormon dan kondisi kesehatan masing-masing.

Ada yang mensnya jadi berantakan, sampai mengeluh nyeri tak tertahankan saat haid. Padahal sebelumnya normal-normal saja. Salah satu teman gairah seksualnya drop se-drop-dropnya, sampai ganggu hubungan dengan pasangan, waduh! Alih-alih ingin mencegah kehamilan, yang ada malah menambah urusan baru.

Keunggulan Pil KB Sebagai Alat Kontrasepsi - Mommies Daily

Coba mommies perhatikan efek yang dialami setelah menggunakan kontrasepsi. Kalau 2 dari 5 tanda ini terjadi dan sangat mengganggu, bisa jadi nggak cocok, dan saatnya pertimbangkan untuk ganti kontrasepsi.

Menstruasi di Luar Jadwal

Sebenarnya ini efek paling umum yang terjadi dengan metode kontrasepsi apapun. Alasan ini paling sering dijadikan perempuan untuk ganti kontrasepsi yang lebih nyaman. Beberapa wanita mengalami masa menstruasi yang lebih panjang, cairan haid terlalu banyak, dan mungkin saja jadi sering flek di luar masa haid. Ini saatnya konsultasi ke dokter kandungan untuk beralih ke kontrasepsi lain.

Berat Badan Naik Drastis

Kesal nggak, sih? Makan nggak banyak, olahraga teratur, tapi berat badan naik drastis gara-gara kontrasepsi. Blame it on your birth control, moms! Pil, suntik dan implan sering mengakibatkan kenaikan berat badan pada penggunanya. Coba pertimbangkan IUD, deh, Moms. Selain nggak merepotkan karena ini termasuk KB jangka panjang bisa sampai 10 tahun, juga tingkat kegagalannya rendah. Banyak yang cocok dengan kontrasepsi ini.

Gairah Seks Menurun

Ini salah satu risiko buat mommies yang mengonsumsi pil KB. Nggak mau, kan, aktivitas ranjang dengan suami terganggu gara-gara kontrasepsi? Kalau mommies mengalami ini, bicarakan dengan dokter kandungan untuk beralih ke pil yang mengandung hormon progesteron saja. Siapa tahu lebih cocok!

Sakit Kepala, Mual Sampai Nyeri Panggul

Kalau sesekali, sih, mungkin bisa ditoleransi. Tapi kalau rutin, bisa mengganggu rutinitas harian, dan sedikit-sedikit pusing, mual, padahal nggak lagi hamil, wah, nggak bisa dibiarkan. Kalau diteruskan, takutnya bikin risiko lebih berat. Terutama jika mommies berisiko tinggi terhadap penyumbatan pembuluh darah atau stroke.

Nyeri panggul sering dijumpai pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi IUD. Meski tingkat keberhasilan tinggi, tapi tetap ada efek samping. Biar bagaimanapun, ada benda asing yang dimasukkan ke tubuh, dan tubuh bisa saja menolak kehadiran si spiral di dalam tubuh.

Gangguan Kulit

Ini nih, salah satu hal yang paling sering dikeluhkan teman-teman saya akibat pakai alat kontrasepsi: jerawatan dan flek hitam.

Oya, kondom yang selama ini dikira minim efek samping, juga bisa menyebabkan gangguan kulit lho, terutama bagi mereka yang alergi pada latex. Ini bisa menyebabkan vagina gatal, terasa panas dan iritasi atau infeksi jamur setelah berhubungan intim.

Biar bagaimanapun, efek penggunaan kontrasepsi pasti ada. Pilihlah yang benar-benar nyaman dan minim efeknya bagi mommies. Kalau dirasa nggak cocok, usah ragu untuk ganti. Tapi kalau benar-benar merasa nggak nyaman, mungkin saatnya kembali ke cara tradisional: hitung kalender. Berani?

Baca juga:
Orang Dewasa Juga Butuh Pendidikan Seks!
Kuis: Jawab 5 Pertanyaan Ini dan Temukan Alat Kontrasepsi yang Pas Untukmu
7 Mitos Seputar Alat Kontrasepsi yang Salah Kaprah

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top