Saat Orang tua Berurusan dengan Polisi, Bagaimana Menjelaskan ke Anak?

Belajar dari kasus para selebriti yang harus berurusan dengan pihak kepolisian, bagaimana menjelaskan ke anak ketika orang tuanya ditangkap polisi?

Kemarin WAG ibu-ibu diramaikan dengan berita mengenai penangkapan Dwi Sasono karena penyalahgunaan narkoba. Salah satu yang dibahas adalah, duh, bagaimana ya sang istri, Widi, menjelaskan kondisi sang bapak ke anak-anaknya?

Dwi Sasono hanyalah salah satu dari beberapa artis yang menyandang status orang tua yang apesnya harus berurusan dengan polisi serta penjara. Sebelumnya, ada Angelina Sondakh, Ahmad Dani hingga si kontroversial Nikita Mirzani. Benang merah semuanya, mereka adalah seorang ibu atau ayah, yang memiliki anak, yang bisa jadi anak-anaknya sudah mampu mengakses berita dan membaca tentang penangkapan orang tuanya, serta hukuman yang harus dijalani.

Kita tentu berharap tak perlu berurusan dengan kepolisian untuk hal-hal yang tidak menyenangkan. Namun, jika *knockonwood* itu terjadi, bagaimana menjelaskan ke anak-anak seputar masalah ini?

Saya pun bertanya ke mbak Vera Itabiliana S.Psi.,Psikolog selaku Psikolog Anak dan Remaja. Berikut penjelasannya …

Kira-kira, dampak terhadap anak menyaksikan penangkapan orang tuanya, gimana ya mbak?

Pastinya shock dan juga ada rasa cemas serta takut. Kenapa? Bisa jadi anak berpikir orang tuanya disakiti atau mereka tidak akan bertemu lagi, karena namanya anak-anak pasti kan belum paham benar atau tahu benar tentang apa yang dilakukan oleh oran tuanya sehingga polisi datang menangkap. Tapi biasanya sih, polisi pasti memperhatikan atau mempertimbangkan keberadaan anak-anak kok ketika melakukan aksi penggerebekan atau penangkapan.

Baca juga:

Anak Gampang Cemas, Wajar Nggak?

Apa yang harus dikatakan oleh orang tua yang tidak terlibat kasus hukum ke anak-anak?

Sebaiknya orang tua bersikap terbuka dan menjelaskan ke anak, jangan malah menutup-nutupi. Anak punya hak lho untuk mendapat penjelasan dari orang tua. Jadi, mau sepanik atau sekalut apa pun kita sebagai orang tua, jangan lupa kalau anak-anak juga butuh ditenangkan.

Apalagi, dengan ditangkapnya pasangan kita dan dia harus menjalani proses hukum, pasti kan ada perubahan rutinitas yang terjadi. Misal, kita sebagai pendamping harus bertemu dengan pengacara, bolak-balik ke kantor polisi atau pengadilan. Bahkan bisa jadi kita membutuhkan bantuan orang lain untuk menjaga anak-anak.

Orang tua Ditangkap Polisi, Bagaimana Menjelaskan ke Anak? - Mommies Daily

Apa yang harus kita perhatikan ketika akan memberi penjelasan kepada anak?

Cari tahu dulu, sejauh apa anak paham atau tahu mengenai kasus orang tuanya. Kalau belum tahu sama sekali, berarti harus diberi penjelasan tentang apa yang sudah dilakukan oleh papa atau mamanya. Misalnya, Iya nih, Papa memilih cara yang salah untuk mengisi waktu luang selama di rumah saja.”

Selanjutnya beri penjelasan mengapa papa atau mamanya melakukan hal tersebut. Akui bahwa apa yang dilakukan itu salah, janji tidak akan mengulangi lagi di masa depan.

Oh, jangan lupa juga menjelaskannya disesuaikan dengan usia anak ya. Untuk anak di bawah usia SD bisa pilih kalimat “Iya, papa nakal jadinya kena marah sama pak Polisi.” Nah, untuk anak usia SD bisa lebih detail seperti “Papa melakukan hal yang melanggar hukum, jadi papa harus bertanggung jawab di hadapan Polisi.”

Terakhir, pastikan anak-anak paham bahwa kondisi orang tuanya yang terjerat hukum tetap baik-baik saja dan kondisi di rumah pun juga akan baik-baik saja. Ini membuat anak tak merasa cemas atau khawatir berlebihan. Usahakan supaya kegiatan anak-anak tetap berjalan dengan baik dan sesuai rutinitas biasa ya.

Semoga, kita semua sebagai orang tua semakin hati-hati dalam bersikap karena ada anak-anak yang akan melihat segala hal yang kita lakukan.

Baca juga:

10 Tanda Kesehatan Mental Anak Butuh Perhatian


Post Comment