banner-detik
SELF

Ketika Berada di Situasi yang Tidak Ideal, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

author

fiaindriokusumo19 May 2020

Ketika Berada di Situasi yang Tidak Ideal, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Mampu memahami situasi yang nggak ideal saat ini membuat kita tidak memaksakan diri untuk semuanya berjalan normal. Itu yang pertama. Bagaimana cara-cara berikutnya?

Situasi Tidak Ideal - Mommies Daily

Saya nggak pernah membayangkan bahwa dua setengah bulan setelah kasus Covid-19 pertama di Indonesia ditemukan, saya masih #dirumahaja. Bekerja dari rumah, anak-anak sekolah dari rumah, berolahraga dari rumah, bahwa hidup saya sekarang hanya berkisar antara kamar, ruang makan, dapur dan halaman (plus sesekali belanja ke supermarket).

Ada masa saya sempat bertanya, kapan semua ini akan berakhir? Berharap akhir maret selesai, mundur ke akhir april hingga akhirnya saya mencoba berdamai dengan the new normal yang memang harus dijalani oleh semua warga dunia. Bahwa jika memang pandemi ini membuat saya lebih lama lagi ‘tertahan’ di dalam rumah, ya sudah, jalani saja. Nikmati saja.

Lantas, ketika kita terpaksa harus berada di situasi yang tidak ideal seperti ini, apa yang sebenarnya bisa kita lakukan?

Saya teringat obrolan saya dengan dr Jiemi Ardian SpKJ di IG Live @mommiesdailydotcom beberapa waktu lagu, mengenai bagaimana Covid-19 membuat standar ideal kita perlahan berubah. Berikut beberapa hal menarik yang saya dapatkan, dan semoga ini bisa membantu kita untuk dapat bertahan menjalani kehidupan versi yang ‘baru’ ini..

- Pahami bahwa situasi sekarang memang tidak ideal, maka jangan memaksakan diri untuk semuanya berjalan normal seperti biasanya. Kita tidak bisa berharap bahwa perasaan, pikiran atau solusi untuk masalah yang datang dalam hidup kita saat ini menjadi ideal, nggak bisa. Ketika kita mampu memahami, kita akan lebih mudah menjalaninya.

- Sadari bahwa sumber masalah, yakni si Covid-19 ini tidak atau belum bisa kita hilangkan dari muka bumi, maka yang bisa kita lakukan, sebagai warga dunia yang baik adalah, belajar untuk mengurangi dampaknya. Mengurangi ya, bukan menghilangkan dampaknya, karena nggak ada satu manusia pun saat ini yang bisa terhindar sama sekali dari dampak hadirnya Covid-19. Jadi, yang dampaknya awalnya berat, bisa kita kurangi jadi lebih ringan.

- Bagaimana cara mengurangi dampaknya? Misalnya untuk mengurangi dampak stres akibat pandemi ini, kita bisa membatasi durasi menonton atau membaca berita tentang Covid-19 karena itu adalah stressor. Misal, kita hanya mau membaca atau menerima berita tentang Covid-19 dari jam 5 sore hingga 7 malam. Jangan lupa juga untuk memilih sumber berita mana yang mau kita percaya.

Situasi Tidak Ideal - Mommies Daily

- Belajar untuk mengatur respon kita terhadap situasi yang tidak bisa kita kendalikan saat ini. Misalnya, situasi sekarang membuat kita tak bisa bertemu dengan teman serta keluarga, maka respon kita adalah mengatur ketemuan secara virtual. Intinya, alihkan kepada sesuatu yang bisa kita kontrol.

- Tetap beraktivitas agar kita punya kesibukan yang membantu mengalihkan kita dari rasa cemas, khawatir serta takut. Bekerja, belajar, olahraga, berjemur, makan dengan normal, tidur teratur, mencoba hal-hal baru di rumah, melakukan hobi kita hingga tetap beribadah.

Situasi Tidak Ideal - Mommies Daily

Menjaga kebersihan diri ini juga penting kita lakukan. Apalagi di masa pandemi plus puasa seperti ini, menjadi tantangan tersendiri. Masa pandemi mau tidak mau membuat kita benar-benar harus ‘aware’ dengan kebersihan. Rajin cuci tangan setiap kali dari luar rumah, sehabis belanja ataupun menerima belanjaan online, karena walau terlihat sederhana, namun salah satu cara paling efektif dan mudah untuk menghilangkan virus atau bakteri ya memang melalui cuci tangan di bawah air mengalir dan mandi menggunakan sabun. Siapkan saja sabun Lifebuoy Honey & Habatussauda. Sabun mandi yang sudah bersertifikat halal, antibakteri dan mendukung daya tahan tubuh. Bisa diletakkan di dalam kamar mandi, wastafel atau mungkin dekat pagar, agar ketika kita baru pulang dari bepergian, bisa langsung cuci tangan.

Seperti kita tahu bahwa madu (“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” – QS An-Nahl:6) serta habatussauda alias jinten hitam (“Sesungguhnya di dalam Habatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian.” – HR Bukhori & Muslim) ini sudah sejak zaman nabi pun dikenal sebagai bahan-bahan alami yang memiliki manfaat menakjubkan untuk kesehatan, salah satunya ampuh melawan bakteri. Di luar, madu juga bermanfaat untuk melembapkan serta melembutkan kulit, sedangkan kandungan antioksidan di jintan hitam bisa melindungi kulit dari kerutan.

Situasi Tidak Ideal - Mommies Daily

Dan, mengingat saat ini sedang bulan Ramadhan, semakin tepat rasanya menggunakan Lifebuoy Honey & Habatussauda karena ini artinya kita juga ikut melakukan kebaikan lho, karena membeli satu produk Lifebuoy, sama artinya dengan kita menyumbang Rp 1000.

Semoga saja di bulan Ramadhan kali ini, kita tak hanya bisa menjaga diri namun juga menjaga orang lain melalui sedekah yang kita lakukan :) dan doa kita semua bisa membuat Covid-19 menghilang serta mengembalikan dunia kita yang ideal :).

Share Article

author

fiaindriokusumo

Biasa dipanggil Fia, ibu dari dua anak ini sudah merasakan serunya berada di dunia media sejak tahun 2002. "Memiliki anak membuat saya menjadj pribadi yang jauh lebih baik, karena saya tahu bahwa sekarang ada dua mahluk mungil yang akan selalu menjiplak segala perilaku saya," demikian komentarnya mengenai serunya sebagai ibu.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan