Kenapa, Sih, Ibu-Ibu Suka Banget Sama Drakor?

Mulai dari melepas penat sampai bisa membuat kita jadi deg-degan lagi melihat suami. Lha, emang suaminya mirip aktor Korea? Ini dia alasan ibu-ibu suka drakor.

Drama Korea alias drakor sungguhlah punya sejuta keunikan. Mulai dari paras aktris terutama aktornya yang membangkitkan kehaluan tingkat tinggi, ceritanya yang membuai walau terkadang ketinggian, hingga soundtracknya yang bikin hati sehangat matahari dan jika didengarkan berulang kali bikin jantung dugun-dugun. Apakah hanya sekadar itu yang membuat kalangan wanita termasuk ibu-ibu suka banget sama drakor? Berikut pengakuan beberapa mommies penggemar drama Korea.

Kenapa Ibu-ibu Suka Drakor? - Mommies Daily

Drakor pelepas penat

Setelah lelah seharian mengerjakan pekerjaan rumah maupun kantor, nonton drakor, tuh, semacam pelepas penat. Apalagi kalau ceritanya bagus, nggak receh, alur susah ditebak. Aku merasakan efek positif melepaskan segala macam emosi saat nonton. Bonus kalau aktornya ganteng jadi bisa sekalian cuci mata.

Mengenal budaya bangsa lain

Saya jadi lebih open minded aja, karena jadi tahu berbagai karakter masyarakat Korea, seandainya nanti-nanti, kan, siapa tahu bisa liburan ke Seoul, jadi tahu bagaimana di sana harus bersikap. Jauh banget, lho, kebiasaan dan sifat masyarakatnya sama kita.

Penggarapan yang nggak kaleng-kaleng

Aku nggak suka drakor yang menye-menye, yang romantic comedy bolehlah asal nggak receh (padahal romcom mana yang nggak receh?) Hahaha… Semua drakor yang kutonton, sih, penggarapannya serius, ya. Macam Vagabond, The Voice, Cheese in The Trap juga oke. Beda banget sama drama di sini. Mohon maaf, sudah lama nggak liat opera sabun Indonesia saking malesnya. Mudah-mudahan sekarang sudah membaik, ya.

Fashion style-nya nggak lebay

Fashion style aktris-aktris Korea memang nggak se-chic, segaya dan sedetil aktris film barat. Tapi style mereka manis banget, dan pas buat dipakai sehari-hari. Nggak lebay. Nonton drakor salah satunya, ya, buat referensi gaya.

Dugun-dugun yang dirindukan

Sudah berapa lama kita nggak ngerasain dugun-dugun sama pasangan sendiri? Apalagi yang usia pernikahannya menginjak usia 5 tahun atau lebih. Bukan berarti nggak cinta sama suami, tapi menonton kisah percintaan di drama Korea jelas membangkitkan kehangatan hati, rasa deg-degan, pokoknya dugun-dugun yang dulu pernah kurasakan jaman pacaranlah. Dugun-dugun yang kurindukan. (dugun-dugun=deg-degan)

Episodenya nggak banyak

Drama Korea, tuh, alur cerita, penggambaran karakter, selalu jauh lebih jelas dibanding serial lain terutama sinetron Indonesia yang episode-nya bisa ratusan. Episode drama Korea umumnya cuma sampai 16 episode. Ada, sih, yang sampai 50 episode, tapi biasanya itu drama saeguk atau historical drama. Nyaris nggak ada drama Korea sampai ber-season-season. Jadi nontonnya juga enak. Nggak keburu basi.

Bisa sekalian belajar bahasa Korea

Gara-gara drama korea, saya jadi ingin belajar bahasanya secara formal. Akhirnya les bahasa Korea, deh. Didukung drama Korea, proses belajar saya makin lancar dan sekarang malah di-hire salah satu provider drama dan film Korea sebagai translator. Pas banget, kan?

Nah, kalau mommies sendiri gimana? Buat yang belum pernah nonton drakor, bisa coba dimulai dengan satu judul dulu ;) Yang sudah khatam perdrakoran, ada yang mau ditambahkan kenapa menggilai drama Korea?

Baca juga:

Drama Korea Terbaper 2019 dan Prediksi 2020

Apa yang Bisa Kita Ajarkan ke Anak Perempuan dari Drakor?


Post Comment