Kenapa Anak Harus Periksa Gigi 6 Bulan Sekali?

Parenting & Kids

annisast・02 Mar 2020

detail-thumb



Setiap bulan Januari dan Juli, saya rutin memeriksakan gigi Xylo ke dokter gigi. Kenapa anak harus periksa gigi 6 bulan sekali?

Xylo periksa gigi rutin sejak belum ada giginya ahahaha. Kebetulan di daycare saat ia bayi memang ada pemeriksaan gigi rutin 6 bulan sekali.

Medikids Kemang: Periksa Gigi si Kecil ‘Semoga’ Tanpa Drama - Mommies Daily

Setelah masuk preschool, di daycarenya tidak ada lagi pemeriksaan gigi rutin jadi saya yang harus ingat untuk membawa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk memastikan giginya baik-baik saja.

Menurut saran American Academy of Pediatric Dentistry, anak sebaiknya pertama kali dibawa ke dokter gigi tidak lewat dari 6 bulan setelah gigi pertama muncul, namun tidak lebih dari umur 1 tahun. Hayo gimana tuh? Hahaha.

Intinya ada kan bayi yang sudah tumbuh gigi di usia 4 bulan, maka paling lambat dibawa ke dokter gigi di usia 10 bulan. Namun bayi yang baru tumbuh gigi di usia 8 bulan pun sebaiknya dibawa ke dokter gigi saat usianya satu tahun.

Kenapa anak harus dibawa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali? Sebetulnya kita yang dewasa juga harus ke dokter gigi 6 bulan sekali sih ahahaha.

Membiasakan diri dengan suasana dokter gigi

Sampai sekarang, pasti masih banyak sekali orang dewasa yang takut ke dokter gigi. Padahal sepengalaman saya yang giginya selalu bermasalah sejak kecil, dokter gigi zaman sekarang sudah lebih canggih lho. Banyak prosedur yang dulu sangat menyakitkan, sekarang jadi lebih bisa ditoleransi.

Tapi bagi anak, dokter gigi tentu tempat asing. Bentuk kursi yang aneh, cahaya lampu yang bikin silau, jadi perlu dibiasakan. Jangan lupa sounding tentang suasana dokter gigi dan beri anak tantangan untuk membuka mulut selebar-lebarnya.

Memastikan gigi bersih

Apakah selama ini sudah cukup bersih menggosok gigi anak? Kadang karena banyak drama, gigi anak tidak tersikat bersih. Dokter gigi bisa membantu memberi tahu bagian mana yang masih kotor dan perlu perhatian ekstra. Juga menasihati anak untuk mau menyikat gigi. Xylo sih nurut sekali pada dokter gigi dan terus-terus meningatkan saya. “6 bulan lagi jangan lupa ya ibu ke dokter gigi,” karena dokter giginya mengingatkan demikian. :))))

Memeriksa lubang gigi

Keponakan saya giginya caries. Usianya baru 6 tahun tapi beberapa kali sakit gigi sampai menangis tak bisa tidur. Sebabnya karena awalnya tidak rutin memeriksakan gigi. Padahal kalau rutin, ketika ada lubang kecil yang bahkan belum terasa sakit, dokter sudah bisa menanganinya sehingga tidak jadi sakit berkepanjangan.

Tidak perlu ada keluhan sakit dulu

Iya, ke dokter gigi itu tidak perlu ada keluhan sakit dulu! Periksa saja. Kalau kita yang dewasa, bisa sekalian untuk scaling atau membersihkan karang gigi.

Saya biasanya ke dokter gigi sekeluarga, jadi bergantian. Anak pun akan merasa memeriksa gigi adalah hal yang wajar karena orangtua juga melakukannya.

Yuk, ke dokter gigi!

Baca:

Bayi Tumbuh Gigi: Buat Nyaman dengan Breast Milk Popsicle

7 Kebiasaan Buruk si Kecil yang Berdampak pada Kesehatan Gigi